Episode: 3

678 59 38
                                        


Home...

Luke kembali ke rumah tepat sebelum makan malam. Ia tampak sangat lelah setelah menyelesaikan pekerjaannya. Untung saja hari ini jadwalnya tidak terlalu padat, jadi ia bisa pulang lebih cepat. Luke masuk ke dalam rumahnya sembari menggendong Win yang telah tidur dalam buaiannya.

"Kami pulang!" salam Luke pelan saat masuk ke dalam rumah.

"Ohh, selamat datang!" Sahut Tay dari ruang tengah. Luke bergabung dengannya dan langsung duduk di samping Tay, sembari meletakkan bayi itu di atas pangkuannya. Tay meliriknya sejenak, lalu melanjutkan kegiatannya memeriksa beberapa file di tangannya. Luke menyandarkan kepalanya di sandaran sofa dan memejamkan matanya.

"Kau lelah?" tanya Tay sembari menutup map di tangannya dan menatap Luke prihatin.

"Ahh, lumayan. Tapi aku juga senang hari ini." balas Luke tanpa membuka matanya. Ia mengulas sebuah senyum manis.

"Hnn??"

"Aku senang karena hari ini Win menemaniku bekerja. Meski tadinya aku khawatir, tapi kemudian entah mengapa aku merasa nyaman melihatnya. Tawa polosnya seperti obat lelah paling mujarab." Tay mengangkat alisnya menatap Luke yang sudah membuka mata dan balas menatapnya.

"Bang, kau juga harus membawa Win sesekali ke kantormu, dan kau akan tahu apa yang aku rasakan hari ini." saran Luke.

"Heii, apa kau hanya ingin agar aku membawanya ikut denganku sehingga kau bisa bebas?" selidik Tay skeptis.

"Bu-bukan begitu maksudku! Bang! Kenapa Bang Tay bisa berpikiran negatif seperti itu kepadaku? Kalau kau tidak mau, ya sudah." gerutu Luke.

"Aku hanya mencium gelagat aneh darimu."

"Haa?? Aku kan cuma..."

"Dinners ready!" seru Thanat dari arah dapur. Tay menghela nafas lalu bangkit dari duduknya.

"Ayo, kita makan malam, kau pasti lapar. Tapi sebaiknya kau tidurkan Bright di kamarnya lebih dulu." ajak Tay. Luke mengangguk dan mengikutinya berdiri. Tay langsung menuju meja makan, sementara Luke menuju ke kamar tamu untuk menidurkan Win, hmm, Bright, ahh, Frank. *aiissshh~!! -_-'*

=====================

Setelah makan malam, mereka memutuskan untuk membahas kembali tentang bayi itu. Kini, mereka tengah duduk di sofa ruang tengah.

"Jadi, besok siapa yang akan menjaga Frank saat kita semua bekerja?" tanya Thanat membuka suara.

"Luke, bagaimana kalau kau ajak saja Bright bersamamu lagi, besok." Kata Tay. Luke langsung menegakkan tubuhnya, menatap Tay dan Thanat bergantian.

"Tapi Bang, hari ini saja aku harus berusaha keras meyakinkan mereka bahwa Win adalah anak sepupuku. Mereka sudah sangat mencurigaiku! Kalau aku membawanya lagi, alasan apa yang harus aku berikan?!" protes Luke.

Tay dan Thanat terdiam sesaat sembari menatap Luke iba. Mereka sadar, bahwa karir Luke saat ini bisa terancam jika para wartawan mengetahui apa yang terjadi.

"Baiklah. Begini saja, bagaimana kalau kita mencarikan seorang pengasuh untuknya?" usul Tay. Bagaikan mendapat titik terang, Thanat dan Luke serempak menganggukkan kepala mereka setuju.

"Tapi, bagaimana kita menjelaskan status Win pada pengasuhnya nanti?" tanya Luke.

"Kita katakan saja bahwa dia adalah anak sepupu kita yang sedang dititipkan kepada kita." Jawab Tay santai.

"Bang, apa tidak ada alasan lain selain alasan anak sepupu yang dititipkan?"  sahut Thanat.

"Kalau begitu pikirkan." Balas Tay datar. Thanat langsung memanyunkan bibirnya.

One Baby, Three Dads..??? Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang