50. SELAMAT JALAN, RAJA.

112 4 2
                                        

SIAP BACA CERITA BARU BUT GENGSTER

Ini akan menjadi part paling panjang dengan 2500+ word. Hopefully enjoy.
.
.
.

Leon mematung seketika, badannya mendadak lemas, ikut luruh bersamaan dengan air matanya. Arga merampas handphone yang dipegang Leon, membaca dengan seksama tulisan yang tertera "GAK ANJING GAK MUNGKIN" tegasnya.

"ABAL ABAL ITU AKUN LU ANJING APAAN SIH" Seakan tak terima, Arga seolah ingin mengusir kenyataan yang begitu menyakitkan itu.

"Ini ada apaan sih bangsat" Putra membuka suara, melihat Leon yang terduduk sembari terisak

"Turut berduka cita, Radjadin Zay—-" Fanya memberhentikan ucapannya usai membaca nama yang tertera di postingan itu

"Turut berduka cita, Radjadin Zay—-" Fanya memberhentikan ucapannya usai membaca nama yang tertera di postingan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hah? apa nya? Zayn?" Serbu Zidny, dilihatnya postingan itu dengan tangan yang bergetar, harapannya hanya satu. Ia berharap postingan itu tidak benar. Zidny terdiam di tempat duduknya, tak sanggup menahan getaran yang datang dari tubuhnya. Tangannya masih menggenggam erat handphone milik Fanya, namun matanya kosong, menatap layar tanpa benar-benar melihat apa yang tertulis di sana.

Semua yang ada dalam pikirannya hanyalah Zayn, dan kenangan mereka yang begitu menyakitkan. Sebelum semua ini terjadi, Zidny dan Zayn adalah dua orang yang saling mencintai dengan cara yang unik—terlalu banyak cinta yang mereka bagi, namun juga terlalu banyak luka yang mereka berikan satu sama lain. Mereka berdua selalu berdebat, saling menyakiti, berulang kali mencoba untuk bertahan meskipun tahu bahwa hubungan mereka sudah tidak bisa untuk dipaksakan lagi. Perasaan yang begitu dalam terkadang justru membuat mereka semakin tak terkendali, membuat mereka terperangkap dalam lingkaran hubungan yang penuh konflik, meski di balik itu semua, ada cinta yang begitu besar. "Apa aku salah?" pikir Zidny dalam hati, menekan dadanya yang terasa sesak. Ia masih ingat bagaimana Zayn menatapnya dengan mata yang penuh harap, tapi di saat yang sama juga penuh ketegangan. Mereka berdua tahu hubungan itu hanya akan berakhir menyakitkan, namun mereka tidak bisa berhenti mencintai satu sama lain.

Sekarang, di saat Zayn sudah tiada, Zidny merasa seperti kehilangan dirinya sendiri. Ia merasa kehilangan bagian dari dirinya yang sangat penting—bagian yang selama ini dia cintai dengan sepenuh hati, meski harus rela membiarkan pergi demi kebaikan mereka berdua. Rasanya seperti sebuah mimpi buruk yang tak bisa dia bangunkan, seperti sebuah lubang besar yang menghisap seluruh keberadaannya.

"Gak mungkin... Raja gak mungkin pergi," batinnya berteriak, ingin meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua ini hanya kebohongan. Namun, kenyataan semakin jelas. Zayn benar-benar sudah tidak ada, dan Zidny tidak bisa lagi melihat senyum ketusnya, tidak bisa lagi merasakan kehadirannya yang selalu memberi warna dalam hidupnya. Sebelum dia sadar, air mata Zidny sudah mengalir deras.

"Kenapa sih? Kenapa kita gak bisa bahagia bareng-bareng? Kenapa kita harus saling sakit?" gumamnya pelan, berbisik pada kenangan yang kini semakin pudar. Setiap kali dia berpikir tentang Zayn, hatinya seperti diremas-remas, seakan-akan cinta itu tidak cukup untuk menutupi segala luka yang sudah terlanjur ada. Tapi Zayn tetap ada di hatinya, meski perpisahan mereka telah mengakhiri semuanya. Zidny tahu betul, Zayn juga mencintainya dengan segenap hati, meski mereka berdua tahu bahwa mereka tidak bisa bersama. Mereka berdua terlalu menyakiti diri mereka masing-masing, meski saling mencintai.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 22, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

'BOUT GENGSTER (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang