Jangan lupa vote baby <3
.
Happy reading ( ◜‿◝ )♡
.
.
.Malam ini di meja belajar syeana menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru nya tadi pagi. Meja belajar yang tidak terlalu besar tapi sangat rapi, syeana sangat pintar dalam hal ini. Mengatur barang agar terlihat rapi di tempatnya. Meja belajar ini sangat beda dengan meja belajarnya di Amerika yang besar dan muat untuk buku berapapun itu, bahkan novelnya pun di susun di meja belajarnya.
Di atas meja belajar sebelah kanan terdapat kalender yang setiap hari menjadi pusat perhatian syeana setiap akan tidur atau selesai mengerjakan tugas. Syeana memandangi kalender yang menunjukkan angka 19 di dalamnya. Hari semakin berlalu pikir syeana.
Waktunya semakin berkurang.
*******
20 Januari 2017
Seperti biasa syeana berangkat ke sekolah dengan naik bus. Tapi, buruknya hari ini syeana sepertinya akan terlambat lagi. Ia telat bangun karena tadi malam penyakitnya kambuh, membuat syeana tidur jam 3 pagi alhasil syeana bangun kesiangan.
"JANGAN!!!!!" teriak syeana ketika gerbang sudah mulai di tutup oleh pak satpam.
"Haaahhhhh,, huuuhhhhh,, p-pak tolong buka ya pak, tolong kasihani saya ya pak" permohonan syeana pada pak satpam, yang sebenarnya sudah jelas tidak akan mempan.
Singkatnya syeana kemudian di hukum lari lapangan bersama dengan siswa yang telat lainnya. Syeana menerima hukuman lari lapangan berukuran lapangan sepak bola sebanyak 10 putaran.
"Sial, bagaimana ini. Aku tadi malam kambuh dan tadi pagi aku tidak sempat minum obat. Bagaimana jika aku kambuh di hadapan jungkook" tubuh syeana memang sedang lari tapi pikirannya melayang entah kemana. Bagaimana jika nanti dia kambuh itu yang sekarang terputar di kepalanya.
.
.Skip
.
.Setelah melakukan hukuman syeana tidak langsung ke kelas. Karena menurutnya percuma saja ke kelas sebentar lagi jam istirahat akan sia-sia dan malu jika ia masuk kelas sekarang. Syeana akan masuk kelas ketika bel istirahat berbunyi.
Syeana menunggu bel istirahat di kantin. Dia bermaksud untuk meminum obatnya dulu agar staminanya kembali, tapi sial nya ia meninggalkan obatnya di rumah. Syeana mencari di seluruh tas nya tapi tidak ada.
"Yaaa, bodoh sekali kau syeana, kenapa meninggalkaannya di rumah, aissshhh sungguh sial aku hari ini..." gerutuan syeana yang bertujuan untuk dirinya sendiri.
"Tapi, sepertinya aku akan baik-baik saja. Sampai sekarang aku tidak merasakan apa-apa. Baiklah syeana kau harus berpikir positif" lanjut syeana menyemangati dirinya sendiri.
Tak lama kemudian suara bel berbunyi. Ternyata jika dari kantin suara itu tidak terlalu lantang dan membuat syeana terkejut. Setelah dirasa guru sudah keluar dari kelas, syeana segera masuk ke kelas untuk menaruh tas dan memakan bekal yang ia bawa.
Benar saja syeana selalu membawa bekal. Bibi Jung lah yang menyiapkan, ah bukan, lebih tepatnya bibi jung meminta temannya yang tinggal dekat dengan tempat tinggal syeana untuk selalu menyiapkan bekal sekolah syeana. Karena syeana tidak boleh makan sembarangan.
"Ohhh, kau tadi membolos syeana? Sungguh mengejutkan. Ku kira kau tidak masuk" baru saja syeana masuk satu langkah dari pintu kelasnya. Tapi jungkook sudah mengoceh.
"Ani, aku tadi telat dan melakukan hukuman. Jika aku benar membolos memangnya kenapa?" Syeana balik bertanya pada Jungkook. Apa ada pengecualian untuk syeana tidak boleh membolos? Semua punya hak untuk itu, walaupun salah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Still With You
FanfictionKita akan bertemu di kehidupan berikutnya, dengan aku dan kamu yang berbeda. -syeana-