Jangan lupa menabur bintang ya prenn💘
Happy reading
-
-
-
"Bangsat Satria!, wah gabisa Na di biarin" ucap Onaa yang kini berdiri dengan menggebrak meja kantin, kini tatapan semua tertuju pada mereka.
Retta dan Unaa yang tengah makan siang pun, tersedek kaget akibat ulah Onaa.
Uhukk
"Onaa lu betingkah banget, buru duduk malu anjrit" ucap Magda yang mewakilkan suara Unaa dan Retta, mereka hanya ber empat karena Arla izin tidak masuk hari ini.
Kini Onaa kembali duduk dengan men nyengir kikuk akibat jadi pusat perhatian.
"Ya abisnya kesel banget gue dah"
"Na coba lo kemarin ke toko buku ajak kita"
"Gue labrak si Clarisa" ujar Magda yang kesel dengan ulah Clarisa.
"Etapi gue juga mau ikutan, gue mau injek si Satria" si kalem retta pun ikut nimbrung.
Unaa terkekeh dengan sahabat sahabatnya ini, untunglah Unaa di pertemukan dengan mereka yang sangat peduli dengan nya.
Unaa menggeleng "gapapa, gue juga udah lepas Satria"
Tringggggggg
Bell masuk telah berbunyi, menandakan para siswa harus masuk ke kelas untuk melakukan aktivitas belajarnya lagi.
"Yaudah yok masuk kelas udah bell tu" Retta ber ucap sambil mengelap sisa sisa makanan dari mulutnya.
"Ih malesin banget, mapel Pak Bambang"
"Gue juga"
"Untung kita beda kelas wleee" Magda meledek, sambil berjalan menuju kelasnya yang di susul Retta.
"Semangat!, kita duluan" Retta lari sambil melambaikan tangan ke mereka.
Kini Unaa dan Onaa hanya menghela nafasnya pasrah, pasalnya Pak Bambang adalah guru Bahasa Inggris yang amat sangat kejam, biasalah guru memberi catatan yang amat sangat banyak tetapi tidak di lirik sama sekali.
Paling paling di paraf aja..
Gak di Nilai..
Sungguh kejam..
Disisi lain, Nial tengah berkutit dengan lembaran lembaran kertas yang sedang ia pahami, Nial merupakan anak yang berprestasi ia juga mantan ketua Osis waktu duduk di bangku kelas 10.
"Nial" ucap Pak Bambang
Perkataan Pak Bambang membuat Nial berpaling dari lembaran yang sedang ia pahami itu.
Nial menoleh ke depan "iya kenapa pak?"
"Bisa bantu saya? Tolong Bawakan ini ke kelas 11 IPS 2"
Nial mengangguk lalu bergegas membantu Pak Bambang, membawa buku buku latihan soal milik kelas 11 IPS 2.
Lalu matanya tertuju pada tumpukan buku yang ia bawa ini, Nial tersenyum membaca nama yang tertera di buku tersebut.
"Athalariksyah Ragatha Disyauna"
"Nama yang bagus"
Nial bersusah payah mengambil pulpen yang ada di saku celananya, lalu menuliskan sesuatu di belakang buku milik gadis itu.
"Nah kece"
Setelah itu, Nial lanjut bergegas menuju kelas 12 IPS 2. Sesampai nya di kelas, Nial menaruh buku itu di atas meja guru yang sudah ada Pak Bambang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALASKARA
Ficção Adolescente"Lo, gak mau marah ke gue?" "Lucu kalo gue jawab ga berlaku" "Lo rumah gue" "Tempat gue pulang" -Alaskara Follow dulu sebelum baca !! masii awalan beneran ini mah have fun ajaa oke bacanyaa
