Ini sudah hari keempat dimana Yeji dan Yeonjun bertengkar, selama empat hari ini Yeji sangat amat menghindari Yeonjun. Dia benar-benar tidak ingin bertemu dengan seseorang yang masih berstatus sebagai pacarnya itu walaupun pria tersebut gak sekali dua kali menghampiri kosannya.
Jika ini adalah hari keempat Yeji dan Yeonjun bertengkar, maka ini adalah hari keempat dimana Ryujin menggalau. Bahkan Lia dan Yeji juga bingung kenapa Ryujin yang galau jika yang hubungannya terancam adalah Yeji.
Benar, Ryujin belum bisa menceritakan bagaimana Soobin menatap Lia. Bahkan memalingkan pandangannya dari punggung Lia aja tidak. Itulah yang membuat Ryujin uring-uringan.
Dia merasa sedikit cemburu namun cukup tahu diri untuk melakukannya. Sejujurnya dia ingin menyalahkan Lia, namun tidak bisa. Lia bukanlah seseorang yang bersalah disini, yang salah adalah dirinya sendiri yang sangat pengecut.
Ryujin selalu berfikir bahwa, "iyalah. Gue kalau jadi Soobin juga pasti lebih milih Lia daripada gue sendiri." Seperti itu.
Kalau boleh jujur, ini adalah cara berfikir wanita yang sedang tidak percaya diri. Padahal setiap orang pasti memiliki suatu hal yang menarik bagi lawannya. Bukan berarti juga, kamu tidak menarik. Semua orang punya pesona masing-masing.
Begitu juga dengan Ryujin dan Lia, tidak bisa dibandingkan karena mereka sama-sama cantik dengan pesona yang berbeda.
Tapi Ryujin tetaplah Ryujin, seorang gadis dengan tubuh kecil, rambut pendek, dan memiliki senyum mirip kucing itu merasakan hal yang dialami oleh setiap wanita didunia. Yaitu insecurity.
"Makan enak yuk?"
"Ayooo!!!" bujuk Lia ketika tidak ada salah satu dari temannya mulai menggerakan badannya. "Ayooo, Shin. Ayooo Hwang." Mendengar rengekan Lia yang semakin menjadi, akhirnya Ryujin mengangkat badannya dari kasur empuk milik Yeji.
Melihat Ryujin bangkit, Lia ikut bangkit sambil menarik Yeji untuk membuat Yeji berdiri juga. "Yuk!" ucap Lia sambil menarik kedua temannya keluar kamar Yeji.
Namun saat sedang menunggu Ryujin untuk menutup pagar kosan, tiba-tiba terdapat mobil fortuner berwarna hitam gelap didepan kosan mereka. Yeji yang sadar jika itu adalah mobil Yeonjun mulai menegangkan tubuhnya, terlihat takut dan malas melihat ketika melihat mobil hitam itu berada didepan kosannya.
"Shin, ada Yeonjun." Bisik Lia ke Ryujin yang masih sibuk dengan kegiatan menutup pagarnya.
Mendengar bisikan Lia, Ryujin membalikkan tubuhnya dengan muka yang sangat tidak bersahabat. "Ngapain lo?" tanya Ryujin ke Yeonjun sambil menggenggam tangan Yeji. Hal yang sama pun dilakukan oleh Lia. Karena jika tidak di jaga seperti ini, Yeonjun bisa saja membawa paksa Yeji begitu saja.
"Urusan gue sama Yeji." Desisnya tajam.
"Urusan Yeji, urusan gue juga. Apalagi kalau menyangkut sama setan kayak lo." Desis Ryujin tidak kalah tajamnya.
Tinn tinn
Disaat sedang panasnya, ada seseorang yang menginterupsi mereka berempat. "Lia, ayo."
Lia menolehkan kepalanya kearah pria yang baru saja keluar dari mobil honda civic berwarna putih itu. "Jaemin..."
Ryujin sedikit terkejut melihat Jaemin disini, apakah Lia yang mengundangnya atau...
Sebuah kebetulan?
"Ohh.. Ketemu lagi kita bro?" Jaemin menyapa Yeonjun yang sudah berada didepan Yeji sekarang dengan senyuman yang sangat manis. Yeonjun mencebikkan mulutnya, dan langsung menarik Yeji ketika melihat tangan Lia melonggar. "Kak, lepasin!" teriak Yeji menahan tubuhnya saat didorong Yeonjun untuk masuk kedalam mobilnya.
