46. USAI

42 5 0
                                        

SIAP BACA CERITA BARU BUT GENGSTER

Sorry banget baru update lagi ehehe insyaallah soon rajin up
anw buat yang lupa alur, bisa baca dari beberapa part sebelumnya yau

.
.
.
.
.
.

Leon merebahkan dirinya diatas rerumputan pinggir danau. begitu pula Zayn menatap tenang awan awan di atas sana

"Zay" yang di panggil hanya berdehem

"Lo kenapa gamau sembuh" Tanya Leon , Jangan tanyakan bagaimana perasaan Leon saat ini.

"Cape, pengen ketemu mama"

Damn

Persetan dengan gengsi, kini satu bulir air turun membasahi pipi manusia happy virus itu, lantas disusul bulir bulir lainnya. Zayn memalingkan wajahnya ke arah Leon, tangannya beralih mengusap lembut rambut sahabat lelakinya itu

"Gausa nangis, cemen" Ujarnya Kemudian kembali menatap langit langit itu

"Gamau lebih lama sama gue ? sama anak lexis juga?" Tanya Leon dengan suara seraknya. Zayn mengangguk walau tak terlihat oleh Leon

"Gue mau, tapi keinginan gue buat ketemu mama lebih gede daripada stay disini yon"

Leon duduk , mengusap kasar Air matanya "Ja pliss, gue mohon jangan yaa. bertahan demi Lexis"

Zayn diam tak menjawab permintaan itu "Yon liat, pasti di sana mama udah ulurin tangannya buat gue" seru Zayn antusias sembari menunjuk awan awan yang membentuk sebuah uluran tangan itu. Leon mengikuti arah tangan Zayn.

Matanya terpejam "Yon siap ga siap lo harus siap" Ujar Leon semangat untuk dirinya sendiri

***

Arga mengusap kasar wajahnya kemudian , menghampiri kedua manusia yang masih setia memandangi langit langit diatas sana "Kenapa? Kenapa ga kasi tau gue ja"

Satu dari mereka menoleh, sementara yang satunya lagi memejamkan matanya. Semakin sakit rasanya

"Ja, jawab gue kenapa" Desak Arga yang memegangi dadanya sesak. Ternyata sesakit ini rasanya. Zayn bangkit untuk duduk, sedangkan Leon menyimak kedua manusia itu

"Takut"

"What the F--- , takut kenapa si ini nyawa loh ja ga lucu"

"Buat apa juga si kalian tau? nambah beban kalian doang" Ujar Zayn lelah.

Mengapa Zayn tidak pernah merasakan apa itu kebahagiaan? kenapa hidupnya selalu saja mendapatkan masalah, ia lelah sudah tidak kuat menghadapi kejamnya dunia.

"Beban ? coba jelasin definisi beban yang sebenernya ja?" Sinis Arga tak suka

"Marah marah mulu kayak Leon"

Arga mengusap rambutnya gusar "Kapan cek kedokter lagi? gue mau ikut"

"Tadi baru cek, palingan seminggu lagi" Jawab Zayn kemudian mulai memasang jaket miliknya

"Besok Cuci darah ja" Zayn yang tadinya melangkah menuju motornya lantas terhenti karna seruan Leon, Cuci darah? Perasaan dokter Andi tidak memberi tahu Zayn apa apa. ia seketika meringis nyeri saat membayangkan betapa menyiksanya cuci darah

"Oke"

Hanya itu, kemudian ia kembali berjalan dan menaiki motornya "Jangan ikutin gue" Titah Zayn tegas. Sepertinya Zayn sang ketua Lexis mulai kembali. Dan sekarang ditempat itu hanya tersisa Leon dan Arga

"Cuci darah sakit ga" Adu Leon kepada Arga. Arga mengangguk lantas meringis

"Bego banget ya gue ga bisa jagain sahabat sendiri" Arga tertawa miris. Baiklah mulai sekarang mungkin kalian akan semakin sering mendengarkan kata kata penyesalan dari mereka satu persatu

'BOUT GENGSTER (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang