SIAP BACA CERITA BARU BUT GENGSTER
buat yang lupa alur, bisa baca dari beberapa Part sebelumnya yau
.
.
.
.
.
.
42. PILIHAN RAJA
Zidny melepas tasnya, menaruh tas itu di sofa, lantas Zidny segera duduk disebelah Zayn "Tadi kata dokter And--"
"APA?"
Sela Zayn cepat, ia khawatir jika Dokter Andi akan memberi tahu keadaannya. Zidny menatap Zayn heran "Kenapa?"
"Apa katanya?" Zayn mengabaikan pertanyaan Zidny tadi
"Udah boleh pulang" Zayn mengembuskan nafasnya lega, untung saja tidak ada apa apa
"Yauda bagus deh, ayo pulang" Ajak Zayn bersiap siap
***
Sesampainya di apartemen milik Zayn, Zidny segera merapihkan seluruh barang barang yang berada di apartemen Zayn saat ini. Bisa Zidny Pastikan ruangan ini sudah lebih dari satu minggu tidak di bersihkan hal itu membuat Zidny ingin membersihkannya. Ia berjalan menuju dapur, dimana Zayn bisanya menaruh sapu disana.
"Ngapain?" cetus Leon, Zidny berhenti sebentar menatap Leon yang kini menatapnya datar, sungguh jauh berbeda dengan tatapan tatapan Leon yang biasanya
"Gausa galak sama cewe" Tegur Nabil
Leon menoleh menatap Nabil "Gue heran sama lo pada, bisa ya lo semua berlaga seolah olah ga ada apa apa"
"Salah ga si gue gini? kesannya tu kayaa perlakuan Zidny selama ini tu ga nyakitin gitu. Lo sebego itu buat ngerti perasaannya lo sendiri Zayn?" ungkap Leon sinis, Zayn melirik Zidny sekilas ia tau Pasti Zidny tengah merasa bersalah
Zayn tersenyum menatap Leon, ia menepuk nepuk punggung Leon lembut "Gapapa gue gapapa" Ujarnya Tersenyum tulus, bahkan sangat tulus
"Munafik lo Zayn , sok tegar najis . Gua gini bukan karna gua egois tapi coba lo pada mikir pake logika juga jangan ngandelin hati doang"
Leon beranjak meninggalkan ruang tamu dan berjalan menuju balkon yang ada di apartemen Zayn. Ia duduk disana, menatap langit yang semakin lama semakin gelap "Kenapa si pada bego"
"Gue tau gue gapernah serius tapi kalo uda gini ya gue mana bisa anying" Cetus Leon pada dirinya sendiri
***
"Sok atuh ney dilanjut, Leon biar kita kita yang ngurus" Zidny mengangguk pelan, sebelum melangkah ia sempat meninggalkan sebuah kalimat
"Huftt...kalian bebas kok dendam, marah, nyindir ney bebas semau kalian, asal jangan larang ney ketemu raja ya"
Setelah Itu Zidny berajak membersihkan apartemen itu, Bevan mengacak rambutnya frustasi "Bingung"
"Gue tau Ney keterlaluan tapikan ga sepenuhnya salah Ney"
"Leon juga ga salah, wajar dia gitu"
Zayn mengangguk setuju dengan pendapat putra kali ini. Leon tidak salah ini wajar jika Leon seperti itu. Mungkin disinii hanya Zayn yang terlalu gampang dibodohi oleh yang namanya cinta. Ya tapi ini terserah Zayn ingin bagaimana
KAMU SEDANG MEMBACA
'BOUT GENGSTER (END)
Teen Fiction"Katanya kalo jodoh ketemu lagi" Kisah kita memang tidak direstui semesta, semestinya tidak dimulai sejak awal.
