Jangan lupa vote yaa pren karna serius deh itu buat aku semangaattt💘
Happy reading
-
-
-
Flashback ON
Unaa berdiri di depan gerbang sekolahnya, seperti biasa dia menunggu jemputan Satria pacar Unaa. Tapi laki laki itu bilang dia sedang ada keperluan jadi dia gak bisa jemput gadis itu.
Nebeng sama Onaa dia lagi buru buru buat temenin mama nya, juga Magda, Retta, Arla pada bucin jadi ahsudahlah.
Sampai akhirnya Unaa pun meminta bantuan abangnya untuk menjemput dirinya tapi setelah menunggu lama Bang Zean tak kunjung datang menampakkan batang idungnya.
"Yallah gustiii kesel sama abang!!" Unaa mendengus sambil berjalan menuju pangkalan angkot mau tak mau dia pulang dengan angkot.
Setelah beberapa menit Unaa naik angkot dia melewati sekolah Satria pacarnya. Memang Satria sama Unaa beda sekolah jadi ldr deh
Matanya menangkap sesuatu yang familiar gadis itu memicingkan matanya lalu mengedip ngedipkan beberapa kali takut salah liat. Benar gadis itu melihat Satria tapi?dengan Clarisa?yang berpegangan tangan?
"Sakit!"
"Satria bilang dia ada keperluan"
"Tapi kenapa sama Clarisa?di depan gerbang?!"
"Ohh ini keperluanya?, gandengan tangan sama mantan"
Tanpa sadar mata gadis itu mengeluarkan cairan bening dari mata cantiknya. Dia pun mengusap kasar air matanya
"Gue gak boleh lemah!" Gadis itu berucap lalu menghela nafasnya mencoba menenangan diri sampai akhirnya gadis itu pun turun di dekat rumahnya.
Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, dia terus memikirkan Satria yang berpegangan tangan dengan Clarisa bagaimana tidak kepikiran Clarisa adalah mantan Satria buat apa mereka masi berhubungan, sebenarnya Unaa tidak melarang tapi kalo sampai berpegangan tangan seperti itu cewek mana yang gak sakit liat nya?
Di tambah lagi dia kesel sama abangnya yang gak jemput dia tadi tapi di pikir pikir kalo abangnya jemput trus lewat jalur tikus dia gak mungkin lewat sekolah Satria dan gak liat dia sama Clarisa yang berpegangan tangan itu.
Arghhhhh
Flashback OFF
Mood Unaa kembali memburuk saat tau siapa yang mengirimkan pesan kepada dirinya, benar dia Satria sejak kejadian tadi Unaa enggan mau menghubungi Satria.
Unaa melihat benda pipihnya itu dengan sangat malas lalu membukanya tanpa ingin membalasnya.
"Mau ngapain sih dia"
"Gatau aja gue ngeliat dia tadi sama mbaa mantan" ucapnya lalu memejamkan mata tak lama kemudian gadis itu mendengur menandakan dia sudah terlelap di dalam mimpi.
Dibawah sana satria yang duduk mengobrol dengan Rika Bunda nya Unaa sesekali mengecek notifikasi dari hp nya itu. Membuka roomchat nya dengan Unaa
KAMU SEDANG MEMBACA
ALASKARA
Novela Juvenil"Lo, gak mau marah ke gue?" "Lucu kalo gue jawab ga berlaku" "Lo rumah gue" "Tempat gue pulang" -Alaskara Follow dulu sebelum baca !! masii awalan beneran ini mah have fun ajaa oke bacanyaa
