Chapter 08

641 87 4
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"yya! bocah gila kamu ini tae, aku udah dari tadi nunggu tapi kamu malah kesiangan"

"dia bukan gila, tapi ga waras. eh bukan ga waras lagi sih cuma kehilangan akal sehat"

kedua pria itu tertawa setelah mengatakan itu, siapa lagi kalau bukan Jungkook dan Jimin. kedua pria itu baru saja menggibah temannya taehyung yang sedari tadi sudah ditunggu di area lapangan namun malah terbangun kesiangan

"bukan aku yang kesiangan, tapi jennie!"
kini pria itu malah menyalahkan gadis disamping nya yang tidak tau apa apa ini.

"apa maksudmu ?! hei tae! aku bangun jam 6 pagi kamu tau huh. kamu itu yang bangun jam 9 bukan aku" gadis naik pitam, ia mengalihkan pandangannya ke tiga gadis yang sedang bermain congklak kemudian berlari kecil meninggalkan taehyung

"mau kemana gadis bodoh!?"
taehyung berteriak dengan kencang menatap punggung jennie yang kini sudah menjauh

"kau yang bodoh!"

taehyung hanya terkekeh mendengar penuturan gadis itu, sedikit Menggemaskan pikirnya.

kemudian ia pun memulai permainan sepak bola nya yang sedari tadi di tunda bersama kedua temannya.

tak terasa sudah hampir menjelang maghrib mereka bermain, jennie bersama jisoo,lisa, rose dan ke lima teman barunya.

iya, rose baru saja mengenalkan yeri, wendy, airin, joy dan juga seulgi

kini mereka ber - sembilan tentu saja, sangat seru dan itu membuat hati jennie mencelos. ia tak pernah berekspetasi memliki temam sebaik dan se asik mereka

ia menunduk, disisi lain ia merindukan ayah dan ibunya. bagaimana ia bisa pulang ? apakah ia akan terus terjebak di tahun ini ? tidak mungkin kan.

"kamu baik baik aja ?" airin menatap jennie dengan khawatir

sementara gadis itu hanya menggelengkan kepalanya, menandakan bahwa ia baik baik saja. tidak ada jawaban apapun lagi dari airin namun beberapa menit kemudian jisoo berkata

"aku tau, kita baru aja kenalan. tapi kamu gamungkin bisa nyembunyiin masalah kamu dari kita jen kita ini teman, tapi .. apa kamu nganggep kita temen ?"

Jennie menolehkan kepalanya kepada kesembilan gadis itu, mata nya berkaca kaca. bahkan baru pertama kali ini ada teman yang begitu perhatian kepadanya ! selain Nayeon teman kecil nya dulu yang sudah pindah ke negara Austin untuk melanjutkan pendidikan

ah! ia jadi memikirkan nayeon

"aku kangen mama papa" tidak dapat ia bendung lagi, air mata itu menetes deras di pipi jennie.

membuat kesembilan gadis itu menatap jennie khawatir, bagaimanapun gadis itu berasal dari tahun yang berbeda bahkan zaman yang berbeda juga. mereka merasakan bagaimana nasib jennie tanpa ayah dan ibu di kehidupannya ini.

"tenangkan dirimu Jen, kamu pasti bisa pulang kita juga bakal ngebantu kok" yeri mengelus pundak jennie berusaha membuat gadis itu tenang

"t - tapi gimana, aku gatau tempat pulang hiks! a - aku gatau gimana aku harus pulang"
gadis itu terus terisak.

"kenapa ini ? yer! kamu apain jennie ?" pria itu, taehyung dan jimin jungkook di belakangnya kini berjalan menghampiri jennie yang sedang menangis

"gapapa tae, aku cuma kangen mama sama papa doang kok" jennie mengangkat wajahnya, terlihat mata nya begitu sembab membuat taehyung meringis dibuatnya

"jennie, kamu pengen pulang ?" kata jungkook sambil mengatakannya dengan lirih

"gak! kita gamungkin bisa ngirim jennie ke jaman itu" balas taehyung dengan sarkas, ia memeluk tubuh kecil milik jennie.

membuat, kesembilan gadis dan kedua pemuda di sampingnya itu melongo tak percaya. hey! apa yang tae lakukan saat ini.

"tae! kita bisa ngirim jennie pulang, kita bisa kalo kita ngelakuin itu bareng bareng" sambung jimin sembari mengelus pundak jennie

"iya tae! aku juga tau perasaan J, dia juga ngebutuhin ibu sama bapak. ini bukan tempat nya" airin menunduk setelah mengatakan itu

"tapi bagaimana caranya?"

"ayo kita datang ke tempat jennie pertama kali kesini"

"ah benar sekali! ayo Jen kita ke-"

"jennie ga akan pulang!"
taehyung menggeram, ia kini melepas pelukan nya sedari tadi. entah perasaan apa yang membuat nya menjadi seperti ini

ia hanya merasakan sesak di hatinya saat teman temannya mengusulkan itu, ia .. tidak ingin kehilangan jennie

benar - benar tidak mau kehilangan gadis itu di hidupnya saat ini.

"kamu kenapa sih tae, aku pengen pulang hiks please tae" jennie mendogak menatap taehyung, terlihat urat leher nya dan rahang nya yang mengeras karena isakan jennie

"ayo jen ikut aku, gak usah urusin taehyung yang egois ini" rose menarik tangan jennie, diikuti dengan teman temannya

mata taehyung sudah berkaca - kaca, tidak!
itu tidak akan pernah terjadi. ia hanya ingin jennie tetap berada disini egois memang tapi nyatanya taehyung jatuh kepada pesona jennie kim

"aku mencintaimu jennie !"

pria itu, taehyung
baru saja mengatakan nya sembari berteriak kencang membuat teman temannya yang merangkul jennie itu menghentikan langkahnya. begitu juga dengan jennie

ia tersentak kaget, apa yang taehyung katakan?

"apa maksudmu tae ?" Jungkook menatap taehyung dengan kebingungan, sembari mengepalkan tangannya. keadaan begitu panas sekarang padahal angin saat ini berhembus sangat kencang di lapangan

"aku cinta sama jennie" taehyung mengatakan itu lagi

sementara jennie ? ia menatap taehyung dengan tatapan kosong. ia tak dapat memikirkan ucapan taehyung , entah mengapa hatinya juga selalu berdebar saat bersama taehyung namun ia tidak bisa mendeskripsikan perasaanya itu.

apa ia juga mencintai taehyung ?
itu tidak mungkin! sebelum taehyung benar benar mencintainya ia harus pergi dari kehidupan taehyung. benar kata airin, ini bukan tempatnya

"jangan mencintaiku tae, ini bukan tempat ku. asalku . kita ga akan mungkin tae" setelah mengucapkan itu jennie menatap airin dengan senyum redupnya, ia kembali menangis

"aku pengen pulang! hiks" jennie merangkul lengan airin, entah mengapa ia begitu lemah sekarang. gadis lemah , itu yang ia pikirkan

"heh tae! cukup, kak jennie cuma mau pulang dan ini bukan asal kak jennie. kamu harus ngeberentiin perasaan kamu sekarang juga!"
gadis berponi itu menatap tajam taehyung geram

setelah itu, airin kembali mengajak nya pergi dari hadapan taehyung.

pria itu, benar benar hancur sekarang

gadis yang dicintainya kini akan pergi, dan ? akan pulang ke tempat asalya dengan bantuan teman temannya.

"aku tau perasaanmu tae" jimin menepuk pundak taehyung kemudian membantu taehyung untuk beranjak berdiri dari rerumputan

kini suara adzan bersahut sahutan, iya. adzan maghrib

TIME TRAVELLER
time traveller

piw kangen ? hehe
lama ga up, jadi lupa alurnya dulu kaya gimana ckck 😷 sedih sekali mamen

btw, kecepetan gasi ?

Time Traveller - taennieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang