Keesokan harinya, ketika jam istirahat dimulai, Seungmin duduk sendiri di bangku depan kelasnya. Seungmin menatap lekat handphone nya yg sedang menampilkan video nya dengan Changbin sambil tersenyum.
"Hey, Min.. Apa yang lu tonton?" tanya Minho yang dari jauh melihat Seungmin senyum-senyum melihat layar handphone.
"Hayoo, aku liat kamu senyum-senyum mulu." Felix duduk di sebelah Seungmin sambil mencoba melirik layar handphone Seungmin.
"Gak ada. Aku cuma liat beberapa video lucu aja kok." jawab Seungmin gugup.
"Video lucu? Manaaa mau liaaat." Hyunjin berusaha merebut handphone Seungmin dari tangannya. Namun Seungmin berusaha mempertahankan nya.
"Pelit banget ih.."
"Wah.. Jangan jangan.... Lu lagi nonton por...." cerocos Hyunjin.
"Wah lu nonton begituan dari pagi?" timpal Minho.
"Ih.. Seungmin.. Wah ternyata.." Felix ikut menimpali.
"Sembarangan! Udah lah mau masuk kelas, udah mau bel.. Ngeladenin kalian gak bakal ada habisnya ntar.." Seungmin berdiri berjalan memasuki kelas, disus Hyunjin, Felix dan Minho di belakang.
Mereka segera menempati bangku masing-masing yang berada di deretan paling belakang. Sembari menunggu bel masuk, mereka bercengkerama.
"Duh gw ngantuk banget. Semaleman maen game sampe jam 2" ucap Hyunjin sambil menguap.
"Trus PR udah selesai belum?" tanya Seungmin.
"Hah? PR?" tanya Hyunjin panik.
"Nah kan.. Udah kebiasaan.." Felix memukul lengan Hyunjin pelan.
Ketika mereka berempag sedang asyik bercengkrama di dalam kelas, dari arah lorong nampak Changbin, Chan, Han, Jeongin dan Yena berjalan melewati kelas XII - B.
"Abis ini pelajaran apa deh?" tanya Jeongin.
"Abis ini Fisika." jawab Changbin.
"Wah males banget gw jam nya Pak Park." keluh Han dengan muka nete nya.
"Awas jangan bolos, nanti bakal ada yang keliling dr anak osis." ucap Chan memperingatkan.
Ketika ke-lima siswa XII-A tersebut melewati depan kelas XII-B, tanpa sengaja Seungmin memandang ke arah jendela kelas.
Seungmin tidak melepaskan pandangannya hingga mereka berlima menghilang dari depan kelas. Tanpa disadari, ketiga sahabatnya menatap Seungmin dan saling bertatapan bingung satu sama lain.
Seungmin yang merasa ditatap oleh ketiga temannya, sesegera mungkin mengalihkan pandangannya lagi ke teman-temannya.
"K-kalian ngapain? Ada yang aneh dari muka aku?" tanya Seungmin gugup.
"Gw dari tadi liatin lu, lu terus liatin mereka berlima." kata Hyunjin sembari memberikan tatapan intimidasi ke Seungmin.
"Kamu masih marah sama mereka?" tanya Felix.
"Nah, bener. Lu bertingkah aneh semenjak kejadian itu." lanjut Minho.
"Hah? Aku?" tanya Seungmin bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Yeah..." jawab ketiga sahabat nya serempak.
"Kalian terlalu banyak berfikir kali.. Gak ah, ga ada yang aneh." sangkal Seungmin.
"Bentar deh! Kalo lu gak marah..... Lu suka sama salah satu dari mereka???" tanya Hyunjin excited.
"Diamm!! Jangan kenceng-kenceng. Aku gak suka siapa-siapa.." jawab Seungmin panik sambil sedikit berbisik.

KAMU SEDANG MEMBACA
Piece [SEUNGBIN] [DARKBY]
Fanfiction"Kenapa harus ngebentak aku?" "Jadi diri lu yg dulu lebih baik." "Hah?" "Cuma karena mereka suka lu, bukan berarti lu berubah juga. Lu yg dulu lebih baik." " Aku yg dulu?" "Lu pas sebelum famous. Gemesin." # SHORT FF #