"Y/n chan..kau dimana?" Hinata menggigit kukunya dengan perasaan khawatir.
Terlebih lagi Y/n belum kembali ke kelas dan jam masuk telah berdering.
Guru paling killer akan datang sebentar lagi.
Hinata akhirnya menghela nafas pelan,"Y/n -chan semoga kau baik-baik saja"..
.
.Plak!
"Anak ini genit sekali ya?! Bisa-bisanya meminta bantuan seorang lelaki! Bawa makanannya sendiri dasar bodoh!" Cia membentak gadis yang tersungkur di hadapannya.
Y/n hanya bisa menangis,merasakan kebas pada pipi kirinya yang memar.
"M-maaf..aku minta maaf.." ia hanya bisa menggumamkan kata-kata itu berulang kali,entah apa yang akan ia ucapkan ia tidak tahu.
"Terus saja meminta maaf! Maaf tidak akan mengubah sesuatu!"
Plak!
"Cia" Yuma yang dari tadi bersender di tembok mulai memanggil sahabatnya itu.
"Ya?" Cia menjawab.
"Kau terus menampar pipi kirinya,apa tidak mau yang lain?" Yuma membuang stick permennya lalu mengambil permen lain dari saku roknya.
"Ah ya aku lupa." Cia menyeringai lalu melayangkan tangannya lagi.
Plak!
Y/n menangis dalam diam,pipinya terasa sangat sakit dan kebas di saat bersamaan.
Pukulan anak ini bukan main-main,pantas saja ia di sebut sebagai preman perempuan di sekolah.Yuma mengibaskan tangannya kepada Cia,menyuruhnya untuk menyingkir.
Cia mengangguk,memberikan ruang untuk bos-nya itu.Yuma berjongkok di hadapan Y/n yang masih terus menangis.
Yuma menatap wajah gadis itu,terlihat lesu dan menyedihkan.Yuma menatap Y/n bosan,ia mengeluarkan permen gagang dari mulutnya.
"Y/n,kulitmu sangat mulus,tetapi penuh luka ya."
Y/n tidak menjawab,kalau ia menjawab maka nyawanya yang akan melayang.
Mereka hanya bermain kata tidak bermain tanya-jawab.Yuma tersenyum miring.
"Kalau begitu aku ingin lukanya lebih banyak."
Bugh!
Kali ini Y/n sedikit berteriak lantaran rambutnya di jambak lalu kepalanya di benturkan pada tembok.
Benar-benar menyakitkan."Yuma-san...ku-kumohon hentikaaan!.." Y/n tidak dapat berdiam lagi,ia berteriak berusaha melepaskan cengkraman Yuma di rambutnya.
Yuma makin tersenyum,ia memasukan kembali permen kedalam mulutnya.
"Suaramu terlalu kecil,aku tidak bisa mendengarmu Chikagura-san."Bugh!
Y/n terisak,kepalanya telah terlepas dari genggaman gadis itu dan ia menunduk menahan sakit dari sekujur tubuhnya.
Ini menyakitkan,ia mau menyerah."Oh,iya satu lagi." Yuma makin tersenyum lebar.
Plak!!
Dan kali ini pukulannya tidak main-main.
Tamparan Yuma dua kali lebih kuat daripada tamparan Cia."Sakit..kumohon Yuma-san.." Y/n menangis lemah,ia telah kehilangan rasa pada wajahnya,kepalanya sakit,perutnya linu karena di hajar.
"Bukankah ini terlalu keras?..kita semua disini wanita.." Y/n akhirnya membuka suara tentang uneg-uneg yang ada di hatinya.
Mendengar itu Yuma memiringkan kepalanya.
"Tahu apa kau tentang kekerasan dan wanita?" Nada suara yang dikeluarkan Yuma sangat dingin,membuat bulu kuduk Y/n berdiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
my love for shy girl [Chifuyu matsuno × reader]
RomanceY/n adalah seorang gadis pemalu yang tidak pernah merasakan kasih sayang sebelumnya. Gadis terbuang yang hanya bisa membayangkan sebuah cinta dari orang-orang untuknya. Disaat dirinya sedang terpuruk,tidak ada yang menyayanginya bahkan sekedar mengh...