사 (Empat)

22 5 35
                                    

Kedua pasangan uke dan seme ini sedang bersiap untuk latihan lagi. Sky dengan pakaian serba putih plus kain putih yang terlilit di tangannya, sedangkan Daniel dengan pakaian serba merahnya dengan kain merah yang terlilit di tangannya.

"Kau sudah siap, Sky?." Tanya Daniel menatap Sky merapikan pakaiannya, Sky menghela napas lalu menatap Daniel dengan senyum miringnya secara bersamaan.

"Tentu saja, Tuan Raditya." Kata Sky, senyum miringnya tetap ada, dan dia pergi keluar dari kamar menuju halaman depan, Daniel pun mengikutinya dari belakang.

Sesampainya di halaman depan, Sky terlihat membelakangi Daniel, tapi kok ada yang aneh?

"Sky? Apa itu kamu?." Tanya Daniel yang mendekati Sky.

Sky berbalik badan dan terlihatlah bahwa dia bukan Sky yang ia kira, melainkan...

"Hahahaha, cari Sky?." Tanya orang itu tertawa, terlihat jelas bahwa orang itu memakai pakaian yang sama seperti Sky lengkap dengan kain yang terlilit di tangannya.

Daniel terkejut akan hal itu. Tiba-tiba Sky di bawa oleh dua orang berpakaian serba hitam, terlihat di sekujur tubuh Sky, terdapat banyak luka sayatan dan tusukan, mulai dari bagian wajah, tangan, kaki, perut, dada juga leher.

"SKY!!." Teriak Daniel saat melihat Sky dengan luka di sekujur tubuhnya. Orang itu tertawa karena senang menatap lawannya itu melemah. Kenapa? Sky adalah kelemahannya Daniel dan Daniel adalah kelemahannya Sky.

"B-biadab kau!! SIMBE SEMION!!." Teriak Sky saat tau bahwa musuhnya adalah orang terdekatnya, yakni...

Semion.

Semion menatap Sky yang melemah karena banyak darah yang keluar dari tubuhnya, dia tersenyum, namun itu bukan senyum biasa, melaikan senyum mematikan.

Bugh!

Bugh!

Sky di pukul oleh dua orang yang membawanya tadi dengan kuat sehingga dia memuntah darah dari mulutnya.

"HENTIKAN!!." Teriak Daniel panik dan ingin menyelamatkan Sky, namun Semion menarik tangannya dan mulai memukul wajahnya dengan kuat sehingga dia tersungkur dan mengeluarkan darah di ujung bibirnya.

"Kalian-" Semion menatap anak buahnya.

"Bawa dia ke mobil lalu ikat dia sekaligus tutup mulutnya!!." Kata Semion menyuruh anak buahnya dengan tegas. Anak buahnya menuruti apa yang di katakan oleh Semion dan menyeret Sky ke mobil.

"L-LEPASKAN AKU SIALAN!!." Teriak Sky memberontak, namun kekuatannya kalah dari kekuatan anak buahnya Semion. Akhirnya Sky pun menyerah, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menatap Daniel dengan lemah karena dia di tendang dan pukuli terus oleh Semion.

Sky tidak menyangka bahwa Semion yang ia kenal saat ini baik ternyata seorang mafia dan tiba-tiba menangkapnya dan menyerang nya.

"L-lepaskan Sk-- Akh!." -Daniel.
"Mau lepasin Sky hm, Daniel?." Tanya Semion sambil menyamakan tingginya dengan Daniel yang tersungkur di halaman depan rumahnya.

Daniel mengeluarkan banyak darah karena tendang dan pukulan Semion tepat di perutnya, sungguh tidak main-main tendangan sama pukulannya. Kenapa? Karena Semion berada di sabuk merah, sedangkan Daniel di sabuk kuning strip hijau. Tentu saja Daniel kalah telak melawan Semion.

Bugh!

"TIDAK AKAN BISA!." Teriak Semion berdiri lalu menendangnya, kekuatan Daniel mulai melemah akibat kurangnya darah dari tubuhnya.

Sedangkan Sky sudah berada di dalam mobil milik Semion dengan keadaan terikat juga mulutnya yang terlakban.

Semion pun beranjak pergi dari rumah Daniel juga Sky, namun secara mengejutkan, Mauren tiba-tiba ada di depannya sambil memegang pistol dan menodongkannya ke arah Semion.

"Simbe, APA YANG SUDAH KAU PERBUAT PADA SKY SAMA ABANG AKU, HAH!?." Teriak Mauren bertanya ke Semion dengan amarahnya.

Semion tersenyum miring dan menghampiri Mauren dengan santai, Mauren tetap pada tempatnya dengan pistol di tangannya.

"HMMPH!!." Itu artinya "Menjauh Mauren!!." Kata Sky dari mobil saat melihat Semion mengambil pistol dari balik jaket putihnya.

Dor!

Bahu Semion terkena tembakan dari belakang, siapa yang menembaknya?

"Ah, sialan! SIAPA YANG MENEMBAK--." Teriakannya di potong saat dia menghadap ke belakang dengan Daniel yang menodongkan pistol di bagian kepala Semion, tak lupa dengan senyum miringnya yang khas.

"Teriak saja, Simbe Semion. Teriak saja sesuka hati mu." Kata Daniek dengan santai namun menusuk.

Sky yang berada di mobil terkejut, dia pun menatap dua anak buah Semion tadi dan menyerangnya menggunakan kakinya yang tidak terikat.

Bugh!
Bugh!

Dan akhirnya dua anak buahnya itu terkulai lemas karena tendangan Sky yang tidak main-main dan hampir mendekati tendangannya Semion.

Dan akhirnya dua anak buah Semion pun pingsan. Dengan sisa tenaganya, dia pun menendang pintu mobilnya Semion berkali-kali hingga terlepas dari tempatnya dan keluar, Mauren yang melihat Sky keluar dari mobil itu langsung menghampiri Sky yang terikat.

"Sky, apa kau tidak apa-apa?." Tanya Mauren sambil membuka lakban dari mulutnya Sky, Sky pun menganggukkan kepalanya.

"Tidak apa-apa kok, yasudah cepat buka tali ini sebelum anak buahnya simbe Semion bangun." Kata Sky menyuruh Mauren untuk melepaskan tali yang mengikat di tubuhnya sebelum dua anak buah tadi terbangun. Mauren pun mengangguk dan melakukan tugasnya

To be continue.

Konflik perkelahian bakalan terjadi

Mafia S.Mion K.Yng vs Mafia Dan.l R.dita Nu.gho
Ft. Mafia Re.da S.ky O.lvkin.

Sengaja aku singkat nama Mafianya.

So di chapt selanjutnya adalah konflik perkelahian antar Mafia.

So see you in the next chapt.

See ya !

We'll Meet Again, Daniel. I Love You. Forever.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang