Ujian sudah berlalu. Hari ini adalah hari kelulusan. Seluruh siswa dibebaskan. Beberapa siswa dan siswi nampak saling berfoto ria dan juga saling meninggalkan coretan di baju seragam sebagai kenang-kenangan.Tidak ketinggalan Yena dan Changbin di taman depan kelas. Yena nampak menuliskan sesuatu di belakang seragam Changbin.
"Dahm giliran lu sekarang." kata Yena sembari memberikan spidol warna ke Changbin.
Changbin membalikkan badannya dan mengambil spidol dari tangan Yena.
"Diem. Jangan gerak." Changbin menuliskan sesuatu di bahu kanan Yena.
"Lu nulus apaan tuh?" tanya Yena
"Rahasia lah. Ntar juga lu bakal tau kalo udh sampe rumah." jawab Changbin.
Changbin selesai menuliskan sesuatu di baju Yena.
"Sedih ya. Belajar bertahun-tahun bareng, ketemu lu tiap hari, tapi ntar kita ga bakal ketemu lagi." ucap Yena sedih.
"Hu'um ya.."
"Bin... Maafin gw ya.."
"Hah? Minta maaf? Minta maaf buat apaan?" tanya Changbin bingung.
"Maaf.. Buat semua yg buat lu kesusahan. " jawab Yena lirih.
"Lu ga bikin kesalahan apapun. Gw juga mau terima kasih sama lu udh bantuin gw sejauh ini." kata Changbin.
"Gw.... Pasti kangen banget sama lu..." lirih Yena sembari menundukkan kepala.
"Astaga.. Gw ga ke luar negeri, Yena. Cuma ke luar kota doang. Gw juga pasti balik kalo liburan." jawab Changbin.
"Iyaa iyaa.. Gw tau kok. Hahaha"
Ketika keduanya bercengkerama, Seungmin berjalan gontai ke arah Changbin dan Yena. Yena yang sedang menolehkan pandangannya tak sengaja melihat Seungmin.
"Eumm.. Bin.. Kalo gitu gw pergi dulu ya ke kelas." Yena lalu berpamtan ke Changbin dan meninggalkan Changbin sendirian di taman.
Changbin menolehkan pandangan ke arah Seungmin.
"Min?? Han nyuruh lu jemput gw? Haha" tanya Changbin
"Engga kok. Aku sengaja nemuin kamu. Aku... Mau nanya sesuatu sama kamu." ucap Seungmin.
"Hah? Nanya apa Min?" tanya Changbin penasaran.
"Kamu... Bakal lanjut ke Mahesa?" tanya Seungmin pelan.
"Iya... Papa gw tinggal di deket sana." jawab Changbin sembari menganggukkan kepalanya.
"Trus.. Berapa lama disana?"
"Berapa lamanya belom tau."
Seungmin hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Lu nemuin gw cuma mau nanya itu doang?"
Seungmin terdiam, hanya menganggukkan kepalanya pelan.
"Hadap belakang deh." ucap Changbin sembari memegang kedua bahu Seungmin.
Seungmin membalikkan badannya. Changbin mengambil spidol dari saku nya. Lalu menuliskan beberapa kata di belakang seragam Seungmin. Seungmin hanya terdiam.
"Dah.. Selesai... Nih gantian lu." Changbin memberikan spidolnya ke Seungmin.
Seungmin membalikkan badannya perlahan lalu mengambil spidol tersebut.
"Balik badan gih." kata Seungmin.
Changbin pun membalikkan badannya. Seungmin hanya mematung. Matanya berkaca-kaca. Sejenak menahan nafasnya. Berusaha keras supaya tidak menangis sekarang di hadapan Changbin.

KAMU SEDANG MEMBACA
Piece [SEUNGBIN] [DARKBY]
Fiksi Penggemar"Kenapa harus ngebentak aku?" "Jadi diri lu yg dulu lebih baik." "Hah?" "Cuma karena mereka suka lu, bukan berarti lu berubah juga. Lu yg dulu lebih baik." " Aku yg dulu?" "Lu pas sebelum famous. Gemesin." # SHORT FF #