Happy reading
(Banyak typo ges)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
🍂🍂🍂
Nafizah terbangun di sebuah ruangan yang sangat kotor, disana banyak barang barang yang telah rusak, nampak ruangan ini seperti gudang dan betapa terkejutnya Nafizah saat ia sadar jika ia sedang diikat di kursi.
"Loh kok gue disini" ucap Nafizah lalu ia mencoba untuk melepas ikatan tali tersebut namun tak bisa
"Tolong...tolong... lepasin gue" ucap Nafizah berteriak sekencang mungkin
Tiba tiba pintu terbuka dan memampangkan seorang laki laki berseragam sekolah yang telah kumel dan kotor, laki laki itu adalah Bara.
"Hai bidadari nya Fernandro" ucap Bara berbisik menambah kesan mengerikan bagi Nafizah
"Kenapa gue ada disini! lepasin gue! jangan macem macem lo sama gue!" ucap Nafizah
"Syuttt, jangan bersisik gue gak akan apa apain lo kok, gue cuma pengen jadiin lo umpan biar Fernandro dateng kesini" ucap Bara tersenyum kecil
"Lepasin gue atau elo..." ucapan Nafizah terpotong oleh Bara
"Atau gue apa? hah? lo mau nantang gue tanding basket lagi? cuih, Basi tau gak hahaha" ucap Bara lalu tertawa
"Lepasin...hiks" ucap Nafizah menunduk lalu menangis
"Gak usah nangis dong, bentar lagi pangeran Fernandro bakal dateng kok, tenang ya jangan nangis, cup cup cup" ucap Bara
"Lepasin..." ucap Nafizah lalu mengguncang guncangkan tubuhnya sampai bangku yang ia duduki juga ikut bergoyang
Plak
Plak
Dua tamparan keras mendarat di pipi Nafizah, pipi Nafizah memerah bahkan pipinya yang berwarna putih kini berubah menjadi sangat merah.
"Gimana? hm? mau lagi?" ucap Bara membuat Nafizah semakin takut dan meneteskan air matanya
"Gak usah nangis bidadari nya Fernandro" ucap Bara
"Lepasin gue....hiks...." ucap Nafizah di sela tangisnya
"Gak akan" ucap Bara lalu menutup pintu ruangan itu sangat kencang
Nafizah mengeluarkan air matanya terus menerus sampai kerudung yang ia kenakan juga sudah basah, bajunya yang tadinya bersih kini sudah berubah menjadi kotor karena ulah Bara.
...
Disisi lain Fernandro sedang duduk menatap layar handphone nya tiba tiba perasaanya tidak enak pada Nafizah, dia merasa khawatir pada Nafizah bahkan ia sendiri tidak tau kenapa dia sangat khawatir sekarang.
Fernandro mencoba menelpon Nafizah berkali kali namun tak ada jawaban, padahal di layar tertera berdering namun sama sekali tak diangkat oleh Nafizah.
"Ayo dong Naf, angkat" ucap Fernandro masih sambil mengarahkan handphone nya ke telinganya
"Apa gue telpon Tasya aja ya" ucap Fernandro lalu ia pun mencari kontak Tasya lalu ia pun menelpon Tasya
KAMU SEDANG MEMBACA
Si Bad Boy
Ficção AdolescenteSi Bad Boy (Proses Revisi) complete✓ ☁️Cover : pinterest ☁️Ide story : my original idea ☁️Tanggal publish : 21 Mei 2021 ☁️Status : Completed ⚠️Jangan jadi pembaca gelap⚠️ ⚠️Jangan plagiat hargai usaha orang lain⚠️ ⚠️ Terdapat kata kata kasar, buat a...
