Disini saya mohon maaf kalo nantinya bakalan ada kata-kata atau hal yang menyinggu para readers. Dan disini saya tidak bermaksud untuk menjelekan nama idol manapun.. Karena ini just sebuah cerita karangan saya. Sekali lagi, disini tidak ada maksud menjelekan ataupun menjatuhkan pihak manapun.
Happy Reading
》£《
°
°
°
°
°
***
"Gua di mana?" Lisa bertanya pada dirinya sendiri sambil menengok ke kanan dan kiri. Di mana ruangan tersebut nampak berwarna hitam-putih... Namun tiba-tiba saja seseorang berjubah hitam dengan membawa trisula muncul di hadapannya.
"Ehhh buju busrak ngagetin ae lu, anying" Lisa ngelus dada gara-gara kaget melihat mahluk yang entah itu manusia atau apa lah itu?
"Heh yang sopan! Saya ini Malaikat." Ujarnya songong sembari mengenalkan diri sendiri.
"Hah, malika?" Emang dasar si Lisa banyak congeknya jadi maklum kalo dia agak budeg.
"Malaikat, bukan malika. Itu mah kecap bango namanya.."
"Lahh kok ngamok? Lagian malaikat kok ngomong kagak ada wibawa-wibawanya?"
Orang ehh ralat maksudnya Malaikat tersebut mendengus kasar, mencoba bersabar menghadapi manusia berotak lemot ini. Katanya wanita ini CEO dan ketua Mafia, tapi kok tampangnya kek orang o'on.
"Saya ini anak magang di sini, jadi wajar kalau cari bicaranya seperti tadi."
"Ohhh anak magang toh... Gua tebak nama lo pasti Martin." Ujar Lisa sambil mengingat-ingat nama tokoh Malaikat pencabut nyawa yang namanya Martin dari Vernalta. Dia juga sama-sama anak magang seperti Malaikat di depannya ini, jadi dia fikir pasti namanya juga sama.
"Hehh, bukan.. Nama saya bukan Martin."
"Terus siapa dong?"
"Itu rahasia!!"
Lisa berdecak kesal. Kemudia to the point dengan apa yang akan di bicarakan Malaikat ini. "Yaudah, sekarang mau lo apa? Mau masukin gua ke surga atau neraka gua pasrah ae."
"Hemm itu yang sedang kami para Malaikat pertimbangkan... Karena dosa dan perbuatan baik anda imbang, jadi jiwa anda akan ditransmigrasikan ke tubuh seseorang."
Seketika Lisa tersedak air liurnya sendiri. Transmigrasi? Gila, gila. Setelah mati ia hanya ingin tenang saja. Tapi kenapa malah jadi seperti ini?
Malaikat tersebut mengabaikan mimik tak bersahabat dari Lisa. Ia nampak membolak-balik daftar perbuatan sang gadis selama di Dunia ini. "Meskipun anda hobi membunuh, tapi anda tetap rutin bersedekah dan menolong sesama mahluk hidup... Jadi sudah di putuskan, anda akan ditransmigrasikan."
"Lohh kok gitu? Lo nggak bisa seenak jidatnya mutusin dong! Coba sini panggil senior lu! Biar dia aja yang ngasih keputusan." Ujarnya tak terima dan mencoba meminta keputusan yang lain.
"Maaf, tapi ini sudah keputusan kami dan para Malaikat. Senior saya juga sudah setuju, jadi silahkan nikamati kehidupan kedua anda di tubuh orang lain."
Saat tangannya akan menyentuh kepala Lisa, langsung saja di tepis oleh sang empu. "Gua masuk neraka juga kagak napa-napa kok. Masukin gua ke neraka aja yah, gua ikhlas se ikhlas, ikhlasnya kok."
KAMU SEDANG MEMBACA
TRANSMIGRASI MODEREN
FantasíaLalisa Manoban. Si cewek tomboy yang masih kuliah dan berprofesi sebagai ketua mafia sekaligus CEO muda, harus mati mengenaskan ditangan sang musuh bebuyutan. Namun saat terbangun bukannya berada dialam baka, jiwanya malah bertransmigrasi ke tubuh s...
