Happy reading. . .
Ig: _iamyourjayy
Masih pukul 10 pagi, dan Amel meresa sangat bosan, Jika saja kakinya tidak terluka pasti hari ini dia akan berjalan-jalan bersama Tasya
sedangkan Alan dia sibuk dengan ponselnya bermain mobile legends, apalagi kalau bukan permainan itu
Huftt Amel menghela napas
"Alan" panggilnya
"Hm?" Alan yang masih sibuk dengan ponselnya hanya berdeham tanpa menoleh kearah Amel
"Gue bosan lan"
Mendengar itu keluar dari mulut Amel Alan menghentikan aktivitasnya bermain ponsel dan menatap amel
"Kaki Lo masih sakit nggak" tanya nya khawatir
"Iya udah mendingan sih tapi masih rada sakit gitu kalau dipake jalan"
Posisi mereka saat ini, Amel berada di sofa sedangkan Alan duduk di bawah
"Hmm. .Sini gue pijatin siapa tahu kalau gue pijatin sakitnya bisa hilang, jarang-jarang kan lu dipijitin orang ganteng"
Alan merogoh kaki Amel dan meletakkannya di pangkuan nya, memijatnya dengan telaten dan itu membuat hati Amel berdebar, bibir Amel tidak bisa ditahan untuk terangkat ke atas.
"Disini sakitnya?" Amel hanya mengangguk mengiyakan ucapan Alan karena masih speechless
"Aww"
"Tahan ya"
Entahlah perasaan yang sudah lama ia kubur itu datang kembali mengingatkan pada semua kenangan indah ketika bersama Alan dulu. meski sekarang masih menjadi sahabat, tapi tidak sedekat dulu. Seperti ada jarak diantara mereka
dan perasaan yang tidak diinginkan itu muncul merusak segalanya. siapa yang patut disalahkan?, aku?, Alan? atau perasaan ini yang datang secara tiba-tiba tanpa permisi?.
Aku sangat bodoh, aku menyukai sahabatku sendiri, Aku ingin berhenti menyukainya akan tetapi dia selalu punya cara untuk membangkitkan rasa itu kembali, dia selalu membuat ku merasa kalau dia juga memiliki rasa yang sama terhadapku.
Tanpa sadar Amel meneteskan air mata sembari melihat Alan yang masih setia memijat kakinya
Alan mendongak
Dengan sigap Amel menghapus jejak air matanya nya
"Eh lo nangis? Emang sesakit itu ya mel?"
"hehehe" amel tertawa renyah
"iya sakit banget sampai gue gak sadar kalau gue keluarin air mata. Tapi sekarang kaki-kaki gue udah mendingan kok berkat dipijitin sama lu , makasih ya, kayaknya lo cocok deh jadi tukang pijat" alibi amel
"Mel lo masih bosan nggak? "
"iya gue masih bosan banget biasanya kalau weekend itu gue jalan-jalan , hangout sama Tasya sekarang kaki gue sakit. Tambah nolep aja hidup gue"
"Kalau gitu kita main apa kek, lu punya kartu nggak?"
"Astaghfirullahaladzim Alan jangan bilang lu mau ngajak gue ngejudi ya" kekeh Amel
"Ya kali pea" Alan menoyor kepala Amel "buat senang-senang aja yang kalah mukanya di coret-coret pakai bedak bayi gimana deal nggak?"
"Aduh santai dong bos nggak usah pakai noyor segala, ini kepala" Amel mengelus kepalanya karena ditoyor oleh Alan
"hululu, cup cup cup jangan nangis ya, nanti Abang beliin adek es krim" Alan mengusap sayang pucuk kepala Amel
"Dih apaan sih!" Amel menepis tangan Alan dari kepalanya
"Kayaknya ada deh di kamar gue, soalnya gue juga pernah main kartu gitu sama kakak-kakak gue, bentar ya gue cek dulu" Amel beranjak dari sofa menuju kamarnya dengan kaki yang yang sedikit terpincang.
Gubrakkkk
Mendengar sesuatu yang terjatuh alan bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri amel ke kamarnya
KAMU SEDANG MEMBACA
TEMAN TAPI MESRA? [13+]
Novela Juvenil13+⚠️ FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️ "terima kasih sudah mematahkan harapanku, kamu tau betul bukan? Bahwa aku sangat mudah berharap setidaknya sekarang aku tau untuk siapa hatimu setidaknya sekarang sudah tidak adalagi alasan untuk aku merindukanmu. Ta...
![TEMAN TAPI MESRA? [13+]](https://img.wattpad.com/cover/176626692-64-k86341.jpg)