Kiara keluar dari kamarnya saat dirasa Saldi sudah pergi. Sedari tadi yang gadis itu lakukan hanya menangis. Entahlah ia menangis karena hubungannya dengan Saldi berakhir atau karena mengingat perkataan orang tua Saldi yang mengancamnya beberapa waktu yang lalu.
Hari sudah hampir larut malam, tapi Kiara dengan mata sembabnya malah berniat keluar sekadar untuk menghibur dirinya sendiri. Tempat yang ia tuju adalah sebuah club. Meskipun Kiara tergolong gadis polos dan sedikit naif, namun ia juga pernah beberapa kali pergi ke club karena ajakan temannya.
Dan sekarang Kiara pergi seorang diri, di club itu Kiara tidak berniat untuk berbaur dengan orang-orang di lantai dansa. Gadis berambut kecoklatan itu hanya duduk di mini bar disana, memesan segelas minuman dengan kadar alkohol tinggi. Malam ini Kiara ingin melepaskan semua beban di kepalanya, setidaknya dengan mabuk ia akan tertidur pulas nantinya.
"Hikss hikss,"
Kiara menutup mulutnya sendiri saat isakan itu keluar begitu saja. Ditenggaknya minuman itu sampai tak terasa satu botol hampis habis. Terdengar bunyi ponsel Kiara yang berdering beberapa kali. Panggilan dari Saldi.
ddrrr drrrtt
Saldi is calling
Kiara melirik ponselnya sekilas tanpa berniat menjawab panggilan dari kekasihnya itu. Atau bisa kita sebut mantan kekasih, mungkin?
"Hekkk memang salah jadi miskin heekk? Memang aku mau jadi yatim piatu hekkk."
Kiara mulai berceloteh sendiri dalam kemabukannya. Suaranya parau disertai cegukan beberapa kali.
"Mass hekk satu botol lagi," ucap Kiara sambil mengacungkan jarinya mengisyaratkan angka satu.
"Mbaknya udah mabuk, mending pulang aja saya telponin taksi."
Sang bartender menolak permintaan Kiara namun gadis itu kekeh minta diambilin satu botol lagi. Dengan terpaksa bartender itu menurut, lagipula pekerjaannya disini adalah melayani pelanggan bukan mengurusi mereka. Kiara menuangkan cairan itu ke dalam gelasnya lalu ia minum dengan sekali teguk. Matanya sayup-sayup dengan lelehen air yang merembes dari sana, bibirnya sedikit terbuka dengan aroma alkohol menguar dari sana. Keadaan gadis itu kini benar-benar seperti seseorang yang sedang depresi namun memang itu lah kenyataannya sekarang.
Disudut meja yang lain di club yang sama, Kendra juga sedang menegak minumannya. Pria berbadan tegap itu hanya diam dengan pikirannya sendiri namun tak berhenti meminum alkohol sedari tadi. Banyak pikiran bersarang di kepala Kendra. Tentu saja penyebab utamanya adalah Rena, sang kekasih.
Perjodohan Rena dengan seorang pria yang tidak ia kenal menjadi alasannya berpikir banyak malam ini. Kendra beberapa kali berpikir harus kah ia menyutujui permintaan Rena untuk membiarkan gadis itu melakukan kawin kontrak atau tidak. Opsi itu terdengar sangat sulit. Bagi Kendra sendiri pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan tidak main-main. Kendra ingin menikahi Rena tentu saja, tapi kalau nyatanya gadis itu terlampau sulit dijangkau, haruskah ia menyerah? Kendra tidak mau membebani Rena hanya karena dirinya. Rena mungkin lebih pantas mendapatkan pria yang jauh lebih mapan dari Kendra, tapi apakah Kendra rela?
"Mas tambah 1 botol lagi."
Bartender itu mengangguk kemudian memberi Kendra satu botol alkohol lagi. Sejujurnya Kendra tidak ahli dalam minum. Dia hanya pergi beberapa kali ke club seperti ini, itu pun biasanya karena ada pertemuan bisnis dengan kliennya yang kebanyakan kalangan elit. Namun kali ini Kendra datang sendiri, bahkan minum cukup banyak.
"Arghhh."
Kepala Kendra rasanya berputar saat setengah cairan dari botol kedua sudah masuk ke tubuhnya. Pandangan matanya sedikit kabur karena ribuan kunang-kunang seperti menuju ke arahnya. Kendra berusaha bangun dan berjalan sempoyongan ke arah toilet. Kini perutnya yang terasa mual.
KAMU SEDANG MEMBACA
Twisted Love [END]
CintaSaldi dan Rena sudah memiliki kekasih masing-masing namun apa jadinya jika mereka harus terikat dengan perjodohan? Sama-sama sakit hati karena sang kekasih akan dijodohkan dengan orang lain, Kendra dan Kiara yang tidak sengaja bertemu di sebuah club...
![Twisted Love [END]](https://img.wattpad.com/cover/255563449-64-k777285.jpg)