Governat 5: I Want You

12 2 0
                                        

5. I Want You

***

Setelah kejadian itu Lexa benar benar istirahat total.  Rajendra terus saja memaksa Lexa untuk tetap berada diatas kasur dan tidak di perbolehkan untuk bersekolah. Senang sih sebenarnya dapat perhatian seorang Rajendra, Tapi kalo lama lama gini Lexa bisa jenuh juga.

Lexa memanyunkan bibirnya saat melihat Rajen sangat fokus dengan ponselnya "Kak ih gue bosen nih! Ayo kita jalan jalan aja lah mumpung kita berdua bolos"Pinta Lexa.

"Istirahat". Rajendra tidak mengalihkan pandangan dari layar ponselnya. Memang apa sih yang ada disana padahal didepan matanya sudah ada yang lebih menarik. Lexa merampas asal ponsel Rajen.

"Apaan sih lo".

"Lo yang apa apaan. Kalo tau gini mending gue sekolah" Ucap Lexa. Rajendra menghembuskan nafasnya pelan.

"Lo mau apa?" Lexa menatap cowok didepannya dengan mata berbinar mencondongkan badannya kearah Rajen.

"I want you".

Rajendra mendorong pelan kening Lexa dengan telunjuknya "In your dream" Ia dengan cepat mengambil ponselnya kembali.

"Apasih yang bikin lo lebih milih liat handpone lo ini dari pada gue! Diluar sana cowok cowok pada rebutin gue tau gak sih" Ucap Lexa mengibaskan rambutnya kebelakang.

Lexa melihat kesana kemari dengan tatapan bosan ia segera menyingkirkan selimut yang menutupi separuh tubuhnya, Lalu berdiri dan melangkah kearah pintu. "Mau kemana?" Rajen segera bangkit lalu menahan pergelangan tangan Lexa.

"Lepas ih gue mau keluar!" Lexa mencoba memberontak melepaskan tangannya dari tangan Rajen, Namun ternyata kekuatan nya tak sebanding dengan kekuatan Rajen.

"Lo nyebelin tau gak sih! Gue bosen di kamar terus tau"Marah Alexa.

Rajendra menarik lengan Lexa hingga cewek itu menabrak dada bidangnya. Tangan Lexa tak sengaja menyentuh dada bidang Rajendra "Wow" Kagum nya sesekali meraba dada Rajen.

Ia tersenyum miring lalu menatap Rajen. Dengan sekali dorongan Rajen terjatuh keatas tempat tidur, Rajen yang kaget langsung memeluk tubuh kecil Lexa membuat mereka berdua sama sama terjatuh diatas tempat tidur dengan posisi Lexa di atas tubuh Rajen.

"Lo ganteng banget sih kalo di liat dari deket gini, Pengen gue jadiin pacar aja bawaannya" Ucap Lexa, Rajen membalas tatapan Lexa. Lexa terpanah pada mata hijau keabu abuan itu .

'Indahnya ciptaan tuhan'.

Ceklek

"OH MAY GOD! MATA GUE TERNODAI".

"Gila gila serunih nonton secara langsung".

Dengan cepat Lexa bangkit dari atas badan Rajen ia menggutuk teman temannya yang mengganggu kesenangannya. Rajen duduk di tepi kasur.

"Ngapain kesini?"

Alan menutup mulutnya "guys mereka gak mau di ganggu ternyata" Mereka semua tertawa. Ganetha dan Jesslyn berjalan menghampiri sahabatnya.

"Tadi nya kita pulang sekolah mau jenguk lo, eh tapi kayanya lo udah sembuh ya" Ledek Ganetha.

"Gak nyangka gue Lexa ganas banget ya" Ucapan Jordan yang langsung mendapat tatapan tajam dari Rajendra. "Mau gue tampol lagi kak?!".

Jordan mengangkat kedua tangannya "Ampun ampun hehehe".

"Udah sana kalian semua keluar, gue pengen bareng sahabat sahabat tercinta gue" Usir Jesslyn.

"Ayo kita keluar kasian gadis gadis ini mau menghambih waktu bersama— Eh emang masih gadis ya?" Ucap Alan dengan nada bercanda.

Ganetha melayangkan bantal pada Alan "Kalo ngomong sembaran aja lo mah kak!".

"Kak gue tampol beneran ya!".

"KABUR!!!!".

***

"Kemarin gue denger lo ngacak ngacak markas Lovator bareng Jayden ya?" Tanya Jordan, Mereka berlima duduk tenang diatas Sofa dilantai bawah.

"Anggep itu sebagai pembukaan" Jawab Rajendra, Mereka semua saling melempar tatapan, Kalo itu sebagai pembukaan pasti akan terjadi kejadian lain. Mereka tau setiap perkataan Rajendra tidak pernah main main.

"Jadi lo ngebela Ganetha atau Alexa?" Tanya Jayden, Rajendra tidak menjawan ia mengambil sebatang rokok lalu membakarnya.

"Mereka tuh harus dikasih pelajaran biar gak nyerang kita terus! Capek gue menang terus" Ucap Alan.

"Ganetha sama Jesslyn gak kenapa kenapa kan Jev, Jo?" Tanya Rajendra, Jevan menggelengkan kepalanya "Cuma luka dipinggir bibir aja kok, Lo tenang aja".

"Jesslyn juga baik baik aja"Jawab Jordan.

"Kayanya Lexa yang paling parah ya?" Tanya Jayden.

"Diliat liat dari kejadian dia nonjok gue sama Arkan. Pasti itu cewek juga lebih banyak ngelawan" Ucap Jordan mereka semua mengangguk setuju dengan ucapan itu.

"Gue cuma berharap Lovator gak ganggu mereka lagi"Ucap Jayden serius.

Rajendra menatap teman temannya "Kalian tenang aja, gue bakal pastiin mereka gak bakal nyentuh mereka, Tapi lo semua harus tetep jagain mereka jangan lengah!" Mereka mengangguk sebagai jawabannya.

"Mabar gak Lan" Ajak Jevan. "Lah ayo gas!" Alan segera membuka aplikasi di dalam ponselnya "Invite. Gue juga mau main" Ucap Jordan.

Meaw

Meaw

Tubuh kelima cowok itu membeku, Melirik kesana kemari "Kalo kuping gue gak budeg, Gue denger suara Tom!" Ucap Jordan. Alan membelalak menepuk jidatnya.

"Anjing gue lupa dia masih didalem tas" Alan mengeluarkan kucingnya dari dalam tas. Kucing itu tiba tiba saja teler diatas lanjai kayu.

"Mampus mati"Ucap Jevan. Namun kucing oren itu segera bangkit "Yah gak jadi mati".

"E—EH TOM MAU KEMANA LO!" Teriak Alan saat kucing orennya menaiki tangga dan mengarah kesalah satu kamar di atas.

"Gila si oren tau aja lagi kamar itu isinya cewek cewek cantik"Ucap Jevan.

"AA— KUCING SIAPA INI".

***

Governat Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang