Happy reading
(Banyak typo ges)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
🍂🍂🍂
Fernandro membawa Nafizah ke rumah sakit Tirta jaya, Fernandro duduk di ruang tunggu dengan muka yang sangat sedih melihat keadaan Nafizah seperti tadi. Fernandro pun telah menggantikan rok Nafizah di mobil dengan celana olahraga milik Fernandro. Agar paha Nafizah tidak terlihat orang lain.
"Ya Allah Naf...siapa yang bikin lo kaya gini" ucap Fernandro menahan tangisnya dan ia pun menundukkan wajahnya
Dokter masih memeriksa Nafizah di dalam dan masih mengobati luka Nafizah yang terdapat di kepala dan juga di tangannya.
Dokter pun keluar setelah memeriksa Nafizah. Fernandro pun segera bangkit dan menanyakan keadaan Nafizah kepada dokter tersebut.
"Dok gimana keadaan is..." ucapan Fernandro terpotong saat ia sadar kini ia masih memakai seragam sekolah takutnya dokter itu menyangka yang tidak tidak
"Maksud saya pacar saya dok" ucap Fernandro melanjutkan omongannya
"Pacar anda tidak papa, hanya saja kepalanya mengalami benturan menyebabkan luka di kepalanya juga tangannya yang luka dan mengeluarkan banyak darah bersyukur saja korban cepat dibawa ke rumah sakit, jika terlambat pasien akan mengalami pendarahan membuatnya kehabisan darah" ucap dokter tersebut
"Makasih ya dok, pasien sudah boleh dijenguk dok?" tanya Fernandro
"Sudah" ucap dokter
"Terimakasih dok" ucap Fernandro
"Kalau begitu saya permisi" ucap dokter lalu pergi meninggalkan Fernandro
Fernandro pun segera masuk ke dalam ruangan Nafizah dan menatap lekat Nafizah, betapa sakitnya dia saat melihat Nafizah terbaring lemah seperti ini, Fernandro mengambil tangan Nafizah yang terbalut perban, dia mengelus pelan tangan Nafizah yang masih terbalut perban.
Tanpa sadar Fernandro meneteskan air matanya, ia benar benar tak bisa melihat Nafizah terbaring seperti ini, ia sangat benci pada orang yang melakukan ini.
Gue akan bales siapapun yang ngebuat lo sampe kaya begini Naf-(batin Fernandro)
Fernandro pun menatap wajah Nafizah, ia melihat seluruh wajah Nafizah, matanya yang masih tertutup, pipi yang memerah nampak seperti bekas tamparan.
Tiba tiba Fernandro dikagetkan dengan dering handphone di saku jaketnya, ia pun segera mengeluarkan benda pipih tersebut dan melihatnya, terpampang disana nama Bunda, Fernandro pun segera mengangkatnya.
"Hallo wa'allaikumussallam bund" ucap Fernandro
"Fer, tadi bunda dapet telpon dari tante Ratna katanya kak Maira mau lamaran, nanti kamu sama Nafizah datang ya" ucap bunda
"Iya bund, aku juga udah tau dari mama kemarin" ucap Fernandro
"Kamu lagi sama Nafizah? kok dari tadi bunda telpon telpon Nafizah gak diangkat ya?" ucap bunda
KAMU SEDANG MEMBACA
Si Bad Boy
Ficção AdolescenteSi Bad Boy (Proses Revisi) complete✓ ☁️Cover : pinterest ☁️Ide story : my original idea ☁️Tanggal publish : 21 Mei 2021 ☁️Status : Completed ⚠️Jangan jadi pembaca gelap⚠️ ⚠️Jangan plagiat hargai usaha orang lain⚠️ ⚠️ Terdapat kata kata kasar, buat a...
