SIAP BACA CERITA BARU BUT GENGSTER
Sorry banget baru update lagi ehehe insyaallah soon rajin up,
anw buat yang lupa alur, bisa baca dari beberapa part sebelumnya yau
.
.
.
.
Melihat sang ketua yang tiba tiba saja berubah membuat inti Lexis kebingungan, sepulang sekolah mereka segera menuju rumah Zayn, karena mereka tau jika saat ini Zayn pasti tidak akan berada di apartemennya. Leon mengetuk rumah itu berkali kali namun tidak ada jawaban yang ia dapatkan, lantas tangannya mencoba membuka knop pintu dan ternyata pintunya tidak terkunci. Mereka masuk kemudian langsung menuju kamar Zayn, terlihat tidak sopan namun memang begitu mereka, menganggap rumah satu sama lain adalah rumahnya sendiri.
"Dobrak apa ketuk?" Tanya Putra, tangannya sudah bersiap siap ingin mengetuk pintu kamar tersebut
"Ketuk aja, beradap dikit kita" Sahut Bevan, namun seperdetik saat Putra ingin mengetuk pintu tersebut, pintu itu malah terbuka dengan sendirinya
"Apa?" Tanya sang pemilik kamar dengan wajah yang sangat tidak bersahabat
"Duduk dulu kek gitu" Sinis Leon
"Gak, to the point aja lo pada mau apa, gue lagi capek" Zayn memutar bola matanya malas, bisakah mereka berempat segara beranjak dari rumahnya?
"Naon si anying, lo kenapa dah" Putra menatap Zayn geram, tidak biasanya Zayn seperti ini
"Kita gabisa ngomong bentar kah" Kini Nabil mengambil alih atensi semuanya "Gue udah bilang gue capek, lo pada ngerti bahasa manusia gak sih?" Tukas Zayn kasar, Leon benar benar sudah dibuat geram dengan tinglah konyol Zayn saat ini.
"Jangan sampe tangan gue nonjok muka lo Zayn" Ujar Leon
"Tonjok lah kalo lo mau, sampe mati juga gue izinin"
"SHUT UP F*CK UP ZAYN!!!" Bentak Bevan yang sedari tadi hanya menyimak pertikaian yang terjadi.
"Gue udah muak sama lo lo pada, jauh jauh aja deh dari muka gue"
"Are you kidding me Mr.Zayn!!??" sambar Nabil sembari menyeringitkan matanya
"Gak lah kocak, gue emang udah muak aja temenan sama orang orang problematic kaya kalian, mau hidup damai gue"
"HAHAHA, jadi menurut lo kita yang problematic? sadar gak lo selama ini siapa yang problematic HAH!?"" Leon menujuk dada Zayn geram "LO ANJING LO YANG PROBLEMATIC"
"Nice, kalo gitu mending lo semua jauhin manusia problematic kayak gue kan?" Ujar Zayn dengan santainya
Putra menarik Leon untuk mundur "Oke kalo lo maunya kita balik, tapi gak dengan jauhin lo Zayn"
"Ya terserah lo pada" Kemudian sang empu menghempaskan pintu kamarnya dengan keras sembari menghela nafas lemah, jujur Zayn lelah ia ingin istirahat, dengan tenang.
Tidak berselang lama pintu itu kembali diketuk, Zayn memejamkan matanya pelan "Apalagi sih?" Ketusnya dari dalam, tak ada sahutan yang terdengar namun, pintu itu kembali diketuk.
"Apa" bukan teman temannya yang ia temukan di sana, tetapi ada sosok yang sudah sangat jarang ia temui, itu papanya.
"Tadi papa liat temenmu baru sampai, kenapa langsung balik?"
KAMU SEDANG MEMBACA
'BOUT GENGSTER (END)
Teen Fiction"Katanya kalo jodoh ketemu lagi" Kisah kita memang tidak direstui semesta, semestinya tidak dimulai sejak awal.
