18||TTM❤️

517 24 0
                                        

Happy reading. . .

Alan menuntun amel ke kamarnya untuk dia berganti pakaian
Kamar bernuansa putih abu abu itu sangat tertata rapi, dengan tembok dihiasi puluhan poster poster orang korea rak bertumpukan album serta lightstick koleksi amel, miniatur miniatur wajah orang korea juga memenuhi nakas dan wangi ruangan stela rasa jeruk menelusuk masuk ke hidung alan

"Kamar lo rapi juga."
"Emang kamar cowok berantakan"
"Yeu sembarangan!"

Jregh

"Aww" ringis alan ketika menginjak seseuatu di lantai dan . . .

Kyaaaaaaaa

Sebuah bra berwarna biru diyakini ukuran 35 terpampang nyata di depan alan

"A a amell.?!"
"Keluar lo keluar" amel mendorong badan alan agar keluar dari kamarnya

Aaaaaa maluu gua kenapa itu bra ada di bawah sih ah elah mau ditaruh dimana muka gue aaa batin amel

Bjirr gede juga batin alan

Aaa malu gua kenapa itu kutang harus ada disana sih

Gue segera ganti pakaian dengan susah payah menuju ruang ganti dengan kaki pincang

Ahhsh

Setelah selesai berganti pakaian gue keluar kamar  menuju ruang tamu dan melihat alan terduduk santai menonton acara selebrita exspos, dasar

"Nonton apaan an?"
"Ini berita katanya ada selebriti terlibat prostitusi online lagi."

Gue hanya ber oh ria
"Lo laper gak?" Tanya gue basa basi buar ga nge krik
"Kalo ditanya laper ya gue laper, dari tadi belum makan" kasian
"Mau gua masakin?"
"Boleh, eh tapi emang lo bisa masak??"
"Bisa lah"
"Masak apa?"
"Masak air"
"Biar mateng"
"Cakep"

"Eh kok malah pantun, udah gua masak dulu bantuin gue ke dapur"
"Iye!"

Gue masak nasi goreng sosis bakso telur, ya biar simple aja, gue cincang bawang putih cabe rawit dan sedikit garam lalu dimasukan ke dalam minyak panas, masukkan bakso dan sosis yang sudah dipotong potong oval jangan sampai mateng banget,

Kemudian masukkan nasi untuk 2 porsi di goreng, tambahkan saus tomat,kecap dan bumbu nasi goreng tunggu hingga nasi terlihat matang.

Tak disadari sedari tadi amel di perhatikan oleh orang yang sedang duduk di meja bar miliknya yang berhadapan langsung dengan dapur

"Apa liat liat? Terkesima lo?" Canda amel
"Dih siapa yang liat lo? Orang gue laper pengen cepet makan, GR nya kurangin mbak"

Dih bilang aja liatin gue dari tadi, kaga usah nge les,

Amel hanya berdehem mengiya kan.

Semua hidangan sudah siap, gue berjalan ke arah meja makan besar dan ikuti oleh alan

"Lo yakin gue makan ini?" Alan tampak ragu memakan masakan amel, karna pletingnya tampak meragukan rasanya
"Iya napa?"
"Chef juna nangis kalo liat ini"
"Jangan liat bentukannya, tapi rasakan rasanya, dan siapa yang masak. Hahaha" amel tertawa renyah

"Bismilah semoga dengan makan ini perut hamba ga sakit ya Allah".
"Alay bin lebay lo"

Alan menyendok sesuap nasi lalu dimasukan kedalam mulutnya agak ragu ragu

Kemudian. . .

"Kok enak sih mel? Ga nyangka lo bisa masak juga." Oceh nya dan menyendendok nasi berikutnya hingga tandas

"Ya dong, amel gitu loh, pelan pelan makannya kek orang gak makan setahun ae lo"

Uhuk uhuk

Alan tersedang nasi. Dengan sigap amel menyodorkan air
"Tuhkan udah gue bilang makannya hati hati, lo si makan kek orang kesetanan!"

Alan hanya fokus minum air lalu terkekeh pelan

"Habisnya makanan lo enak, huhh kenyang bat gua hari ini, eh mel lo ga ada pakain cowok gitu? Yang muat buat gue"

"Hemm  gue ada baju kakak gua yang laki, bentar ya gue ambilin"

Amel berjalan dengan satu kaki loncat loncat kaya pocong gadungan

"Lan ini lo muat gak?" Amel memperlihatkan sepasang baju celana dan  daleman.

"Iya, gue coba dulu" alan berjalan menuju amel dan mengambil baju yang diberikan padanya
"Lo ganti disana di toilet deket dapur"
"Iye"

Gue jalan menuju sofa, duduk sembari menonton televisi reality show rumah uya yang bikin gue kesel sendiri
Heran sama cowonya dia ga suka sama si cewek tapi gak suka liat dia si cewek deket sama cowok lain.

Mau mu opo toh le?

Kaki gue yang sakit gue pijit pijit pelan dengan minyak urut GPU yahud dengan harap sakitnya mereda

"Mel" alan manggil gue pas lagi khusuk mijat kaki, gue auto kaget lah
"Eh apa?"
"Gimana?"

Cakep juga

"Gimana apa nya?"
"Penampilan gue lah"
"Oh.. B aja"
"Tai"

Alan duduk disamping gue senderan ikutan nonton

"Kaki lo masih sakit?" Tanyanya
"Masih, di pergelangannya sakit bat"
"Sini"

Alan tiba tiba narik kaki gue ke pangkuannya membuat tubuh gue berbalik ke arahnya dan sedikit tersender

"Ehh?!. Ngapain lo?" Kaget ya lord
"Mau ngilangin sakitnya"
"Awas ya lo modus gue bogem lo!"
"Alay"
"Dih"

"AAAAAAAA" alan memijat tepat di titik sakit kaki gue,
"PELAN PELAN BODOH SAKIT BANGET SSHH" gue meringis kesakitan
"Ya maap, lagian lo banyak omong, apa kita perlu ke tukang pijet aja?"
"Gak gak!, Pelan pelan pijet nya"

Alan memijat kaki amel dengan sangat sangat telaten meski amel sempat meringis kecil karna menahan rasa sakit
Ssshhh ahhh ringis nya

"Jangan ngedesah gitu mel" alan memperhatikan wajah amel yang menahan sakit
"Siapa yang ngedesah sih alan ini gue kesakitan is"

Jam dingding rumah sudah menunjukan pukul 9 malam, kedua nya masih terjaga hingga salah satunya runtuh dari pertahanan menahan rasa kantuk

"Huaaahmee"   amel menguap dengan ujung mata merah yang mengeluarkan cairan bening
"Udah ngantuk?" Tanya alan
"Hehe iya, tidur aja yuk" ajak amel enteng tanpa memikirkan alan akan tidur dimana
"Eh gue tidur dimana? Di sofa? Gak gak gue ga terbiasa"

"Kalo kamar kakak kakak gue di kunci, kamar ortu gak mungkin, kamar tamu belum di beresin. Tidur di sofa aja lan gak apa apa kok" terang amel mampu membuat lawan bicaranya melotot tak senang dengan pengegasannya

"Gak mel, lo aja tidur disini kalo gitu" alan tidak terima "tau gitu gua ga usah nginep!" Alan tampak marah, tapi hanya acting untuk memperkuat alibinya ia tak terbiasa tidur di sofa

"Lah terus lo tidur dimana? Sekamar sama gua? Ya ga mungkin!" Amel juga sepertinya agak kesal
"Yakk ide bagus, gue tidur di kamar lo aja. Lagian kasur lo juga besar, mau nampung tetangga sekomplek juga bisa" ucap alan melebih lebihkan
"Yaudah ayo kita ke kamar" tambah alan

Ihh.. kok gini?! Gue takut dia macem macem. Alan memang baik, bahkan sangat baik. Tapi yang namanya laki laki? Kalo kucing dikasi ikan ga mungkin ga di makan!.

"Tenang gue gak akan macem macem kok, percaya sama gue"
"Yaudah ayo" amel akhirnya mengiyakan saja sudah lelah berdebat dengan peri baik dan peri jahat di batinnya




TEMAN TAPI MESRA? [13+]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang