Happy Reading.
.
.
.
Sesuai yang Vanya bilang, saat ini Vano dkk serta Nisa, Kayla, Stella dan Lia sudah berada di Cafetaria.
"Udah lama?" tanya Vanya tiba tiba.
Mereka menoleh dan mendapati Vanya bersama dengan seorang gadis.
"Baru aja kok," jawab Lia.
Vanya mengangguk, "Kenalin, Diandra." ujar Vanya.
Diandra tersenyum, "Perkenalkan nama ku-ah maksdunya nama gue Diandra." ucap Diandra memperkenalkan diri.
"Kayla,"
"Nisa,"
"Lia,"
"Stella,"
"Kevan,"
"Farrel,"
"Arga,"
"Teguh,"
"Tegar,"
"Kenzo,"
Dan terakhir, "Vano."
Diandra mengangguk sebagai tanda bahwa ia paham, lalu Vanya dan Diandra duduk dikursi yang tersisa.
"Ada apa?" tanya Nisa to the point.
Vanya berdehem sebagai awalan. "Kalian masih ingat dengan teka teki yang 'Hanya lima, Bandung, kotak merah.' ? " tanya Vanya pada teman temannya, Nisa, Lia, Kayla, dan Stella. Sedangkan yang laki laki mendengarkan.
Mereka berempat kompak mengangguk, "Kenapa?" tanya Kayla.
"Jadi lusa gue sama Diandra akan ke Bandung." jawab Vanya.
"Hah?" beo Farrel tak paham.
"Ya, kalian baca lagi." balas Vanya dan memberikan secarik kertas yang saat itu ia simpan.
"Bandung, artinya jawaban ada disana." bukan Vanya yang bersuara melainkan Diandra.
"Seyakin itu?" tanya Vano.
Diandra mengangguk, "Ya."
"Harus lusa?" tanya Kevan.
"Lebih cepat lebih baik." jawab Diandra.
Ah iya, jangan kalian kira Kevan tak mengenali Diandra ya. Karena mereka bertiga, Vanya, Kevan, dan Diandra sudah bersahabat lama. Namun Kevan berpura-pura tak mengenalinya agar rencana yang telah tersusun rapi tak terbongkar.
"Bandung, kotak merah." gumam Teguh.
"Kenapa?" tanya Kayla.
"Gue kayak gak asing sama teka teki ini," balas Teguh.
"Maksudnya?" tanya Kenzo.
"Apa kalian tau dimana adanya kotak merah yang dimaksud?" bukannya menjawab. Teguh malah berbalik tanya pada Vanya dan Diandra.
Diandra mengangguk, "Ada satu tempat yang kita yakin bahwa kotak itu ada disana." jawab Diandra.
"Dan tujuannya hanya satu, jadi sudah pasti disana." lanjut Vanya.
"Apa ada hubungannya sama Nadia?" tanya Nisa.
Vanya mengangguk, "Ya pasti ada." jawabnya.
"Bentar," celetuk Tegar tiba-tiba.
"Apa tadi? Nadia?" tanyanya dan di balas anggukan.
"Apa yang lo maksud, Nadia Ayu Alkarin?" tanya Tegar dan sontak membuat Vanya mengangguk cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALVANO
Fantasy- REPUBLISH - "Rumah sakit atau kuburan?" Alvano Gevin Brawijaya adalah seorang ketua geng yang terkenal seantero SMA Palapa dan Indonesia karena kekuatan bela diri yang tak tertandingi. Bertemu dengan seorang murid baru yang notabenya adalah adik s...
