Chapter 01

1.4K 175 3
                                        

beranjak dari ranjang kayu ituJennie memijat kepala nya yang masih merasakan sedikit pusing

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

beranjak dari ranjang kayu itu
Jennie memijat kepala nya yang masih merasakan sedikit pusing.

"aghhh aku kenapa sih . ." dia menggumam aneh, suasana diluar sangatlah berisik. membuatnya tak nyaman

mungkin ini hanyalah mimpi belaka nya , pikirnya.

ia berjalan menggapai gagang pintu rumah gubug itu , dan membuka nya. hampir tersentak karena pemandangan dedaunan dan pepohonan lebat dihadapannya.

gila memang, tapi rumah rumah itu masih terbuat dari 89% kayu.

ia menatap jam dipergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 12.00

"ckck. anak anak nakal , kenapa mereka tidak bermain game saja sih dari pada lempar lempar an batu kaya gitu" Jennie mendecak sebal melihat anak anak di hadapnnya saling melempar batu dan kejar kejaran.

memang , di lingkungannya ia jarang sekali menemukan anak kecil beramai ramai pergi berlalu lalang sambil bermain permainan tradisional itu. bahkan hampir tidak pernah

jennie menutup pintu itu ,
ia mulai berjalan menyusuri jalanan becek yang penuh dengan lumpur

ia baru menyadari bahwa ia tidak membawa tas, namun ia menotice handpone dan uang ratusan di sakunya. ia menghela napas nya lega

"untung aja bawa duit, kalo engga aku ga bisa makan nanti"

dia melanjutkan perjalanannya,
di pinggiran sungai, ia melihat remaja remaja yang menurutnya terlihat nakal dengan style yang lumayan ughh kuno.

memang benar, ia belum menyadari bahwa sekarang ia berada ditahun itu. ditahun 1978

ia menggunakan apk google maps nya yang berada di benda kecil miliknya itu, ia merasa risi ketika menotice warga warga disitu menatap Jennie dengan kebingungan.

dia terus mencoba google maps itu , namun nihil. tidak ada sinyal ataupun petunjuk. atau mungkin sedang error atau kuota internet nya yang menipis? ah tidak tau. mungkin ia akan bertanya dimana letak konter didaerah itu.

"permisi kak, boleh nanya konter hp ga? soalnya kuotaku kaya nya abis terus aku mau pulang juga hehe" sapanya ke remaja remaja itu.

remaja remaja itu menatap jennie aneh dan bingung

"kamu bilang apa? konter konter. kuota itu apa?" sarkas salah satu remaja

Jennie tersentak kaget,
ckck ia tidak bisa dibodohi dengan remaja nakal kawan, oh ayolah menyerahlah kawan.

"kak saya nanya baik baik loh , ckck bro c'mon aku pengen balik" jennie memaksa remaja remaja itu untuk memberitahu letak konternya

"ya! kamu bicara apa? aku nggak tau kamu ngomong apa" remaja itu mulai membentak jennie

"terus yang dibawa kamu itu apa? liat sini"
Jennie menyingkirkan handponenya saat ingin direbut

"mau apa? mau maling kan, cih gamodal banget jadi orang. awas aja kalo macem macem ntar mas saya--" pembicaraan jennie terpotong karena ada pria yang menyauti

"ada apa jim?"

pria itu menyauti jennie ,
jennie menengok kebalakang dan mendapati seorang pria tampan dengan style yang masih saja seperti orang kuno .

"dahlah dahlah saya pergi dulu kak , makasih" saat ia ingin melangkah pergi, seseorang menarik lengannya membuatnya menabrak dada bidang pria tampan itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"dahlah dahlah saya pergi dulu kak , makasih" saat ia ingin melangkah pergi, seseorang menarik lengannya membuatnya menabrak dada bidang pria tampan itu

"yya ! apaini ?!" Jennie berjalan menjauh dari pria itu , cih seperti pria mesum saja. pikirnya

"kamu bawa apa itu?" Pria itu mengintrogasi jennie

"kepo banget sih? emang gatau yang aku pegang ini apa, ya hp lah !" dengan juteknya ia membuang muka acuh pada pria itu

"hp itu apa?" dia menatap jennie bingung

"kamu orang mana sih? kamu gapunya ininya sampe gatau namanya? biasanya remaja remaja terus bocil bocil aja main game cih masa gatau" Jennie masih mendecak sebal

"aku sama temen temen emang gatau itu apa" Balasnya

jennie gelisah, ia menatap sekelilingnya
menatap pohon pohon yang masih lebat, dan rumah rumah kuno yang bertebaran di sekitar desa itu.

"ini tahun b - berapa?" tanya nya pelan namun masih dapat didengar oleh pria itu

"1978" balas pria itu enteng

༒ TIME TRAVELLER ༒
time traveller

cie cie yang kegantung huhu .
maapin yyah ! besok bakal up lagi kOo.
btw ini cringe banget gasi?

Time Traveller - taennieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang