Pertemuan

48.9K 2.5K 117
                                    

Assalamualaikum guys🤗
Vote dulu yok


Hutan belantara dibagian utara Amerika


Waktu menunjukkan pukul 01.20 pagi, dimana keluarga Xacias sedang melakukan berburu hewan, hal itu memang lumrah karena setiap keturunan keluarga, wajib bisa berburu hewan dan yang menguntungkan adalah mansion keluarga Xacias berada di dalam hutan , dimana hutan tersebut ialah milik pribadi

SREKK

SREKK

SREKK

"Ssstt dengerin" Bisik seorang pria dewasa berusia 34 tahun, bernama Bastian Xacias pada ketiga anaknya

"Itu hewannya dad?" Bisik anak bungsu Bastian berusia 10 tahun, bernama Javier Xacias

"Sstt dengerin dek, jangan berisik" jawab anak kedua Bastian yang berusia 12 tahun, bernama Januar Xacias

SREKK

SREKK

Suara itu semakin mendekat ke arah Bastian dan anak-anaknya

"Ssst" sentak Bara, anak pertama Bastian yang berusia 14 tahun

"Ishh makanya jangan rame" bisik Javier pada Januar

Saat mereka berempat kembali menajamkan pendengaran

Brughh

Seorang wanita tergeletak tepat di depan mereka dengan perut buncit menandakan sedang hamil, keringat yang bercucuran di pelipisnya, baju yang lusuh dan kotor, keadaan mengenaskan dengan banyak luka lebam

Mereka berempat melotot lalu dengan sigap mendekati ke arah sang wanita misterius, saat Bastian menggendong si wanita, netra mereka semua teralihkan ke arah rok bagian bawah sebab darah terus mengalir dari sela-sela kaki

Bastian dan ketiga anaknya segera berlari ke mansion tersembunyi milik mereka yang berada di tengah hutan belantara tersebut

♧♧♧

"Heiii panggil dokter Bram" teriak Bastian yang menggelegar, membuat salah satu pengawal segera menelpon dokter Bram

"Bilang suruh bawa dokter kandungan, cepat" sentak Bastian dengan nafas terengah-engah setelah meletakkan wanita misterius itu di ranjang kamar tamu di lantai 1

Eunghh

Wanita itu terbangun tetapi langsung memperlihatkan ekspresi meringis

"Sshhh tuan tolong" desis si wanita

"Bentar, tunggu bentar" Bastian ikut panik melihat si wanita meringis kesakitan

"MANA DOKTERNYA" teriakan itu membuat pengawal yang tadi menghubungi dokter, segera berlari ke arah Bastian

"Maaf tuan sebentar lagi dokter datang" pengawal itu menunduk ketakutan

Beberapa menit kemudian dokter datang, Bastian segera memarahi kedua dokter sebab tak kunjung datang

"Kau lama sekali, periksa wanita itu" nada dingin yang menusuk indra pendengaran mereka

The Youngest DaughterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang