"Gimana nih?" Tanya Rena pada Saldi yang keliatan juga sedang mikir didepannya.
Setelah acara sarapan tadi Saldi dan Rena memutuskan pindah ke coffe shop buat rapat dadakan mereka. Tadi Saldi izin buat nganter Rena ke kantor, hal ini tentu membuat orang tua mereka senang karena sepertinya hubungan kedua anaknya sudah ada perkembangan. Tidak tau saja mereka bahwa Saldi dan Rena sedang menyusun rencana untuk membatalkan pertunangan itu.
"Gue juga lagi mikir. Cewek gue marah pas tau gue dijodohin terus dia mutusin gue. Kalo kita tunangan dia pasti ga mau balik ke gue."
"Ya sama, cowok gue juga ga setuju kita kawin kontrak. Sekarang hubungan gue juga ga jelas gini."
Rena dan Saldi sepertinya sudah satu nasib sepenaungan. Pacar mereka sama-sama marah atas perjodohan ini. Namun kalau tidak dilakukan kehidupan pacar-pacar mereka juga akan terancam.
"Kalau kita batalin, gue takut bokap gue bakal nyakitin cewek gue lagi. Gue ga mau dia ganggu hidup cewek gue."
"Ya sama lah, gue gak mau pacar gue dipecat juga dari perusahaan."
Saldi masih berpikir, Rena juga. Setelah beberapa lama akhirnya mereka angkat bicara.
"Kita tunangan," ucap Saldi, keliatan ragu namun harus diyakin-yakinin.
"Lo gila?"
Rena masih ga nyangka bahwa opsi tunangan kontrak ini akan dipilih Saldi lagi. Kendra pasti ga setuju, pacarnya Saldi itu juga pasti ga setuju.
"Ini opsi paling memungkinkan, Ren. Kalau kita tunangan seenggaknya orang tua kita tenang, ga gangguin kita lagi. Kita ulur terus aja buat pernikahannya, alesannya ya karena kita udah tunangan kan?"
"Tapi kalau kita dipaksa nikah secepatnya gimana?"
"Berita pertunangan kita pastinya udah akan menaikkan saham perusahaan, itu kan yang orang tua kita mau? Seenggaknya kita udah ngelakuin yang mereka mau. Buat selanjutnya kita pikirin nanti."
Rena menghela nafas, dia masih mikir. Ini gimana caranya ngomong sama Kendra coba? Orang gara-gara dia ngomongin masalah kawin kontrak yang masih rencana aja udah ditolak mentah-mentah.
Saldi juga masih mikirin gimana caranya biar dia bisa balikan sama Kiara tapi tetep ngelakuin tunangan kontrak ini.
"Oke, kita tunangan. Tapi gimana gue yakinin pacar gue? Jujur gue ga mau putus sama dia."
Saldi mengetuk-ngetuk jarinya di meja terlihat berpikir.
"Kita ketemuan aja ... Ngomong baik-baik sama pacar lo sama pacar gue. Jelasin sama mereka soal rencana kita. Gimana?"
Rena berpikir sejenak, "Lo yakin?"
"Agak ragu sih, tapi ga ada salahnya dicoba kan?"
"Oke, gue akan bujuk pacar gue buat ketemu lo sama pacar lo juga. Buat waktunya nanti gue kabarin."
"Oke."
Saldi dan Rena tersenyum untuk meyakinkan diri mereka sendiri. Rencana ini harus berhasil.
***
Kiara membuka pintu apartemennya saat ada yang mengetok, dilihatnya sahabat baiknya ada disana.
"Selamat malam, Kiaaaa."
Kiara balas tersenyum pada Gisella, sahabat baiknya sejak kuliah dulu. Gisella sekarang kerja di kantor penerbit tempat Kiara biasa masukin naskah novelnya kesana.
"Hmm malam, Gisella cantik. Bawa apaan tuh?"
Kiara langsung melirik plastik yang dibawa Gisella.
KAMU SEDANG MEMBACA
Twisted Love [END]
RomanceSaldi dan Rena sudah memiliki kekasih masing-masing namun apa jadinya jika mereka harus terikat dengan perjodohan? Sama-sama sakit hati karena sang kekasih akan dijodohkan dengan orang lain, Kendra dan Kiara yang tidak sengaja bertemu di sebuah club...
![Twisted Love [END]](https://img.wattpad.com/cover/255563449-64-k777285.jpg)