Tay keluar dari kamarnya dan langsung menuju ruang tengah, dimana Thanat duduk santai sambil menonton acara TV.
"Lee, dimana Bright?" tanya Tay. Thanat mengalihkan tatapannya dari layar televisi dan mengangkat sebelah alisnya menatap Tay.
"Bright?? Siapa Bright??" tanyanya balik.
"Bayi itu." jawab Tay santai.
"Sejak kapan bayi itu bernama Bright?"
"Sejak aku memberinya nama."
"Kenapa harus Bang Tay yang memberinya nama? Ahh! akhirnya Bang Tay mengaku juga kalau kau adalah ayah kandungnya, kan?!"
"Isshh, mai chai!! Karena aku yang tertua di sini, jadi aku berhak memberinya nama. Daripada kita terus terusan memanggilnya bayi, bayi, lebih baik kita memanggilnya dengan sebuah nama, kan?" balas Tay sembari mengemukakan alasan logisnya. Thanat tampak berpikir sejenak.
"Kalau begitu, kenapa namanya harus Bright?"
"Memangnya kau mempunyai nama yang lebih bagus?!" sinis Tay. Thanat tersenyum licik.
"Frank Thanatsaran."
"Hee?? Frank?? Maksudmu Frankenstein?!" ejek Tay sembari tertawa meremehkan.
"Kenapa?! Itu nama yang bagus!"
"Lebih bagus Bright! Terdengar cocok dengan Tawan yang berarti matahari."
"Memangnya Frank Thanatsaran tidak cocok dengan Lee Thanat?!" sanggah Thanat setengah memaksa. -_-'
"Bright!"
"Frank!"
"Aiishh, BRIGHT!!!"
"FRAAAAANK!!!"
"Bri... "
"Kami pulaaaang!" seru Luke, menginterupsi perdebatan tidak penting antara Tay dan Thanat. Spontan Tay dan Thanat menoleh ke arah Luke yang baru datang sembari menggendong bayi itu.
"Kau dari mana?" tanya Tay.
"Aku dari rumah Tante Apasiri di sebelah." jawab Luke dengan wajah sumringah.
"Untuk apa kau ke sana?" giliran Thanat yang bertanya.
"Aku ke sana untuk bertanya cara mengganti popok bayi dan beberapa hal yang lainnya. Untung saja Tante itu sangat baik." Jelas Luke.
"Kau membawa Bright ke sana bersamamu?!" Luke mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Tay.
"Bright??"
"Bayi itu!"
"Ohh, chai. Tentu saja aku membawanya juga. Kalau tidak, bagaimana aku tahu cara mengganti popoknya."
"Isshh~ Lalu apa kau mengatakan tentang siapa dia sebenarnya?!" tanya Thanat, khawatir.
"Tentu saja tidak, Bang! Kau pikir aku sebodoh itu?!" balas Luke tidak terima dianggap bodoh.
"Aku mengatakan bahwa dia adalah anak sepupu Bang Tay yang dititipkan pada kita." Lanjut Luke polos. Tay langsung melotot ke arahnya.
"Hah?! Kenapa harus aku?!"
"Yaaaaah~ Bang... aku bingung harus mencari alasan apalagi!"
"Aisshh~"
"Sudah hentikan!" sela Thanat. Lalu ia menatap Luke.
"Ishi tirak?" panggil Thanat sengaja dengan nada semanis mungkin dan wajah yang biasa ia pasang saat hendak modus ke target incaran hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Baby, Three Dads..???
FanfictionSatu bayi... Ber-ayah tiga..??? Tay Tawan, Lee Thanat, dan Luke Ishikawa.. siapakah diantara mereka bertiga yang merupakan ayah kandung dari bayi tersebut?? Cinta lama bersemi kembali, tetapi yang tercinta sudah menjalin cinta yang baru. Bagaimana...
