24||TTM❤️

606 23 8
                                        

"Woi?!"

Lelaki yang memakai masker hitam topi hitam celana hitam baju abu tua itu terus saja menyeret Amel tidak sabar.

"Lepasin gak?! Atau gak gue teriak nih?!" Laki laki itu terus menarik pergelangan tangannya.

"Woi sakit?!"

Laki laki itu berhenti ketika sampai dibibir pantai, Amel menatapnya tak suka dan memegang pergelangan tangannya.

Laki laki itu membuka masker dan topinya

"Hai" Amel menatapnya datar kemudian tersenyum dan memeluk laki laki di hadapannya itu, laki laki itu juga membalas pelukannya mengobati rasa rindu seperti sudah bertahun tahun tidak bertemu

"Woi kekencengan gue bisa wafat ditempat kalo gini" Amel melepaskan pelukannya

"Hehe, kakak kenapa ada disini? Amel kangen banget, gimana trainee kakak lancar? Orang orang disana baik baik gak sama kakak? Apa mereka jahatin kakak kayak di drakor drakor? Kakak kapan debut? Kapan ajak aku ke Korea?" Pertanyaan beruntun Amel dengan air yang mengalir tanpa izin

Laki laki itu menangkup pipi Amel menghapus air yang membasahi pipi cantinya

"Nanyanya satu satu dong, kakak bingung nih jawab yang mana dulu, kebiasaan banget hmm"  laki laki itu mengusap kepalanya gemas

"Hehe, kakak apa kabar? Kenapa jarang hubungin Amel akhir akhir ini? Kakak juga susah banget dihubungi" Amel mengubah ekspresinya menjadi kesal yang dibuat buat

"Kakak baik, kan disana sibuk latihan, Jadi, kakak jarang pegang hp. Grandma meninggal, makanya kakak kesini minta izin bentar keseni"

"What?! Trus grandma udah dikremasi belum?, Turut berdukacita kak, Amel gak tau"

"Iya, grandma udah dikremasi, sekarang lagi tebar abu disini, kebetulan banget kakak ketemu kamu"

"Oh, kak ayo duduk dulu, kita cerita cerita bentar, Amel kangen banget" Amel menarik lengan laki laki itu dengan tidak sabar dan mendudukkan pantatnya di batu karang di pinggir pantai

"Jadi gimana? Gimana aja trainee kakak? Kapan debut?"

"Sejauh ini baik baik aja, debut bentar lagi Mel, doain ya, kakak besok udah terbang lagi ke Seoul, ini untung agensinya ngizinin" Amel menyimak dengan khidmat dan hanya memberikan respon mulut berbentuk O tapi banyak sekali pertanyaan yang di lontarkan

Leo, laki laki 20 tahun yang memiliki darah Indonesia-Amerika, kakak kelasnya semasa SMP dan entah mengapa mereka sangat dekat seperti memiliki ikatan. Leo yang sudah dianggap sebagai kakak kandungnya sendiri harus pergi meninggalkan Indonesia dan memilih melanjutkan studinya di Korea, Amel dan Leo memiliki hobby yang sama, yaitu sama sama menyukai hal berbau Korea, sangat jarang Amel menemukan fanboy dan ia sangat bahagia bisa mengenal Leo

Saat Leo kelas 9 dan ia mengatakan pada Amel bahwa ia ingin menjadi seorang idol Korea, Amel sama sekali tidak mengejek mimpinya itu, justru ia sangat mendukung. Saat lulus SMP Leo menyatakan bahwa dirinya akan bersekolah di Korea dan ingin memulai karirnya disana, dilihat dari dari segi ekonomi Leo sangat sangat mampu untuk membiayai hidupnya di Korea, dari segi fisik dia hampir mendekati kata sempurna, hidung mancung mata coklat, alis tebal postur muka yang menawan, tinggi badan yang ideal rambut sedikit pirang dan kulit putih.

Gadis mana saja akan terpikat oleh ketampanan laki laki itu, tak dipungkiri Amel juga kadang malu sendiri berada disampingnya rasa sayang keduanya hanya sebatas adik dan kakak tidak lebih

Amel sangat sedih tak kala mengetahui tanggal keberangkatan Leo sudah ditentukan, ia seperti kehilangan separuh semangat hidupnya, kelihangan sosok laki laki tangguh yang selalu melindunginya, yang selalu memanjakannya seperti adik kandung sendiri mengingat Leo tidak memiliki sodari perempuan dan hanya memiliki sodara laki laki dan itu pun tinggal di Amerika dulu

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 28, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

TEMAN TAPI MESRA? [13+]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang