Track 3 : We Lost The Summer

566 52 0
                                        

when we lost each other~

hai haii, kembali lagi dengan aku vlands_ , selamat membaca~

.

.

.

——wlts——

Pria itu mengusak surainya kasar, melempar handphone-nya ke sembarang arah, wajahnya kini ia tenggelamkan ke benda empuk yang selalu menemaninya tidur. Jika ada kata yang lebih parah dari stress mungkin itu bisa mendeskripsikan keadaannya sekarang. Bagaimana tidak? harus terkurung—lebih tepatnya terpaksa mengurung diri di rumah karena berita tersebarnya wabah virus berbahaya di berbagai penjuru dunia. Segala aktivitas harus dikerjakan di rumah, mulai dari sekolah, bekerja, berdiskusi, bahkan ibadah pun dilakukan secara online.

Soobin, namanya. Jika disuruh mendeskripsikan seorang Soobin sebagian besar temannya pasti akan menjawab jika dia adalah orang yang sangat susah untuk bergerak, pernah di suatu waktu lampau kelasnya disuruh untuk membentuk beberapa kelompok dan disitu mereka harus membuat koreografi unik agar bisa mendapatkan nilai yang bagus.
Saat hari dimana mereka tampil, gerakan Soobin tampak sedikit berbeda dari teman-temannya yang membuat nilainya hanya di batas rata-rata, tapi pria jangkung itu tak peduli, toh di mata pelajaran lain nilainya bagus.

———

Hari itu, dimana berita tentang virus itu tersebar, Soobin tengah mendengarkan instrumen lagu yang di aransemen oleh teman semejanya, Beomgyu.

Sebenarnya hanya karena telat beberapa menit datang ke sekolah, Soobin terpaksa duduk disebelah Beomgyu. Mengingat anak itu sangat hyperaktif dan berisik, membuat Soobin bergitik, tapi ia tak memiliki opsi lain; tak ada satupun bangku yang kosong selain di sebelah Beomgyu.

Tapi duduk disebelah Beomgyu ada positifnya juga, Soobin sedikit mulai berisik—banyak berbicara dari sebelumnya, mungkin terpengaruh oleh Beomgyu.

"hai Soobin, mau dengar lagu buatanku tidak?" tanyanya bisik-bisik takut ketahuan guru, habisnya Beomgyu bosan, bingung mau ngapain karena tugasnya sudah selesai, begitu pula dengan Soobin.

Kalaupun Soobin menolak Beomgyu pasti akan selalu memaksanya,

"pokoknya kamu harus dengerin" ucapnya final sembari memasangkan earphone satu sisi ditelinga kanannya dan satunya lagi ditelinga kiri Soobin.

"bagus ngga?"

Soobin mengangguk, tak bohong kalau instrumen lagu yang tercipta dari petikan gitar seorang Beomgyu memang patut diacungkan jempol.

Mereka berdua menenggelamkan wajah di lipatan tangan mereka masing-masing, hingga guru yang mengajar sudah keluar dari kelas pun mereka tak sadar dan waktunya untuk jam pelajaran berikutnya sudah datang.

brakkk

Pintu kelas terbuka lebar menampakkan sesosok pria berambut blonde berdiri di ambangnya sembari membawa setumpuk kertas di tangannya. 

"Pak Jimin ngga masuk, jamkos. tapi disuruh isi kuisioner ini dulu" katanya lalu berjalan keliling kelas membagikan lembar demi lembar ke teman-temannya.

Kejadian seperti sangat patut diabadikan, kapan lagi jam kosong?

Salah satu murid di kelas itu menutup pintu rapat-rapat lalu mengganjalnya menggunakan beberapa meja dan juga kursi.

"hah? apa? Taehyun bilang apa?" 

dasar budeg, padahal earphone-nya hanya ada di satu telinganya doang "jamkos" singkat soobin.

MINISODE : BLUE HOUR  (SOOGYU)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang