9. Stick

23 0 0
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

"Lo serius bakal masuk?"

Hena merotasikan matanya mendengar pertanyaan Doyoung yang sudah diucapkan berkali-kali itu. Kemudian dia menatap pintu yang terbuka pelan itu.

"Iya, lo tunggu gue di mobil aja." ucap Hena dengan melangkahkan kakinya ke dalam mansion dengan nuansa elegan itu.

Doyoung berdecak pelan melihat Hena yang keras kepala. Tapi dia tetap mengikuti perintah Hena untuk menunggunya di dalam mobil.

Hena kini melangkahkan kakinya dengan angkuh dan tatapan yang datar—tanpa ekspresi sama sekali. Dia juga sudah berganti pakaian, dengan kaos warna putih dipadukan dengan blazer warna cream dan juga celana wide jeans terang.

"Permisi, non. Sudah ditunggu tuan dan nyonya di meja makan." ucap salah satu maid yang menunjukkan jalan ke arah ruang makan. Dan Hena hanya mengikutinya tanpa membantah sama sekali.

Sesampainya di ruang makan, Hena menatap satu-satu orang di sana. Ada ayahnya yang hanya meliriknya sekilas dan melanjutkan makannya. Kemudian Herin—yang menatapnya dengan sinis. Dan yang terakhir ada nenek lampir yang melemparkan senyuman palsunya itu.

Dia melihat ada kursi kosong di samping Herin dan Haneul—si nenek lampir. Hena berdecak pelan malas jika harus duduk di samping mereka. Kemudian dia melangkahkan kakinya ke arah ujung meja, bersitatap langsung dengan Changmin—ayahnya.

Dan dengan santai Hena menaruh tas kecilnya ke belakang kursi dan duduk dengan elegan.

"Kamu tidak sopan sekali, ya! Ada orang tua disini, main nyelonong aja!" ucap Changmin dengan berhenti makan. "Kayak gapernah diajarin sopan santun."

"Emang ga pernah." ucap Hena dengan santai sambil memanggil beberapa maid untuk mengambilkan makanan.

Melihat Changmin akan meledak, Haneul langsung memegang lengannya untuk meredam emosi.

Haneul tersenyum simpul.

"Biar aku aja yang ambilin makanan." ucapnya dengan mengambil alih beberapa lauk dari maid.

Hena hanya menatap malas ke arah Haneul yang sok dekat dengannya itu.

"Maaf ya mama gatau kalo kamu bakal pulang jadi sekarang mama cuman masakin makanan kesukaan Herin aja." jelas Haneul dengan menuangkan beberapa udang bakar ke piring Hena.

"Kamu ga perlu minta maaf, udah dikasih makan aja udah bagus tuh anak!"

Mendengar ucapan ayahnya, lagi-lagi Hena hanya bisa merotasikan matanya. Setelah memberikan lauk pada Hena, Haneul kembali lagi ke tempatnya.

Hena menatap datar ke arah piringnya. Kemudian dia menyuapkannya ke mulut, tapi belum sampai ia makan ada suara yang mengintrupsikan.

"Ayah mau tanya, kamu apain Herin di sekolah?!"

Bully | Lee JenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang