empat

2 1 0
                                    

Arka dirawat dirumah sakit ini karena terkena luka tusuk oleh orang asing yang berusaha mencuri dirumah mereka bertujuh. Ia ditikam beberapa kali dibagian perut yang menyebabkan ia tidak mengikuti ujian akhir yang berlangsung beberapa minggu yang lalu. Selain ia yang tidak bisa mengikuti UAS, kata dokter pun penyembuhannya cukup lama karena pisau yang digunakan pelaku mengenai beberapa organ dalamnya, seperti lambung dan juga hati.

Hari dimana aya memasuki ruangan rawat inap arka, pria itu sudah berbaring disana selama 3 minggu lamanya. Bahkan ia sempat tak sadarkan diri hingga hampir seminggu pertama. Untungnya, kini sudah memasuki waktu libur untuk seluruh mahasiswa, sehingga keenam teman arka yang lain tak perlu lagi bolak-balik untuk menjaganya.

Pintu ruang rawat inap aya terbuka, dan menampilkan sosok anna. Ia baru saja pergi mengambil ponsel aya yang rusak akibat kecelakaan kemarin, sekaligus membelikan makan siang untuk mereka berempat. ya, berempat. dia, aya, arka, dan juga jevan yang kali ini kebagian untuk menjaga arka. Arka sebenarnya tidak perlu dijaga 24/7 toh, dia juga sudah bisa berjalan meski tak boleh terlalu banyak gerak agar bekas jahitan diperutnya tidak kenapa-kenapa.

"oh iya, dijalan tadi gue mampir ke toko buah, sekalian aja gue beliin untuk lo juga, ka," anna meletakkan keranjang belanjaannya diatas meja makan, kemudian mengeluarkannya satu persatu. 

Menu makan siang yang anna beli kali ini ialah nasi padang yang berada tak jauh dari rumah sakit. Kata mereka, nasi padang disitu cukup enak. Dan berhubung aya sudah bosan makan makanan rumah sakit, jadinya anna menawarkan diri untuk membelikan aya nasi padang ini.

"lo beli buah apa?" arka penasaran namun enggan mendekat untuk melihat barang-barang yang dikeluarkan oleh anna. Ia masih memilih diam ditempat tidurnya sembari memfokuskan pandangannya ke arah tv yang kini menampilkan series barat di salah satu channelnya.

"strawberry,"

Jawaban anna membuat jevan tergelak, "arka gak makan strawberry, na."

"lho? Jangan bilang karena strawberry itu warna pink makanya lo gak suka, ya?" anna memicing kearah arka yang juga ikut tertawa, "kaga, lah. Gue emang gak suka strawberry. Cuma gak suka aja," jelasnya

Anna menghela nafas kemudian melangkahkan kaki menuju ke arah 2 meja kecil yang berada diantara ranjang aya dan juga arka, "ya udah, nih buat lo berdua," gadis itu meletakkan 1 kotak susu di masing-masing meja. Susu strawberry untuk aya, satunya lagi susu vanilla untuk arka.

 Jujur saja, karena baru satu hari jadi anna belum mengetahui kesukaan pasien yang ada disamping aya itu. Dan rasanya tidak sopan jika ia hanya membelikan aya makanan sedangkan arka tidak ia belikan.

Lagi dan lagi, jevan tertawa. Sosok itu melangkahkan kakinya menuju ken akas arka dan meraih kotak susu itu. Ia membuka dan meminum hampir setengah dari isinya, "kok lo minum sih?! Ini kan buat arka, noh bagian lo ada dimeja!" anna kesal melihat tingkah jevan yang langsung saja mengambil milik orang tanpa permisi

"gue juga gak suka susu, na," jelas arka lagi. Dan untuk kedua kalinya, anna tertegun bak orang bodoh, "JADI LO SUKA MAKANAN SAMA MINUMAN APA ANJIR?! Kayaknya yang gue beli gaada yang lo suka, deh,"

Bukannya menjawab, arka malah asik tertawa melihat ekspresi anna saat ini. jangan tanya aya, gadis itu juga tak jauh beda dengan kondisi arka saat ini.

"arka tuh ga makan strawberry sama minum susu. Dan gue gatau lo berniat bunuh dia atau gimana, makanya lo bawain dia 2 hal yang dia gak suka," itu jevan yang menjelaskan, tentu saja. arka mana bisa menjelaskan, orang anak itu masih sibuk tertawa sambil memegangi perutnya.

"ya sudah besok besok gue gak beliin lo minuman lagi," anna kemudian kembali merapikan barang diatas meja makan dan memberikan sekotak strawberry ke aya, "nih pesanan lo,"

unfinished; jaemin [on going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang