Zhanyi
Mature
Fantasy
::
::
::
Seharusnya Zhan masih harus menimba ilmu di fakultas favoritnya. Bercanda, bertanya, mengeksplorasi tiap buku yang belum ia jelajahi. Walau bukan seorang kutu buku, setidaknya Zhan bukanlah pemalas yang tidak mau berurusan dengan timbunan lembar kertas yang katanya jendela dunia itu.
Bukan dianugerahi otak jenius, pun bukan terlahir dengan dunia di bawah kaki, nyatanya Zhan mampu berdiri dengan berdikari. Tanpa sanak saudara merantau ke kota sekedar mengadu nasib sembari menimba ilmu setinggi langit.
Setidaknya kenyataan menampar dirinya kini. Berjalan mengikuti pemuda yang lebih muda, berada dalam dunia khayalan yang jangankan ia bayangkan, terlintas dalam otaknya pun tidak pernah.
Zhan adalah pemuda logis yang mengedepankan logika dan semangat juang untuk meraih semua asa dan tujuan. Dan ketika ia dihadapkan dengan dua sisi yang berlawanan, otaknya menjadi buntu seketika.
Udara dingin menusuk setia sendi dan tulang Zhan begitu ia keluar dari gua tempat mereka bersembunyi. Tidak ada pilihan selain keluar dari sana, mencoba mengikuti perjalanan takdir yang mencoba membawanya entah ke mana.
Berkali kali ia menyatukan kedua telapak tangan dan menggosokkannya sekedar menyalurkan kehangatan ke dalam tubuh. Yah, setidaknya dengan bergerak, tubuhnya tidak sekaku sebelumnya. Ucapan terima kasih juga tidak luput dari bibir tipisnya tatkala yang lebih muda menyalurkan energi spiritualnya sekedar memberi tambahan energi.
Seperti kali ini, entah sudah berapa lama mereka menuruni gunung yang terjal ini. Melihat sekeliling yang tidak berlapis salju dan suhu udara yang hangat, diperkirakan mereka telah dekat ke kaki gunung memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Suara gemuruh dari cacing pita dari tubuh Zhan membuat semburat merah di pipinya. Bukan salah tubuhnya jika minta diisi, tetapi karena hampir seharian ia berada di dunia ini tetapi tidak sesuap nasi pun berlalu melewati kerongkongannya.
" Maaf, tapi, apakah bisa kau tahan sampai desa terdekat?" Tanya Yibo yang tersadar jika rekan seperjalanannya kelaparan.
Raut wajah lelah nampak jelas dari tubuh Zhan. Maklum saja, dia hanya manusia biasa tanpa dibarengi energi spiritual, wajar jika dia mudah lelah karena hal semacam ini.
" Yah, mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain. " Jawab Zhan yang tengah duduk sambil meluruskan keduan kakinya. " Aku penasaran, apa kamu tidak lapar? Kulihat dari kemarin kita ini tidak makan tetapi kau terlihat tidak lelah sedikitpun. "
Yibo paham akan rasa penasaran Zhan, ia mendekat lalu duduk di sebelah yang lebih tua. Ketika ia menaikkan telapak tangan kanannya ke udara, Zhan paham jika ia akan menyalurkan energi untuk dirinya. Benar saja, tidak berapa lama terlihat cahaya biru muda terkumpul di sekitar telapak tangan Yibo.
" Sebagian besar orang yang telah mampu mengaktifkan energi spiritual, mereka menjadi minim makan dan minum. Energi ini yang lebih banyak mengisi tenaga dari tubuh kami. Jika kita sampai ke desa tempat klan ku tinggal, mungkin kau juga akan belajar bagaimana mengaktifkan energi ini. " Terang Yibo lalu mengarahkan energinya ke telapak tangan Zhan yang telah menyambut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ramalan
FantasyDalam dunia kultivasi, tertulis dalam batu besar di atas gunung salju eve jika akan ada seorang penyelamat yang datang dari dimensi lain yang akan mengembalikan kestabilan dunia yang berada dalam ambang kehancuran. Lan Yibo,Sang penjaga kuil Timur p...
