Gulf tengah menjemur pakaian di belakang halaman Mansion. Tiba - tiba seseorang memanggil nya.
" Gulf " Panggil seseorang.
Gulf segera menyelesaikan menjemur semua pakaian itu dan setelah itu mencari siapa yang memanggil nya tadi.
" Ya bik kenapa? " Tanya Gulf.
" Bik? Kamu kira saya bibimu hah dan Sejak kapan saya menikah dengan paman mu. Panggil saya nyonya karena saya adalah kepala pelayan disini dan derajat saya lebih tinggi daripada ibumu yang hanya pelayan biasa itu " Kata wanita tua itu dengan nada men cemooh.
" Em.. Ya nyonya? " Tanya Gulf lagi.
" Sudah mencuci dan menjemur pakaian - pakaian pelayan? Jika sudah sekarang bawakan sarapan ini ke kamar tuan muda di lantai tiga,cari kamar paling pojok di bagian kanan dan ada tulisan di pintunya
' Prince Bright's room ' mengerti? " Tanya wanita tua itu pada Gulf, sedangkan Gulf sibuk menatap nampan berisi sarapan itu yang ada di meja di dekatnya. Dia lapar dari kemarin malam dia belum makan, uang nya habis untuk membeli obat untuk Ibunya." Kau tuli hah? Baru mulai bekerja hari ini kau sudah berulah. Ku tanya kau mengerti bodoh " Bentak wanita itu membuat Gulf dan beberapa pelayan yang tengah memasak di dapur ikut terkejut mendengar bentakan itu.
" M-mengerti nyonya " Kata Gulf ter bata - bata.
~
Gulf tengah berdiri di ujung tangga atas lantai tiga , Gulf berpikir dimana kamar Tuan muda itu, tadi dia sibuk melamunkan nasib nya yang tidak makan dari kemarin dan tidak mengingat apa yang dikatakan wanita tua si kepala pelayan disini." Kayaknya memang dilantai tiga tapi dibagian pojok mana ya aduh... Ohya bagian kiri. Iya benar bagian kiri "
Gumam Gulf.Akhirnya ia memutuskan untuk berjalan ke arah bagian kiri di lantai tiga. Saat sudah sampai di depan pintu kamar yang berada paling pojok itu, terdapat tulisan disana ' Prince Mew's Room ' .
" Ahya nyonya itu bilang pintu nya ada tulisan prince nya. Sepertinya ini memang benar kamar Tuan muda "
Batin Gulf.Gulf pun segera mengetuk pintu itu, tapi tak ada sahutan. Ia pun kembali mengetuk pintu itu.
Tiba - tiba terdengar benda jatuh dan suara kesakitan. Gulf khawatir dan dia langsung membuka pintu itu yang ternyata tidak dikunci.
Betapa kagetnya dia melihat mayat seorang wanita tergeletak di lantai ruangan itu dengan banyak darah. Gulf terkejut dan tiba - tiba pingsan.~
Gulf bangun dari pingsannya, yang pertama ia lihat adalah seseorang Pria tampan yang tersenyum miring sambil menatapnya dan duduk di sofa di depan ranjang yang tengah ia tiduri ini.
" Si-siapa kau? " tanya Gulf, ia benar - benar ketakutan sekarang.
" Mew Suppasit Jongcheveevat " kata Pria itu.
" H-hah ja-jadi, maaf Tuan muda " kata Gulf segera berdiri dari ranjang itu. Dia melihat sekeliling dan ini adalah kamar yang dimana Gulf melihat mayat wanita itu.
" T-tuan ta-tadi saya melihat mayat wanita disini " kata Gulf mencoba melaporkan pada Tuan nya, siapatau ada pembunuhan di Mansion ini.
Mew tersenyum , bangun dari sofa dan berjalan mendekati Gulf.
" Kau pasti berhalusinasi, yang kau lihat adalah patung yang tidak sengaja tertumpah cat merah " Kata Mew yang berjalan ke pojok kamar dan membuka kain hitam dan terlihat disana patung yang berbentuk seorang wanita dan patung itu terkena tumpahan cairan cat merah.
" T-tapi saya mendengar suara kesakitan dengan jelas Tuan " Elak Gulf mencoba meyakinkan apa yang ia lihat dan ia dengar pada Tuan nya.
" Itu adalah suara ku, aku tadi terjatuh di kamar mandi karena lantai nya yang licin " Kata Mew.
" T-tapi itu terdengar seperti suara seorang wanita Tuan " Kata Gulf.
Tiba - tiba Mew tertawa dan kembali berjalan mendekat kearah Gulf.
" Jadi kau pikir aku seorang pembunuh dan yang baru saja membunuh seorang wanita yang tadi kau lihat itu begitu? " Tanya Mew sambil tertawa.
" Ti-tidak Tuan, maafkan saya. Mungkin saya tadi memang berhalusinasi melihat patung itu adalah seorang wanita " Kata Gulf menunduk karena merasa sudah tidak sopan pada Tuan muda itu.
" Jangan menunduk, aku memaafkanmu ok. Emmm... Aku tidak pernah melihatmu selama ini, apakah kau pelayan baru ? " Tanya Mew menatap seksama wajah Gulf yang masih menunduk.
Gulf segera menaikan wajahnya, menatap wajah tuan muda itu.
" Saya Gulf tuan, saya tengah menggantikan ibu saya bekerja menjadi pelayan disini untuk sementara waktu karena ibu saya sedang sakit tuan " Kata Gulf mencoba untuk sopan di depan Tuan muda itu.
" Kau sangat cantik " Puji Mew membuat Gulf tak nyaman pasalnya ia adalah seorang Pria dan dipuji cantik oleh seorang Pria lain itu cukup terdengar aneh baginya.
Ahya... Gulf baru mengingat tujuan awalnya datang kesini tapi dimana nampan yang berisi sarapan itu. Gulf panik dan Mew menyadari itu.
" Kau mencari nampan berisi makanan sarapan itu? " Tanya Mew.
" Iya Tuan, emm... Nyonya itu eh siapa namanya saya lupa ohya dia seorang kepala pelayan. Nyonya itu menyuruh saya mengantar sarapan ke kamar tuan muda " Kata Gulf.
Mew tersenyum mendengar cara berbicara Gulf. Benar - benar imut baginya.
" Oh Marrie. Nampan berisi makanan sarapan itu sudah jatuh dan berserakan saat kau jatuh pingsan. Aku juga tadi sudah memanggil pelayan untuk membersihkannya . Dan sepertinya kau salah mengantar sarapan nya, sarapan itu berisi bubur sedangkan aku tidak menyukai bubur. Itu seperti nya sarapan untuk Bright " Kata Mew.
" H-hah? "
•••••••••

KAMU SEDANG MEMBACA
He Wants Ken,Not Barbie (MewGulf)
RomancePERINGATAN!! Cerita BxB!! Homophobic? silahkan menjauh. Diharapkan bagi pembaca setidaknya berumur diatas 17 tahun!!. Bagaimana jika seorang Gulf Kanawut harus menjadi seorang pelayan disebuah mansion menggantikan bunda nya yang tengah sakit? Te...