Mobil Off keluar dari pekarangan rumah Tay, Off baru saja mengantar Tay yang berubah menjadi manusia mendiam. membuat Off terus mengomelinya selama diperjalanan karna dicueki. Off pikir Tay berubah menjadi manusia kulkas sebab mengetahui Singto juga seorang gay itu sebabnya selama diperjalanan Off menceramahi Tay dengan Undang-undang hak asasi manusia. Padahal Tay pendiam bukan hanya karna itu melainkan dia kini kembali melihat mahkluk menyeramkan itu ada didalam kaca spion mobil Off.
Tay membuka pintu, masuk kedalam rumah besarnya yang nampak sepi dengan langkah gontai.
"Tay! "seorang wanita paruh baya keluar dari arah dapur memanggil namanya. Tubuhnya masih nampak bugar karna sering berolahraga dan menjaga pola makan yang sehat sehingga jika Tay berjajar dengan wanita itu seperti terlihat seorang kakak perempun dengan adik laki-lakinya bukan mama dan anaknya.
"Hem. " Tay menghempaskan tubuhnya disofa, emosi dan energinya terkuras habis hari ini. Padahal dia hanya bersantai dikafe seharian sambil menunggu Off menyelesaikan tugas kelompoknya dengan diikuti oleh mahkluk astral sebagai pelengkap.
"Tugas kelompoknya sudah selesia? " tanya Mama Wira Mama Tay Tawan , seorang pengusaha sukses dibidang property.
"Hem. "
"Terus Offnya kemana? "
"Pulang. "
"Tumben, biasanya baru mau pulang setelah puas godain Mama dan mendapatkan semburan dari kamu. Ya sudah kamu istirahat dulu keliatan capek gitu, nanti kalau mau mandi bilang biar Mama siapkan air hangat. "
"Hem. " Tay akhirnya bangkit dia berjalan seperti zombie, tak bertenaga menuju kamarnya yang berada dilantai dua.
"Tumben jadi irit bicara." Wira melihat punggung anaknya yang sudah berada ditangga paling atas.
___-___
Hampir saja Tay terkena serangan jantung. Dia baru saja membuka pintu kamarnya dan mahkluk aneh yang seharian membuatnya ketar ketir kini telah berdiri didekat jendela. Wajahnya sama hanya ada perbedaan dari segi aura yang dia perlihatkan, kalau yang tadi yang sempat Tay lihat dikafe adalah wujud iblis dengan bulu sehitam bulu gagak menakutkan. Kini adalah kebalikannya dia adalah malaikat dengan bulu sayapnya berwarna putih angsa yang berkilauan, tanduknya juga hilang, kuku panjangnya yang tadi berwarna hitam dan mengerikan kini bersih dan terlihat sangat cantik untuk mahkluk berjenis kelamin laki-laki seperti dirinya, kulitnya seputih susu dan nampak halus bahkan wajah dengan urat-urat hitam serta seringaian menyeramkan yang sempat Tay lihat berubah menjadi senyum bayi yang tak berdosa, untuk beberapa menit Tay sempat terpana.
Tenangkan dirimu Te jangan mati konyol hanya karna melihat malaikat yang tengah berdiri dikamarmu. mungkin saja dia malaikat pencatat amalmu, siapa tahu. kau hanya perlu pura-pura tidak melihatnya seperti tadi.
Akhirnya Tay memberanikan diri melangkah memasuki kamarnya sengaja dia membuka pintunya untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, seperti kerasukan dan semacamnya Tay bisa langsung berlari keluar dan meminta tolong Mamanya . Lagi pula Tay tidak dapat menebak siapa tahu itu memang iblis dikafe yang tengah menyamar menjadi malaikat pencatat amalnya.
Tay membuka T-shirt nya sedikit melirik dari sela-sela celah T-shirt yang sudah setengah terbuka kearah tempat mahkluk itu berdiri melihat dirinya.
Sial kenapa sekarang aku jadi malu hanya untuk bertelanjang dada dikamar sendiri! Tay tidak jadi membuka T-shirt nya ia langsung duduk disisi ranjang dekat nakas mengambil gelas berisi air yang selalu disediakan Wira. Kerongkongannya kini terasa kering karna dinginnya ac, dari balik ekor matanya Tay kembali melirik makhluk itu, merasa kesal karna mahkluk itu tidak juga pergi dari kamarnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
The My Last Breath [TAYNEW]
Mystery / ThrillerTay Tawan laki-laki yang memilih akan bunuh diri saja ketimbang menjadi objek obsesi cowok aneh dengan dua sayap indah dibalik punggungnya. Sayap yang mampu berubah menjadi sehitam bulu gagak dan seputih bulu angsa, sesuai dengan suasana hatinya. "...