chapter 2

166 27 2
                                    

Cowok itu berjalan gontai menghampiri mamanya yang sedang membuat sarapan. Seragamnya belum bener, belum ada yang dikancing. Dasinya masih dia genggam di tangan kanan, tangan kirinya menjinjing tas.

"Mau pamer abs kamu dek? Masuk angin ntar."

Jungkook hanya mengangguk mendengar penuturan papanya, tidak ada niat sama sekali mengancingkan bajunya.

Kepalanya ditumpu di meja makan. Jungkook masih ngantuk.

Sudah pukul 2 pagi tadi, Jungkook masih terus memaksa matanya untuk terpejam. Sayang, otaknya menolak untuk istirahat.

Tolong nanti Jungkook bakal sibuk banget, dia harusnya dapet tidur yang berkualitas.

Sempat juga dia meminta obat tidur pada mamanya. Berakhir diabyang mendapat sederat panjang ceramah, dengan kepala yang tambah pening akibat omelan sang mama.

Si biang kerok yang membuat Jungkook gini ya manusia pendek pucat itu.

Kemarin... kenapa nggak ditempelin aja ya?

Apanya?

Koyonya

Kenapa kemarin Jungkook nggak nempelin koyo nya ke punggung dia aja, siapa tau pegelnya ilang terus bisa tidur.

Hehe

Jam 3 pagi, akhirnya dia berhasil menutup mata. Membuat pemuda itu sangat mengantuk karena tidak mendapat tidur yang cukup.

"Dek makan dulu ah, dibuka matanya." Ucap Mama.

Jungkook hanya mengangguk, tapi tidak mengindahkan perintah mamanya untuk membuka mata. Sedangkan mamanya hanya menggeleng melihat putranya itu makan sambil terpejam.

"Mas Jungkook, di depan ada temennya." Ucap mbak Dewi- ART di rumah Jungkook.

Siapa? Taehyung? Kalau mau minta proposal juga bisa di sekolah aja, ngapain ke sini.

Jungkook beralan juga sambil sedikit menutup matanya.

Badan tidak terlalu besar, pendek, kulit pucet.

KULIT PUCET

Iya, itu Yonggi.

Mata Jungkook langsung terbuka.

Giliran Yonggi aja langsung melek.

"Ngapain?"

Ini dia lagi sok cool, padahal aslinya udah jedup jedup di dalem sana.

"Motor gue mogok tadi di sekitar jalan sini. Gue mampir karna mau nebeng."

Jungkook mengangkat alisnya, lalu mengangguk mengiyakan.

"Udah makan?"

Sekarang gantian Yonggi yang mengangkat sebelah alisnya. "Perhatian nih lo ceritanya? Pelet gue udah kerja?"

Jungkook mendecak, dibahas lagi.

"Gue mau makan dulu, lo ikut makan nggak?"

Cowok itu menggeleng, "nggak usah, lo aja, cepetan."

"Eh Kook."

Jungkook balik badan lagi, udah laper ya tuhan, apalagi.

"Badan lo bagus juga." Yonggi menggerakan dagu ke arah tubuh atas Jungkook.

Sontak saja mata Jungkook membola, tangannya sibuk ngerapatin seragamnya, "Pucet anjing mesum."

                               .

                               .

                               .

                               .

"Badan lo bagus gitu. Lo rajin olahraga?"

Bahas aja terus. Kalau nggak lagi di motor udah Jungkook tampol mulutnya.

Emang Jungkook berani?

Apasih yang ditakutin ni anak satu.

"Hmmm"

"Lo olahraganya kayak gimana? Masih kecil udah kebentuk aja. Gue yang main basket hampir tiap hari aja nggak kayak gitu."

Ini Jungkook salah denger apa gimana?

Katanya Ice boy, kok cerewet.

Apa tukeran peran sama Jungkook aja yang sekarang cuma ham hem ham hem jawabin pertanyaan Yoongi?

"Nih."

Tangan Yoongi nyodorin helm, ke Jungkook. Langsung diterima sama yang punya.

Lalu cowok pucat itu berlalu begitu saja, sedangkan Jungkook yang masih nunggu makasihnya jadi mendecak.

Nggak tau diri boy, inimah namanya.

Niatnya mau nyusul Yoongi, tapi si cowok itu udah nyampe aja di koridor kelas 12.

Nggak jadi, Jungkook males. Koridor kelas 10 sama 12 lumayan jauh.

Sedangkan Yoongi balik badan, liat Jungkook yang jalan ke kelasnya.

Bibirnya menggumamkan kalimat, "sok banget."

Tolong dong ini butuh kaca Yongginya.


***

Published on 13 March 2021

Jangan lupa Vote and Comment

The Little SatanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang