#4 BERTEMU KEMBALI

2.1K 284 27
                                        

》£《

°

°

°

°

°
***

Hari ini adalah hari yang panjang bagi Lisa, setelah berurusan dengan para bajingan, ia harus menemui seseorang selepas pulang sekolah. Dan disinilah ia sekarang, gedung tua yang dulunya sering ia dan sahabatnya kunjungi untuk sekedar melepas stres bahkan menyusun strategi penyerangan.

"L-Lisa."

Sang empu menoleh saat suara yang sangat familiar ditelingannya memanggil namanya. BamBam, ya itu BamBam sahabatnya.

Rasanya Lisa ingin menangis dan langsung menerjang pria tersebut agar ia dapat memeluk sembari menceritakan semua keluh kesah yang dialaminya hari ini.

Perlahan, tudung hodie tersebut terbuka, menampakan wajah cantik Alisa a.k.a Lisa yang tengah menatapnya sendu.

"Ya, ini gua, Lisa... Tapi, gua gak yakin apa lo bakalan percaya dengan ini, Bam."

BamBam memang belum bisa percaya dengan situasi saat ini. Jelas-jelas sang sahabat meninggal kemarin dan dia yang menguburkannya sendiri. Lalu apa ini? Apakah ia bermimpi? Tapi jika ini mimpi, kenapa rasanya sepertinya nyata?

Gadis berjuluk Mrs.L tersebut mendudukan dirinya diatas tong yang sudah tak terpakai, begitupun BamBam.. Meskipun pria kelahiran Thailand tersebut tak berbicara sama sekali, namun matanya selalu memperhatikan gerak-gerik gadis yang ada di hadapannya ini.

Setelah beberapa menit termenung dengan fikiran masing-masing, akhirnya Lisa memberanikan diri untuk buka suara.

"Bam, lo percaya nggak dengan yang namannya tramsmigrasi jiwa?"

Pria tersebut menggeleng, namun kemudian mengangguk, membuat Lisa bingung dengan jawaban BamBam.

"Lima puluh persen iya dan lima puluh persen nggak."

"Terus... Menurut lo, sekarang yang ada dihadapan lo dan lagi ngomong sama lo ini Lisa atau buka?" Lisa bertanya tanpa keraguan sedikit'pun.

"Gua gak tau?"

Gadis berponi tersebut berdecak frustrasi. Ia sedikit mengacak rambut panjangnya untuk melampiaskan rasa stressnya. "Gua tau ini gak masuk akal, tapi jiwa gua transmigrais ke tubuh cewek SMA ini."

"Dan gua tau lo nggak akan percaya secepet itu. Tapi gua harap lo....."

Hughhh

Belum sempat Lisa menyelesaikan ucapannya, BamBam lebih dulu memluk dan merengkuhnya, membuat ia seketika terdiam.

"Gua emang belom bisa percaya sekarang, karena emang ini gak masuk akal."

Lisa menangis dibahu BamBam, ia menceritakan semua yang ia alami sampai masuk ke tubuh gadis ini. Dan beberapa bukti, seperti tanggal lahir BamBam, paswoord ignya, makanan kesukaan BamBam dan semua yang BamBam suka dan tidak suka akan Lisa sebut.

"Stttt!! Gua percaya, sekarang gua percaya ini lo.." BamBam menjeda ucapannya disela-sela pelukan keduanya. "Karna lo udah balik lagi, gua mohon banget sama lo! Tolong, tolong jangan tinggalin gua untuk yang ke dua kalinya." Lagi-lagi BamBam menangis. Ia lemah bila tentang Lisa. Gadis ini buka hanya sekedar sahabat dihatinya, tapi ia adalah orang yang paling istimewa dan berharga baginya.

Lisa mengangguk dalam sambil membalas pelukan BamBam. Nyaman, itulah yang dirasakan olehnya.

Setelah saling menangis dibahu satu sama lain, akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang. Atau lebih tepatnya BamBam mengantar Lisa pulang.

Selama diperjalanan pulang, Lisa terus saja mengoceh panjang lebar sambil mengeluh menceritakan apa yang telah ia alami pagi ini. Ya, inilah Lisa yang ia kenal, periang dan cerewet, namun disatu sisi saat ia memasuki medan perang tak ada lagi seorang Lalisa Manoban yang baik dan ramah, yang ada hanya Mrs.L yang kejam tanpa hati nurani.

Setelah sampai dikediaman orang tua Lisa, BamBam memarkirkan mobilnya disebrang jalan.

"Bammie, masih nyimpen HP Lisa gak? "

Sang empu mengangguk sambil merogoh kantung celananya, lalu menyerahkan benda pipih tersebut pada Lisa.

"Maacihh."

Saat Lisa turun dari mobil, BamBam ikut turu dan menggandeng tangan Lisa untuk membantunya menyebrang. Dengan bibir mengerucut lucu, ia menggeleng berkali-kali.

"Ihhh Bammie, Lisa bisa nyebrang sendiri, tau!!"

BamBam terkekeh saat nama panggilan yang Lisa sematkan untuknya disebut dengan nada marah yang lucu. Ia suka, sangat suka Lisa yang manja begini, daripada Lisa yang swag ataupun cool. Dan sifat langka sahabatnya ini terkadang hanya ditunjukan pada dirinya saja dan hal tersebut adalah kebanggaan tersendiri bagi Kunpimook Bhuwakul.

"Lily'nya Bammie kan masih kecil, jadi gaboleh nyebrang sendirian!"

Lisa mengangguk-angguk lucu dan hal tersebut membuat BamBam gemas sendiri, hingga ia mencubit pipi gembil milik Lisa.

Ternyata dibalik ke absurdan mereka, terdapat ke UwUan yang tersembunyi selama ini.

Sebelum masuk ke dalam rumah, Lisa menyempatkan berpamitan dengan sahabatnya. Ia mencium kedua pipi BamBam kemudian memeluknya lama dan barulah ia berjalan memasuki rumahnya.

"Da dah Bamie... Hati-hati dijalan!!"

BamBam tersenyum sambil membalas lambaian tangan sahabatnya itu, barulah saat dilihat Lisa memasuki rumah orang tua Alisa, ia kembali ke dalam mobil dan meninggalkan area kompleks rumah tersebut.

Pak satpam yang jaga jangan ditanya! Dia cuma bisa melongo pas liat Lisa nyium BamBam.

_£_

Lisa masuk ke dalam rumah Alisa, ahhh ralat.. Sekarang ia lah yang menggantikan gadis tersebut jadi ini juga rumahnya.

Sepi. Itu yang ia dapati dalam rumah ini. Untung Lisa ingat kalau kedua orang tuanya yang sekarang sedang pergi mengurus pekerjaan masing-masing. Ayahnya yang berprofesi sebagai CEO perusahaan saat ini sedang mengurus perusahaan pusatnya yang ada di Swiss, sedangkan Ibunya seorang desainer yang saat ini tengah ditunjukkan sebagai juri pemilihan model disalah satu rumah mode Paris.

Tak diragukan lagi kalau keluarga Alisa adalah keluarga terpandang didalam maupun luar negeri. Tapi kenapa ia masih saja dibully, padahalkan orang tuanya memiliki pengaruh yang besar dalam bidang apapun. Jawabannya hanya satu, karena Alisa sangat mencintai Jaehyun.. Jadi saat ia diancam akan dibenci oleh Jaehyun kalau sampai kasus pembullyan ini sampai bocor ke telinga orang tua Alisa, maka gadis itu menurut dan selalu menutupi kasus pembullyannya. Miris. Kata itu yang ada dalam benak Lisa saat tau betapa besar cinta Alisa untuk Jaehyun, namun pria tersebut malah menyia-nyiakan gadis ini.

Lisa meremat dadanya yang terasa sesak saat mengingat kejadian-kejadian yang telah menyiksa fisik dan bati Alisa.

"Kalaupun gak mati, seengaknya mereka bakal gua bikin sengsara seumur hidup." Gumam Lisa sambil menatap nyalang foto Jaehyun yang dipajang tepat didepan kamarnya.

"Tunggu permainan dari gua! Cepat atau lambat kalian bakal nerima karma dari Yang Maha Kuasa lewat perantara seorang Lalisa Manoban."

Buakkk

Foto Jaehyun yang tertempel didepan kamarnya ia tinju, lalu dengan penuh dendam ia robek dan diinjak-injak foto tersebut sambil membayangkan wajah si brengsek.

_________________________

Suatu saat, perbuatan jahat yang pernah kau lakukan akan berbalik padamu cepat atau lambat. Ingat, karma is real!
-Author Rey-

TBC~~~

TRANSMIGRASI MODERENCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang