Chapter 10

528 80 19
                                        

"Tae! ayo buruan ah"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tae! ayo buruan ah"

seorang pemuda yang dipanggil tae itu berjalan dengan lesu, pagi ini ia akan mencari misteri gadis kesayangan nya Jennie bisa sampai di zaman seperti ini.

bahkan semalaman, ia tidak bisa tertidur dengan tenang karena pikirannya dipenuh bayang - bayang dirinya dimasa depan, Jika jennie nya pergi. ia berpikir pasti ia akan menjadi pria ter sadboy dimuka bumi ini dan juga mungkin ia bisa menjadi pria depresi.

Ia sudah benar - benar jatuh kepada pesona gadis itu. ia mencintainya

"bu! aku dan tae pergi ya"

Jennie mencium pipi sebelah kanan ibunya, bahkan ia juga memikirkan ini. bagaimana jika jennie pergi, ia akan menjawab pertanyaan ibu nya bagaimana nanti ?

"nggih nduk, hati - hati"

melihat hal kecil itu, taehyung memalingkan wajahnya. melihat ibunya mengelus rambut gadis itu membuat perasaan nya menjadi campur aduk antara tidak rela dan khawatir

Kini mereka berjalan berdampingan, mengayunkan tangan kedua nya karena mereka saat ini juga saling berpegangan tangan. semua orang yang melihatnya oasti mengira mereka adalah sepasang kekasih

"Ini apa tae ?"

"6 tahun yang lalu kita habis dijajah jen, ini namanya bambu runcing. kemaren om ku di cambuk pake ujung runcing ini sama penjajah sialan itu"

Jennie mengingat itu! iya, tahun itu kan jamannya PKI menyiksa para warga di indonesia. apalagi di daerah jogja

"Ibuku waktu masih muda melihat sendiri. penjajah membawa kepala yang sudah dipotong. keliling kampung— jadi jam 6 sore itu semua anak anak harus udah masuk rumah kalo engga ntar penjajah bisa nembak kita. bahkan ibuku juga pernah kena tembakan dikakinya, bukannya diobati tapi penjajahnya malah ngasi garem di luka ibuku"

Jennie membayangkan itu dengan seram, berarti masih ada satu kejadian lagi yang akan terjadi di indonesia ? ia bingung, memberi tahu kepada taehyung saja atau tidak. karena di tahun berikutnya akan terjadi bencana alam besar di indonesia

"Tae— .. aku"

"JENNIE TAEHYUNG! AKU NEMUIN SESUATU"

suara teriakan itu terdengar dari gubuk disamping mereka. Iya, mereka hampir kebablasan karena asik bercerita sedari tadi

"Ini! ini bola apa ? jen, kamu waktu pertama kali kesini megang bola ini emang ?"

Jennie merebut bola kecil itu, berwarna hitam pekat dilapisi kaca. itu terlihat seperti jimat alien menurutnya

"Aku .. engga inget, aku— aku waktu itu ada di pantai! tapi tiba tiba aku udah ada disini"

Airin memegang bola kecil itu
" ini kaya .."

"METEOR!"

Jimin berteriak saat mengingat nama benda apa itu. ia memang suka membaca buku tentang astronomi di angkasa dan meteor itu yang ia ingat

"meteor ? kenapa ada disini ?"

Jennie menggeleng pelan, tak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar. meteor berada di dekatnya waktu itu ? berarti semua perjalanan waktu ini terjadi karena ..

"hujan meteor ? BERARTI PAGI ITU TERJADI HUJAN METEOR!"

semuanya melotot tak percaya, jadi ternyata semua ini terjadi karena sebuah meteor yang terjatuh tepat di hadapan jennie. namun sangat mustahil jika hanya hujan meteor ia bisa terpental sangat jauh di tahun ini

"Jennie, coba kamu inget inget lagi"

Jennie menyentuh keningnya memejamkan matanya berusaha mengingat ingat kejadian beberapa minggu yang lalu.

"sh!t. aku tidak mengingat apapun hiks bagaimana ini"

"tunggu."

"Jim, apa kamu tau ini rumah punya siapa?"

Jimin juga berusaha mengingat ingat
"eum.. ini rumah sulli"

"sebentar, tapi bukankah sulli sudah dinikahi pria kaya yang kemarin melamar nya itu ya?"

"Ya! lisa apa kau tau rumah sulli sekarang?"

Lisa mengangguk dengan cepat
"jen ayo!"

namun jennie, gadis itu malah terdiam di tempat dan juga tak menghiraukan teman temannya yang berada disana.

"Jen kamu mau pulang kan?"

Jennie menatap mata taehyung dengan sendu. "sulli.. adalah nama nenekku"

tentu saja pengakuan itu membuat siapapun yang disana menjadi terkejut. hey! sulli masih muda btw— ia juga baru menikah beberapa bulan yang lalu dan juga tentu sama belum mempunyai cucu.

"Jen kau mengarang, sulli bahkan belum hamil"

puk! Jungkook memukul pelan kepala Rosé mendengar itu. "Jennie dari masa depan bodoh"  Rosé menatap dengan sebal jungkook karena baru saja memukul seorang gadis

"sudah jangan bertengkar!"

"berarti, rumah ini milik nenekmu Jen? dan berarti ada sangkutan nya dengan mu yang sampai sini jen"

entah disini Jimin benar benar sangat pintar berpikir. apakah karena efek meteor? mustahil sekali.

"Ayo kita kerumah sulli!"

"tapi sulli pasti akan menganggap kita orang gila hey! pikirkan itu dulu"

Jennie yang sedari terdiam mulai memejamkan mata dan bergumam
"aku tau semua tentang nenekku. kita harus ngeyakinin nenekku sama pernyataanku"

semuanya bernafas lega. dan mulai berjalan menyusuri kampung sembari bercerita tentang masa depan dari jennie.

"Jen, ini rumahnya"

Jennie menatap bangunan kokoh dan mewah dihadapannya. bahkan ini baru pertama kali nya sejak ia berada di tahun ini, hanya rumah ini salah satunya

"Ini.. INI RUMAHKU! berarti"

Jennie tak habis pikir dengan apa yang terjadi sekarang, jadi selama ini .. kampung halaman ini adalah perumahan nya di masa depan? astaga! ia tak menyadarinya

"Jadi kalian tetanggaku!"

Semuanya kembali terkejut mendengar penyataan itu. jadi di masa depan, mereka semua bertetangga dengan Jennie?

"wah! jen gimana rumah kita jaman dulu? apa makin bagus dan juga aku punya suami ganteng atau engga?"

Jennie berusaha mengingat letak rumah teman temannya jika di bayangkan letak nya di masa depan.

"Lisa, rumahmu berada tepat di belakang rumahku.. jadi kau menikah dengan .."

"dengan siapa?! astaga aku harap aku memiliki masa depan yang cerah"

"kakek kuki.. jungkook?"

༒ TIME TRAVELLER ༒
TIME TRAVELLER

waduh, gimanaa nasib jennie ya? waktu tau fakta kalo temen temen nya itu tetangga nya di perumahan ahahahaha! anww sumpah ini makin cringe banget cerita ku

mmf yaa slow update terus mwhehehe. see u

Time Traveller - taennieCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang