20.BERSATU

8.7K 540 76
                                        

MENEGASKAN ULANG! CERITA INI HANYA AKU PUBLISH ULANG DAN ADA BEBERAPA YANG AKU REVISI! JADI JIKA KALIAN SUDAH PERNAH MEMBACA, HARAP MAKLUM! KARNA INI HANYA PUBLISH ULANG, OKE??

Happy Reading.

.
.
.

Pagi ini Vano berangkat lebih awal dari biasanya, karna ada sesuatu yang harus ia selesaikan.

"Abang berangkat," pamit Vano pada Raina dan dengan cepat menyalami punggung tangan Raina.

"Loh tumben?" tanya Raina.

"Ada masalah?" tanya nya lagi.

"Dikit, tapi gapapa, kalo gitu abang berangkat, Assalamu'alaikum."

"Waalaikumsalam."

"Icha! Abang duluan dadah!" teriak Vano.

"Okee!" sahut Icha.

Kondisi Icha saat ini sudah lebih membaik, hanya terdapat beberapa luka kecil yang tak terlalu parah.

Brum Brum Brum

Vano menjalankan motornya dengan ugal ugalan, ya walaupun jalan masih sepi namun itu tetap berbahaya.

Lima belas menit kemudian, Vano sampai di SMA Palapa, ia memarkirkan motornya dan berjalan dengan santai dengan tangan dimasukkan kedalam saku celananya, tak lupa akan wajahnya yang selalu datar, baju dikeluarkan, rambut acak acakan yang menambah kesan tampan pada dirinya.

Ia berjalan menuju ke rooftop, sesampainya di rooftop sudah ada para sahabatnya yang menunggu, ya memang mereka semalam berjanjian untuk datang pagi hanya untuk membahas hal kemarin.

"Udah semua?" tanya Vano saat sudah berada ditempat.

"Kurang Tegar ma Teguh," jawab Farrel yang sedang fokus dengan ponselnya.

"Lagi otw katanya," sahut Kenzo yang mendapat pesan dari Teguh.

Vano mengangguk, dan mendudukkan dirinya disamping Arga lalu memejamkan matanya.

"No! Coba liat kertas kemaren." pinta Kevan.

"Buat apa?" tanya Vano dengan mata yang masih terpejam.

"Liat dulu sini," lalu Vano merogoh sakunya dan mengeluarkan kertas yang Kevan minta.

Kevan mengambilnya dan kembali membaca ulang kalimat didalamnya.

Dekat, namun tak kau sadari.

-My Queen.

Kevan menyerngitkan dahinya, ia seakan tak asing dengan tulisan ini.

"Kaya tulisan Vanya, ah tapi gak mungkin!" batin Kevan.

"Kenapa?" tanya Arga membuyarkan lamunan Kevan.

"Ah, gak." elak Kevan.

"Heyyo!" celetuk Teguh tiba tiba.

"Anjing!" umpat Farrel kaget.

"Heh! Pagi pagi udah ngumpat!" ujar Kenzo.

"Gue kaget njir!" elak Farrel.

"Jadi?" tanya Tegar.

"Gue rasa dia, yang nulis ini ada di dekat kita." ujar Kevan.

"Kenapa gitu?" tanya Arga.

"Coba lo baca lagi, dekat namun tak kau sadari. Berarti dia ada didekat kita," jelas Kevan.

ALVANO Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang