"Hey, I heard Christine has stopped bullying for almost two months. And that's because she almost hit you?" Yuki datang lebih pagi hari ini dan mendapati Lady Flowers sudah duduk di meja mereka dengan sebuah buku mewarnai.
"No Yuki, that's because she got her lesson from her parents. That bullying is bad" jawab Lady Flowers.
"I always amazed by the way you talk, I adore you Ms. Flowers" ujar Yuki terang-terangan.
"Thank you, Yuki" seru Lady Flowers yang senyumnya mengembang.
Memang sudah hampir dua bulan berlalu, mereka tidak mendengar lagi kehebatan Christine dan gengnya merundung anak-anak di sekolah lagi. Dan untung saja, neneknya, sang Ratu setuju untuk tidak memperpanjang masalah tersebut. Ia percaya pada cucu kesayangannya, dan itu sangat penting bagi hubungan mereka.
Waktu terus berlalu, kini anak-anak mulai berdatangan ke kelas. Begitu juga dengan Frida dan Ms. Owen kecil yang datang berbarengan kedalam kelas, mereka melihat Lady Flowers yang selalu datang pagi lebih dulu dari mereka sudah duduk bersama Yuki dan temannya yang lain. Satu kelompok meja berisi empat murid.
"Morning my Lady" sapa Frida. Sedangkan Ms. Owen kecil lanjut berjalan ke mejanya.
"Morning Frida" balas sang Lady.
"Today, we are having a picnic. I brought honey lemon cheesecake for us"
"You really like honey lemon cheesecake Frida, that's good. Indeed, your mom's honey lemon cheesecake is the best" puji Lady Flowers.
"Can I have some?" Tanya Yuki.
"Sure Yuki, since we talk about the cake in front of you, I will share mine with you" sahut Lady Flowers.
"You don't need to, I brought five of them" sambung Frida.
"Thank you Frida" ujar Yuki dengan cengirannya pada Frida.
Mereka semua akhirnya pergi piknik di pinggir danau dibawah lindungan rindangnya dedaunan pohon. Hari ini begitu cerah, namun tidak terik. Anak-anak berlarian kesana kemari, ada yang duduk sambil bermain dan ada yang bernyanyi bersama guru mereka.
Kelas Lady Flowers juga sama, masing-masing menikmati kegiatan mereka. Kini saatnya untuk makan bekal yang mereka bawa dari rumah, dan juga ada beberapa makanan yang menang disiapkan oleh para guru jika saja makanan yang dibawa oleh murid-murid tidak cukup.
"You brought honey lemon cheesecake Frida?" Tanya Ms. Owen kecil saat melihat temannya itu mengeluarkan sebuah kotak transparan.
"Yup! One for you, for me, Lady Flowers, Yuki, and Ms. Gilly. There are 5 slices of cake"
Frida mulai membagikan kue yang dibawanya, tentu yang pertama ia akan memberikan kue itu pada gurunya terlebih dahulu. Setelah itu ia membagikan piring kertas untuk teman-temannya, Frida memang anak yang baik. Mereka semua menikmati honey lemon cheesecake buatan mama Frida, itu sangat lezat. Namun ditengah khidmatnya memakan kue, kue milik Yuki terguling ke rerumputan dan menjadi kotor. Tentu ia kecewa, ia baru memakan setengah dari kue itu.
"Don't be sad Yuki, let's share mine. I don't mind, realy" kata Lady Flowers menawarkan.
"No, it's yours. I've had enough to taste the yummy cake, maybe later I will ask my mom to make one for me" katanya menolak dengan sopan.
"Ya, later. But now we share mine, c'mon Yuki" Lady Flowers memaksanya dengan manis, siapa yang bisa menolak tatapan seperti itu.
Ms. Owen kecil memperhatikan kedua temannya itu berinteraksi, ia sedikit tidak suka Ladynya memiliki teman lain, pasalnya gadis kecil itu terlalu manis. Lady Flowers yang manis dan Yuki yang selalu bersikap baik pada sang Lady membuatnya cemburu, ia takut Ladynya akan membagi perhatiannya. Ms. Owen kecil takut kalau ia bukan lagi teman yang spesial bagi Lady Flowers, melihat bagaimana Yuki selalu membantu dan bersikap manis pada sang Lady. Ia hanya bisa menyusahkan temannya itu.
"What happen Agnes?" Tanya Frida melihat wajah Ms. Owen kecil sedikit cemberut.
"Nothing" jawabnya pelan.
Mereka menghabiskan waktu minum teh dan piknik lalu kembali ke sekolah. Saat di sekolah mereka tidak masuk kelas lagi, semua hanya bermain dan menikmati waktu senggang hingga jam pulang tiba.
Lady Flowers duduk sendiri di ayunan, kedua temannya entah kemana. Ia juga ingin menikmati waktu sendiri seperti ini, entah anak kecil yang aneh. Melihat anak-anak lain bermain berlarian, memperhatikan apapun yang terjadi di depan matanya. Kadang Lady kecil kita hanya menikmati waktu berdiam diri dan berandai-andai.
"Hi, Lady" seseorang menyapanya.
"Hi, Yuki" sahutnya. Yuki duduk di ayunan di sebelah Lady Flowers.
"Why you look unhappy?" Tanya Yuki.
"I'm not, just enjoy being silent. Sometimes, it's tiring to always play and be a kid"
"You.. odd my Lady" ujar Yuki, Lady Flowers hanya terkikik kecil.
"Frida and Ms. Owen were gone, they play somewhere else. So, I just sit here waiting for them"
"Why don't you go look for them?"
"I won't, they're having a good time"
"Then we should have a good time too, shall we?" Kata Yuki menawarkan.
"Ya, Yuki. We shall"
Di sisa hari itu, Lady Flowers bermain dengan Yuki. Gadis kecil itu mengajak sang Lady untuk bermain di indoor playground dan bermain alat musik. Mereka juga bermain di mini gym dan bermain kejar-kejaran.
"I'm tired" seru sang Lady, lalu membaringkan tubuhnya di lantai indoor playground. Yuki mengikutinya.
"Are you having a good time, my Lady?" Tanya Yuki.
"Sure Yuki, I like playing with you"
"Is that mean we're close already?"
"Hey we're close, we're chairmate and have had picnic together" Lady Flowers menoleh pada Yuki di sampingnya.
"I'm happy to hear that"
"Me too"
Mereka hanya berbaring di lantai indoor playground, diantara anak-anak lain yang masih bermain. Kedua teman sang Lady mencarinya sedari tadi, biasanya teman mereka ini tidak banyak bermain di indoor playground. Mereka tidak bisa menemukannya.
"Why they call you Lady, my Lady?" Tanya Yuki. Itu pertanyaan yang sama yang telah didengarnya untuk kesekian kalinya.
"That's how people call me, nothing special" jawabnya.
"I see" sahut Yuki setelahnya.
"Do you think Christine really stop bully people?" Tanya Yuki lagi.
"Let's hope she will, I don't like her being mean. She's pretty and actually easygoing"
"You right"
"Um what do you want to be when you grow up?" Tanya Yuki. Lady Flowers suka menjawab semua pertanyaan gadis kecil ini.
"I want to be happy. I don't know what I want to be, but I want to enjoy that. What's yours?"
"I want to be a doctor, like my father"
"Right, your father is a great doctor. I wish you can be a doctor just like him, so when I'm sick I will go to your clinic"
"Let's be like that" lalu mereka berdua tertawa bersama.
Kedua gadis kecil itu menikmati waktu mengobrol mereka, bertanya tentang banyak hal, berdiskusi, dan setuju satu sama lain. Seakan hanya ada mereka di ruangan besar itu, mereka tetap berbaring bersisian seperti itu. Terheran, dan tertawa bersama.
###############
KAMU SEDANG MEMBACA
[Completed] Little Love
RandomBukan cerita yang panjang, hanya.. bagaimana aku menemukan cinta pertamaku. Semua dimulai dari usia yang tak seorangpun menyangka. Bisakah disebut cinta? This, is the story of my first love. It's a little bit different, so be prepared. ######### Thi...
![[Completed] Little Love](https://img.wattpad.com/cover/274611489-64-k403830.jpg)