Aku berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Ya, aku menjenguk Angga, aku merasa bersalah atas kejadian kemarin.
Aku mengeratkan peganganku pada ranjang buah yang ku bawa, mataku menerawang mencari-cari ruangan tempat Angga dirawatGotcha! ruangan nomer 101 ketemu. Aku menarik napas dan mengeluarkannya perlahan. Tapi, pertama aku mengintip dari jendela kecil.
Terlihat Angga yang sedang duduk diatas ranjangnya sambil disuapi oleh seorang gadis. Aku meringis pelan, ah tentu saja Angga sudah mempunyai pacar, dia baik dan tampan. Aku mengenal gadis itu, ia Tasya kami satu sekolah namun tidak satu kelas.
Dan dengar-dengar kalau Angga dan Tasya cukup dekat. Sebaiknya aku tidak usah mengganggu mereka. Aku meletakkan ranjang buah tadi di kursi tunggu, lalu aku merogoh tas sekolahku, merobek kertas dan menuliskan sesuatu diastas sana
To: Angga
From: Anggi :)Get well soon ya! Maaf.
Ah, itu terlalu berlebihan, apalagi emot smiley nya.
To: Angga
From: AnggiMaaf.
Mungkin itu lebih baik. Aku pun menyelipkan kertas itu di sela-sela buah lalu berbalik melihat kedalam ruangan lagi.
Angga tersenyum ketika mendapatkan suapan dari Tasya lalu mereka tertawa bebas.Dahiku mengernyit, tidak, aku tidak cemburu kepadanya. Aku senang kalau Angga sudah terlihat baikan.
Ah, aku ini bodoh.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kamu
Short StorySemuanya berawal dari sebuah harapan yang aku sendiri tahu, tidak akan pernah terjadi. Copyright © 2015 by gendhis-dewi, All Rights Reserved