|| Bertahan untuk melihat senyum orang -orang yang sangat berharga itu, sungguh memuaskan||
-Hanbin-Jinhwan-Chanwoo-
-Hanbin pov
Berdiri di hadapan makam sahabat sendiri itu rasanya benar benar memilukan.
Rasanya benar benar tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
"Untuk kesekian kalinya aku minta maaf Junhoe."
Aku meletakkan karangan bunga kecil di dekat tembok nisan nya.
Menyedihkan, Yang biasanya aku melihatnya secara langsung, menegurnya, bergurau dengannya, dan memarahinya, Kini hanya bisa bermonolog di depan nisan nya saja.
"Maafkan aku, Koo Junhoe."
Lagi-lagi hanya kata itulah yang terus terucap setiap kali aku berkunjung ke makam sahabatku ini.
"Maaf aku terlalu lemah untuk menjagamu."
Aku menunduk dan menyentuh nisannya
"Jinhwan bahkan belum terbangun Jun, dia masih mengantuk mungkin yah, padahal dia sudah terlalu lama tidur di rumah sakit itu Jun. "
Apa ini mengapa air mataku lolos begitu saja.
"Junhoe... Jangan mengajaknya untuk ikut denganmu yah, aku ingin melihatnya tersenyum, aku juga ingin melihat cahaya kehidupan di mata orang tua Jinhwan hyung."
Sudahlah aku rasa aku tidak kuasa mengucapkan kata - kata lagi, hanya tangis yang aku tunjukkan di hadapan makam Junhoe saat ini, Selemah itu memang diriku ini.
"Berharap junhoe membalasmu? "
Aku tersentak ketika suara seseorang terdengar tiba tiba dari belakangku.
"Yunhyeong.."
Dia tersenyum hangat, lalu berjalan mendekat dan meletakkan satu karangan bunga di makam Junhoe.
"Sudah ku duga kau pasti ada di sini bin." Ucapnya lalu menepuk pundakku.
"Kau sendirian?."
Bodohnya aku, sudah tau dia sendirian masih saja bertanya.
"Aku bersama bayanganku, bagaimana keadaan Jinhwan?" Tanyanya dengan pelan.
"Tidak ada perubahan"
"Kau pasti sangat merasa hancur yah? Dengan meninggalnya Junhoe, dan keadaan Koma Jinhwan, pastinya sangat membuatmu merasa bersalah dan tertekan iyakan? "
Kenapa, kenapa dia bisa mengetahui apa yang aku rasakan.
"Sebenarnya Hanbin, Sebesar apapun penyesalanmu dan seberat apapun kau merasa tertekan, ketika kau mencoba untuk hidup secara normal dan berjalan di atas kerikil kenyataan itu kau akan sedikit demi sedikit lepas dari dua hal itu."
Dia terdiam sebentar dan menatapku dengan pasti.
"Tapi sebaliknya, ketika kau terus menerus tenggelam dalam kesedihan dan meratap sampai kapanpun, beban yang ada di pundakmu tidak akan pernah berkurang, bahkan mungkin akan semakin bertambah , semuanya akan semakin menekanmu membuatmu frustrasi mungkin, dan akhirnya kau hanya akan mempermainkan hidupmu dan menaruhkannya dengan kematian yang konyol." Ucapnya dengan di akhiri senyum getir.
"Aku... Yunhyeong kau tau? Akulah ujung tombak dari semua kejadian ini, aku yang menyebabkan semua ini."
Aku tau dia akan menjawabku, dengan cepat aku berdiri.
"Aku benci diriku sendiri, dan segala keadaan yang kini aku jalani." Ucapku sambil menatap nisan itu untuk kesekian kalinya.
"Bahkan jika sebenarnya kedua sahabatmu tidak menyalahkanmu hanbin?." Tanya nya
Kenapa, kini aku menepis jauh pikiran tersebut, aku bahkan semakin merasa sakit di hatiku karena merasa bersalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
MIAN (Finish)
Fanfiction☆☆☆☆☆ MENCERITAKAN TENTANG (para cast) YANG SELALU MENYIA NYIAKAN ORANG YANG MENYAYANGI MEREKA Keadaan keluarga yang tidak baik,mendorong empat laki-laki tersebut terjerumus ke dalam sebuah perkumpulan gengster, Yang mereka dirikan sendiri dengan...
