Lee Su-ho menjalani kehidupan barunya yang penuh rasa sakit.. Ketika sang suami meninggalkan Su-ho disebuah negara ,Su-ho bertemu dengan seorang dokter muda yang berasal dari China..
Waktu berlalu ,akhirnya dokter muda tersebut meminta Su-ho untuk m...
Setelah selesai sarapan ,Seojun menyuruh dua orang pelayan untuk membantu Su-ho naik menuju kamanya. Seojun juga menyuruh mereka untuk membantu Su-ho bersiap ,karena Seojun akan mengajak Su-ho menuju ke bandara Incheon untuk menjemput adik Seojun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah hampir satu jam bersiap ,Su-ho akhirnya kembali turun untuk menemui Seojun di bawah.
Seojun memandang Su-ho yang kini berjalan dengan sedikit tertatih menuruni satu persatu tangga rumahnya. Tidak dapat di pungkiri jika Seojun sudah merasakan perasaan yang aneh mulai menjalari dadanya. Namun Seojun dengan cepat menyangkal ,karena Seojun tidak ingin terikat dalam suatu hubungan serius dengan siapapun.
"Segera masuk ke mobil.." perintah Seojun dengan nada yang tegas. Su-ho hanya mengangguk ,ia bahkan hanya berani memandang wajah Seojun sekilas.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sopir pun segera menjalankan mobil menuju ke bandara Incheon.
Di sepanjang perjalanan ,Su-ho terus memandang ke arah luar. Su-ho sama sekali tidak berani untuk memandang Seojun yang saat ini sedang sibuk dengan gadgetnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Beberapa menit kemudian ,mobil yang mereka berdua naikki telah sampai di bandara Incheon. Sang sopir memarkirkan mobil tersebut di pinggir jalan. Ia kemudian segera membukakan pintu untuk Seojun dan Su-ho.
Seojun berjalan dengan angkuhnya menuju ke depan pintu masuk. Disana Seojun melihat seorang pria muda yang sedang menunggu. "Kim Dong-young.."