Goresan Tinta → 48. Tak Lagi Sama.
.
.
.
⸙͎⸙͎⸙͎
Semua telah berbeda, banyak yang hilang dari tempatnya, meninggalkan lubang yang menganga.
Luka yang masih terasa sakitnya, pedih yang tiada habisnya, sedih yang tiada ujungnya, air mata yang turun tiada hentinya.
Bersama kesunyian malam yang menerpa,
sedang menangis tersedu disana, tak ada yang tau dengan keadaan dia yang sebenarnya.
Dia yang begitu ceria namun punya sejuta luka, dia yang baik hatinya namun sering dibuat terluka, dia yang mencoba untuk selalu ada walau disaat sedih melanda dia hanya sendiri saja.
Dia selalu menahan tangisnya disaat banyak orang disekitarnya, namun berubah menjadi sangat rapuh disaat tiada siapa-siapa.
Dia yang terlampau kuat menahan beban yang berat, yang dia butuhkan sekarang hanyalah rehat.
Walau itu takkan menghilangkan rasa sakitnya, setidaknya dia bisa memulihkan tenaga untuk kembali terlihat baik-baik saja di keesokan harinya.
sndykalagirl_
⸙͎⸙͎⸙͎
[15 Mei 2021]
148 words.
KAMU SEDANG MEMBACA
Goresan Tinta
PoesíaRangkaian kata yang mungkin dapat mewakilkan perasaan kalian. Lepas sejenak topengmu itu, istirahat itu juga perlu. Bukan berarti kamu lemah, tapi merasa lelah adalah hal yang lumrah. [Selesai] Goresan Tinta Written by sndykalagirl_ ©2021
