(36) Disaster

2.3K 299 110
                                        

Hanya ketukan jemari yang terdengar di ruangan setelah seseorang di hadapannya berbicara, itu yang dirinya lakukan.

Terduduk di meja kerja, dengan banyak tumpukan berkas yang harus diselesaikan. Cha Eunwoo terlalu lama mengurung diri hingga meninggalkan banyak pekerjaan. Ia terpaksa datang ke perusahaan, para bawahan membutuhkannya. Ia lakukan, tetapi tetap sama dirinya hanya terdiam meratapi nasib.

"Direktur Cha?" Panggil seseorang yang duduk di hadapan meja kerjanya, yang pasti semua orang tahu pria itu adalah Suho. Eunwoo terus diam dan tak menyahut.

Ketukan jari ia hentikan, ketika mendengar panggilan itu. Akhirnya ia menoleh, ke arah pembicara.

"Saya tak menyangka bisa melangsungkan proyek besar ini dengan perusahaanmu, Direktur Cha. Ini sebuah kehormatan untukku." Sanjung Suho dengan senyum lebarnya, namun tak ada reaksi apapun dari lawan.

Eunwoo hanya terdiam, menatap penuh kekosongan. Tersirat sebuah derita.

Suho hanya bisa menunggu, tak mungkin ia terus menyadarkan lamunannya, jujur pria itu terlihat seperti orang gila.

"Dimana Jisoo?"

Eunwoo bertanya dengan tatapan tajam dan itu berhasil membuat Suho tertegun, itu melenceng dari topik. lagipula untuk apa menanyakan Jisoo? Suho tersenyum pahit.

"Apa saya harus menjawab?" Kalimat tanya itu Suho layangkan yang terkesan menantang, dan tatapan menyelidik juga ia lempar.

Umpatan dalam hati Eunwoo lakukan, entah mengapa ini benar-benar menyebalkan. Semuanya membuatnya muak.

Jika seseorang menyangka Suho tidak tahu apa-apa, maka itu salah besar. Ia bukan pria yang akan tinggal diam, sejak kejadian makan malam bersama ia merasa janggal dan itu membuatnya sesak, tatkala Eunwoo mengatakan jika pria itu memiliki hubungan dengan Jisoo. Dirinya mencari tahu, apa yang dimaksud dengan hubungan itu. Dan terlebih lagi—Suho tahu betul cara Eunwoo menatap calon istrinya.

Ia takut, dan tak akan membiarkan Jisoo pergi darinya. Meski menyakitkan, namun ia tak menyerah.

"Saya senang bisa bekerja sama denganmu hingga akhirnya proyek selesai dengan sempurna." Ungkap Suho memutuskan suasana yang tiba-tiba sengit. Lalu bangkit dengan mengulurkan tangan, guna berjabat. Ini telah selesai.

Lagi-lagi Eunwoo hanya bungkam, dan membalas jabatan tangan itu tanpa beranjak dari duduknya.

"Saya dengan senang hati ingin anda menghadiri acara pernikahanku bulan depan dengan Kim Jisoo, Direktur Cha."

Pengungkapan itu berhasil membuat Eunwoo tercekat, hingga ia merasa begitu panas di dadanya.

"Terima kasih atas bantuan anda selama ini, Direktur. Saya berhutang banyak padamu." Tutur Suho tanpa berhenti memberikan senyuman yang lebar, dan berniat pamit untuk keluar.

"Bring Jisoo to me, then."

Suho tegang seketika, tak mengerti mengapa Jisoo selalu ada di setiap kalimatnya.

"Maaf?"

Eunwoo tersenyum miring, melihat reaksi itu.

"Aku melakukan ini semua hanya untuk mendapatkan Jisoo kembali, sama sekali bukan keinginanku untuk bekerja sama denganmu jika Jisoo bukan alasan di balik itu." Desis Eunwoo tajam.

'Sial!'

Suho tak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar, itu menyakitkan jika benar. Untuk kedua hal, Jisoo sebagai alasan dan perusahaannya hanya sebuah ancangan. Apa dibalik semua itu?

"Saya tak mengerti apa yang anda bicarakan, Direktur Cha." Suho tertawa kaku, yang hanya mendapat tatapan mematikan.

"Jika kau berhutang, maka bawa Jisoo padaku." Tegas Eunwoo.

Waste Of TimeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang