Happy reading
Ig: @_jynti
"Panggilan kepada seluruh pengurus osis agar berkumpul di depan sumber suara, sekali lagi panggilan kepada seluruh pengurus osis agar berkumpul di seluruh sumber suara."
Panggilan suara dari Mr. Ale membuyarkan lamunan semua pengurus osis, seperti yang diberitakan tadi pagi bahwa osis berkumpul kembali disekolah pukul 2 siang. Semua anggota osis berlari berkumpul di sumber suara. Ada yang baru datang, telat yang memberikan alasan klasik
"Oke sudah semua berkumpul?"
"SIAP SUDAH" jawab anggota kompak
"Baiklah sekarang bapak bagi tugasnya. Untuk putri kalian disekolah mendekor panggung nanti dibimbing oleh osis senior, dan yang putra mencari bambu untuk menghias di depan panggung nanti juga akan di pandu osis senior, tapi untuk puta jangan semua ikut ke hutan untuk pengurus inti tetap di sekolah, sudah jelas semua?"
"SIAP SUDAH!"
"Bagus sekali, sekarang mulai berkerja"
Semua bubar dari barisan mengambil tugas masing masing dari mulai memasang balon, memasang poster, memberikan lampion di panggung
"Amel tolong ambilin pengait dong" ucap senior nya
"Iya kak, bentar"
Amel pergi ke ruang guru mengambilkan pengait tidak sengaja ia bertemu alan yang sedang berkutik didepan komputer entah apa yang dilakukannya, amel hanya berjalan acuh tak menghiraukan tatapan alan
Amel mencari pengait di meja guru, sudah hampir semua meja ia periksa tapi tak kunjung menemukan. Alan yang tau amel bingung mengajukan pertanyaan yang hanya di abaikan amel
"Nyari apa mel?" Tak ada jawaban, amel tetap membuka buka semua laci laci meja dengan harap dapat menemukan pengait dan segera pergi dari ruangan ini
"AMELL CEPETAN MANA PENGAITNYA!" teriak seniornya yang tidak sabaran
"Hish! Sabar dikit kek, dikira gampang nyarinya!" Gumannya kesal
Alan datang menghampiri amel dengan membawa sekotak pengait
"Nyari ini?" Alan memperlihat kotak pengaitnya, dan amel hanya diam tidak merespon
"Kenapa ga bilang nyari pengait?" Amel tetap diam tak menghiraukan
Alan yang tidak tahan dengan situasi ini mulai terbawa perasaan alan mencekal tangan amel, amel berusaha melepaskan diri tapi kekuatan laki laki memang lebih besar
"Bicara mel! Jangan diem, gue ga suka lo gini"
"Gak ada yang perlu di bicarakan! Lo gak usah ganggu gue lagi!" Amel akhirnya bisa melepaskan cekalan alan dan pergi meninggalkan alan, alan terlihat sangat bersalah ia menyesali apa yang dikatakan tempo hari ia menundukkan kepala merutuki dirinya yang sangat bodoh
Dan membalikan badannya dan berjalan ke arah alan, alan yang melihat itu terlihat sumrigah namun semua pupus
"Mell? Gue mau minta ma-..." Ucapannya terpotong karna amel menghampirinya hanya untuk mengambil pengait di tangan alan lalu berlalu tanpa meninggalkan sepatah kata
"Lama banget si lo" marah seniornya
"Ya maaf lagian kakak gak ngasih tau ngambil pengaitnya dimana sih" ucapnya memutar bola mata, seniornya hanya membalas cengengesan. Dasar!
"Yaudah. Lo pasang ini lampion gue mau bantu anak anak lain pasang poster"
Amel hanya meng IYA kan. Hari ini dia sangat malas berdebat dan berbicara banyak
Amel menaiki panggung yang sudah di isi kursi untuk membantunya naik dan memasang lampion
Hufftt amel menarik nafas
"Kenapa gak orang yang lebih tinggi aja disuruh sih"kesalnya
Ia mulai menaiki kursi hati hati, amel terlalu fokus diatas memasang lampion, kakinya tidak bisa diam sejajar hingga...
Brukkk...
Aaaaaaa
Amel terjatuh, tapi tidak jatuh dipanggung melainkan ditubuh seseorang amel masih memejamkan mata, enggang untuk membuka dan beranjak dari tempatnya
Ia merasakan hal mengganjal dan akhirnya ia memberanikan diri mendongak dan membuka mata
Amel terkejut bahwa dibawahnya adalah alan!!
Oh shitt!!!!
"Keenakan ya?" Ucapan alan membuyarkan lamunannya
"Ih apaan si, lagian siapa juga yang mau jatuh di atas lo" tangkal nya
"Itu tadi meluk meluk"
Blush... Kampret
Arghhhhh kenapa gini sih..
"Kalian gak papa?" Guru pembina menghampiri remaja lelaki dan perempuan yang sedang terlihat perdebatan kecil
"Gak apa apa sih pak, cuma ini badan saya remuk tertimpa buntelan lemak" amel yang mendengar itu tidak terima dan mencubit keras pinggang alan hingga si empunya meringis kesakitan
Enak aja bilang gue buntelan lemak, awas aja lo
"Ya sudah kalian istirahat aja, kalau kenapa kenapa ke UKS aja ya"
"Ah iya pak terimakasih"
Amel yang merasa dirinya baik baik saja beranjak pergi dan
"Ahhh" amel meringis kesakitan kakinya sepertinya keseleo
Ah sial
"Lo baik baik aja mel?"
Baik gimana bodoh, ini kaki gue keseleo
"Ga papa."
"Jangan boong, gue anter lo ke UKS"
Yaudah ngikut aja daripada gue kenapa kenapa
Amel hanya berdeham mengIyakan ajakan alan
Mereka berjalan ke ruang UKS, alan membantu amel berjalan
"Amel lo kenapa? Lo gak papa?, Alan lo apain sahabat gue ha?!" Tanya tanya panik
"Gue jatuh pas masang lampion, kaki gue kayaknya keseleo"
"Astaga. Alan lo jagain temen gue sampe sembuh, gue gak mau tau kemana mana lo harus nganterin dia, awas aja ga gue bogem lo" alan yang mendengar itu bergidik ngeri
"Iya tas sans ae"
"Yaudah gue mau keluar dulu, maaf ga bisa nemenin mel, gue lagi ribet banget"
"Iya ga papa tas, kan ada gua" alan menyela membuat si topik yang dibicarakan menggeleng geleng kepala
***
Alan menduduk'kan amel di kasur UKS
Dengan telaten ia mengobati kaki amel dengan telaten dan memijatknya kecil
"Aghhhh" ringis amel
"Gausah desah"
"Siapa yang desah bodoh!"
Alan hanya tertawa kecil, setelah selesai memoleskan salep alan duduk di samping amel
"Napa?"
"Punggung gue sakit, ga mau olesin salep?" Godanya
"Ogah!"
"Mel?"
"Apa?!"
"Jutek banget si" ucap alan menyenggol bahu gue
"Ga tuh biasa aja"
"Amel gue mau minta maaf sama lo, atas kesalahan gue tempo hari, lo mau kan maafin gue?"
Sebenernya gue kasian sama dia, tapi kalo gue ngeinget kejadian tempo hari entah kenapa gue mendidih kayak larva siap menyembur
"Maafin gak ya?"
"Maafin dong"
"Yaudah gue maafin, tapi syaratnya"
"Apapun akan gue lakuin"
"Traktir gue, lo harus nurut kata kata gue"
"Itu doang?"
"Mau lagi?" Amel tampak berfikir "beliin gue album terbaru bts, exo" amel tersenyum
"Yaelah mel, gue mana ada duit sebanyak itu anjir"
"Hahaha bercanda, gue tau lo kere haha"
"Sialan lo"
Mereka bercanda tawa melepas rindu sebagai seorang sahabat, rasanya sudah lama mereka tidak bercanda gurau seperti ini, selagi kalian memiliki sahabat, jaga baik baik, karna saat dia tidak ada lagi untuk kalian, kau akan sangat merasa kehilangan. Jaga apa yang kamu miliki
Seorang wanita mengawasi mereka dari jendela UKS
"Tunggu pembalasan gue"
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
TEMAN TAPI MESRA? [13+]
Teen Fiction13+⚠️ FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ "terima kasih sudah mematahkan harapanku, kamu tau betul bukan? Bahwa aku sangat mudah berharap setidaknya sekarang aku tau untuk siapa hatimu setidaknya sekarang sudah tidak adalagi alasan untuk aku merindukanmu. Ta...
![TEMAN TAPI MESRA? [13+]](https://img.wattpad.com/cover/176626692-64-k86341.jpg)