14- stick note (END)

1.6K 165 77
                                        

Cerita hidupku happy ending kok tenang aja, nggak ada yang perlu dikhawatirin:)
______________________________________
Disaran kan membaca dengan mendengarkan lagu!

.

.


Kalau ada typo atau kata yang nggak jelas tolong bilang yak😸




























Hinata mengencangkan sabuk pengamanya, setelah itu tanganya menekan tombol yang berada dipintu mobil guna membuka kaca mobil , lalu ia tersenyum lebar saat melihat kakaknya berdiri disamping mobil yang hinata naiki.

"Kak!! Nggak perlu khawatir oke! Shoyo bakal baik baik aja, oh iya shoyo sayang kak kenma! Terimakasih ya udah berusaha cari shoyo selama ini. Dan sekarang , shoyo selalu bersama kakak! Jadi kakak nggak perlu khawatir!!" Ucap hinata lembut , ia tersenyum lebar disaat melihat perubahan raut wajah kenma.

Kenma tersenyum tipis , kemudian pandanganya beralih menatap tajam wajah datar kageyama. "Awas lo apa apain adik gue ya! Gue udah pasang alat penyadap dan kamera dimobil lo! Bahkan asisten gue juga bakal mengikuti kalian dari belakang." Ucapnya datar.

Kageyama mengagguk singkat , lalu ia menyalakan mesin mobil dan menginjak pedal gas, membawa mobil itu pergi meninggalkan kediaman keluarga kozume.

•••

"Hinata! Maafin gue ya.. kemaren gue bohongin lo, terus gue mau jual lo keperdagangan manusia"

Hinata menggeleng kecil "Nggak papa, aku uda maafin kageyama dari lama." Ucapnya lembut.

Kageyama tersenyum kecil. "Thanks yak.. oh iya grandmedia nya didepan , setelah lampu lalu lintas , lampu lalu lintas disini biasanya macet loh" oceh nya kecil.

Hinata hanya mengagguk , ia ber oh ria mendengarkan ucapan kageyama. Pandanganya beralih menatap sungai yang ada dijurang disebelah jalan, ia menatap betapa indahnya air jernih mngalir sesuai arus.

Kemudian ia mengalihkan pandanganya kedepan, ia merasa aneh dengan wajah kageyama yang tidak seperti biasanya. "Kamu kenapa? Ada masalah apa?" Tanya hinata.

"Hin-.. hinata, rem nya- .. blong!!! Rem nya nggak bisa diinjek hin!!" Ujar kageyama panik, suaranya sedikit bergetar, kemudian kakinya terus berusaha menginjak rem mobil namun mobil itu tetap bergerak, padahal kecepatan mobil sudah dibilang diatas kecepatan rata rata.

Hinata panik ."Nggak papa.. jangan panik, coba rem lagi, mungkin tadi emang engselnya yang rusak atau apalah gitu aku pernah baca dibuku papa ku kemarin." Jelasnya singkat.

Kageyama menggeleng keras, ia meremat setirnya erat. "Nggak bisa... tetap nggak bisa!" Ia sedikit berteriak.

Hinata menatap samping sebelah kananya. "Gimana kal-"

"Didepan ada tikungan hinata!! Kita lompat yah?" Potong kageyama yang mulai membuka sabuk pengamanya.

Mata hinata melebar saat pandanganya tidak sengaja melihat sebuah truk kuning melintas cepat kearah mereka. tangan hinata menggapai tangan kageyama lalu menarik nya kuat , dan menunjuk sebuah truk kuning yang berbelok melawan arah.

"KAGEYAMA!!! LIAT DEPAN ADA TRUK!!!"

Kageyama segera memegang setir mobil , ia menghindari bertabrakan dengan truk , namun naas , sebuah mobil penderek menabrak mobil mereka dari belakang, yang membuat kageyama menabrak besi listrik hingga tumbang , namun mobil itu tetap tidak mau berhenti atau mati.

SufferingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang