Happy Reading.
.
.
.
Beberapa minggu telah berlalu, semua kembali seperti biasa. Kejadian beberapa minggu lalu perlahan mulai terlupakan. Dan kondisi kesehatan Lia serta Vita pun sudah membaik.
Dan dua minggu lagi mereka akan melaksanakan ujian. Yang mana ujian ini akan menentukan lulus atau tidaknya mereka.
Saat ini para inti Vanostra dan Vandalas sedang berkumpul di rooftop sekolah. Jam istirahat mereka gunakan untuk sekedar belajar dan lain-lain.
Suara riuh terdengar dari meja para lelaki, yang mana mereka sedang mabar. Umpatan dan pekikan terdengar jelas di gendang telinga, tidak hanya lelaki saja. Para gadis juga tak kalah riuhnya.
Ya kalian taulah, dimana para gadis berkumpul, dan dimana kata 'Eh, tau gak?' terucap, disitulah awal mula penggibahan dimulai.
"Denger denger, si Mita lahiran ya?" tanya Kayla pada Lia.
Lia mengangguk antusias, "Iya! Baru kemarin, anaknya empat lucu semuaa!" jawabnya.
Fyi, Mita bukan orang ya, itu nama kucing kesayangannya Lia...
"Oh ya? Lo kasi nama siapa aja?" tanya Stella.
"Miti, Mutu, Momo, Meme. Bagus kan?" tanya Lia dengan binar dimatanya.
Mereka sedikit terkaget dengan nama anak kucing Lia, "Bagus kok." jawabnya dengan senyum tertekan.
"Kenapa namanya gak mati aja sekalian." gumam Stella.
Nisa yang mendengar gumaman Stella, menyikut nya pelan. "Nanti nanges!" bisiknya.
"Nanti dateng kerumah, Mommy ngundang." ucap Vanya memberikan undangan yang Sinta berikan.
"Tumben, acara apa?" tanya Kayla.
"Syukuran biasa," jawab Vanya.
"Oke, nanti kita kesana."
~~~
"Ntar dateng kerumah." ucap Kevan disela sela mabarnya.
"Ngapain?" tanya Farrel yang masih fokus dengan ponselnya.
"Syukuran." jawab Kevan.
"Jam?" tanya Vano.
"Tujuh."
Mereka mengangguk, "Diusahakan."
"Oh iya, Rival ada ngasih info lain?" tanya Kenzo.
"Sejauh ini gak ada," jawab Vano.
"Gue harap teka-teki ini segera selesai." ujar Teguh.
"Semoga, setelah ini. Kita nemuin sesuatu, dan semua selesai." lanjut Kenzo.
"Semoga."
.
.
.
Pukul tujuh, semua telah berkumpul dirumah Vanya dan Kevan, sesuai apa yang mereka berdua sampaikan tadi.
"Makasih, kalian udah mau dateng kesini. Om seneng banget." ucap Rian.
"Jadi kalian om undang kesini, untuk merayakan kesuksesan om dalam berbisnis. Tidak mewah, asalkan doa dari kalian." ujarnya.
"Sama sama om, semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan untuk kalian sekeluarga." jawab Stella mewakili.
Rian mengangguk, "Ayo mari dimakan." ucapnya dan mempersilahkan mereka menyantap makanan di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALVANO
Fantasía- REPUBLISH - "Rumah sakit atau kuburan?" Alvano Gevin Brawijaya adalah seorang ketua geng yang terkenal seantero SMA Palapa dan Indonesia karena kekuatan bela diri yang tak tertandingi. Bertemu dengan seorang murid baru yang notabenya adalah adik s...
