Jangan lupa vote commentnya ya guys, follow dulu yuk sebelum baca
[On going ]
***
Kisah ini tentang seorang cowok anak pengusaha ternama namun mimiliki sifat playboy karana ia belum mau memiliki pasangan yang se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Pa, saya minta tolong parkirin di garasi, saya buru-buru."
"Baik den, saya segera parkirkan."
"Makasih pak," Ujar Nio setelah mendapat jawaban dari orang yang bukan lain adalah penjaga rumahnya.
Ia berlari memasuki rumahnya yang megah bak istana namun bernuansa modern. Namun sayangnya tak seindah kelihatannya dari luar, kehidupan didalamnya sunyi. Rumah megah cuma berisikan tiga anggota keluarga inti yaitu ayah, ibu dan anak sisanya hanya asisten rumah tangga yang jumlahnya bahkan lebih dari anggota keluarga itu sendiri.
Keluarga allen adalah keluarga yang sangat terpandang terutama di dalam kalangan pebisnis-pebisnis internasional maupun lokal nama keluarga mereka sudah tak asing lagi. mereka memiliki usaha di bidang Fashion dengan nama salah satu anak perusahaannya 7 chill. Merek pakaian busana yang sedang ramai dibicarakan oleh anak-anak muda zaman sekarang karna desainnya yang keren dan produk yang dihasilkan sangatlah berkualitas.
Mereka memiliki anak tunggal yang di beri nama Arsenio Bagas Allen, atau yang biasa disapa Nio. Namun, Nio tak pernah mau memakai nama marga mereka entah mengapa ketika ditanya namanya Nio hanya menjawab atau memberitahukan namanya sampai kata "Bagas". katanya sih, ia tidak mau jika orang-orang tahu bahwa ia merupakan anak dari pengusaha terkenal yang dimana itu akan menjadi beban tersendiri untuknya terutama dalam lingkungan sosial.
Walapun tak diberitahu juga semua orangpun bisa melihat dan tau kalau dia adalah anak dari keluarga berada yang dimana dari pakaian yang ia kenakan selalu stylish dan terlihat seperti barang yang memiliki harga fantastis serta kendaraan-kendaraan yang ia pakai itu pun sudah tercium bau-bau kemewahan.
Maka dari itu banyak cewe-cewe dalam tanda kutip yang mendekati Nio. Tapi untungnya Nio tak sebodoh itu hatinya kebal, yang ada cewe-cewe itu yang akan dibuat tidak bisa lepas darinya.
Nio melirik arloji yang melekat pada pergelangan tangan kanannya. Pukul sudah menunjukkan angka 20.01 yang dimana ia tidak tepat waktu sampai dirumahnya walaupun hanya lebih dari semenit yang disebabkan padatnya ibu kota. Nio memasuki rumahnya yang megah tersebut dan langsung disambut hangat oleh asisten rumah tangganya.
"Selamat malam den, Tuan dan Nyonya sudah menunggu di ruang makan."
Nio mengangguk mendengar perkataan asistennya tersebut, ia berjalan mengikuti setiap lorong yang menghantarkan dirinya menuju ruang makan. Disana sudah terdapat kedua orangtua Nio, mereka terlihat sedang berbincang tentang suatu hal dengan serius. Sadar akan kehadiran Nio, merekapun mengedarkan pandanganya kepada Nio diikuti senyuman manis yang tulus terukir dibibir kedua orangtuanya.
"Hai, mah, pah, maaf Nio terlambat," Ucap Nio
"Nio, sini duduk. Tidak apa-apa mungkin kamu juga sedang sibuk." Tuan Richard Allen yang bukan lain adalah papa Nio pun menjawab sapaan Nio.
Oiya, Nio bukanlah semacam anak brokenhome. orangtuanya selalu akur bahkan jarang bertengkar dan ia juga tidak merasakan kurang kasih sayang dari mereka berdua, apa yang ia inginkan pasti selalu mereka berikan terutama Nio hanyalah anak semata wayang yang dimana pasti kedua orangtuanya tersebut ingin memberikan yang maksimal kepada putranya.
Hanya saja mereka jarang berkumpul bersama untuk sekedar berbincang, mereka biasanya hanya menanyakan atau memberikan kabar satu sama lain melewati pesan singkat dari ponsel mereka masing-masing.
"Akhirnya kita semua bisa kumpul bersama lagi setelah sekian lama," Ujar mamanya
"Iya mah, oiya Nio bagaimana kuliah kamu?" Tanya lelaki yang duduk tepat di sebrang Nio.
"Aman si pah ga ada kendala, kenapa memangnya?"
"Kamu Semester 7 ya sekarang?"
"Hmm." Dehem Nio sembari mengambil piring yang sudah disediakan diatas meja.
"Inget pesan papa tidak?" Tanya papanya.
Nio menghentikan pergerakannya sebentar seraya memikirkan pesan apayang diberikan waktu itu. Beberapa menit ia berpikir tapi tak menemukan sama sekali diingatannya tentang pesan apa yang pernah dikatakan. akhirnya iapun memutuskan untuk bertanya kembali.
"Pesan?" Tanya Nio karna bingung sejujurnya ia benar-benar lupa apa pesan yang dimaksud.
"Itu yang kalo kamu sudah semester 7 papa bakal kasih kamu apa?
Mendengar penjelasan dari papanya akhirnya iapun tersadar dan teringat pesan yang dimaksud oleh papanya.
"Ah, yang itu. Papa mau kasih aku perusahaan papa kan?"
"Tapi syaratnya kamu ingetkan? Papa mau kamu minggu depan bawa cewe kamu ya kenalin ke papa sama mama."
"Iya, kamu bawa cewe kamu ya Nio. Mama denger-denger kamu sudah punya pasangan." Sambung mamanya yang tengah asik menyendokan makanan yang telah dihidangkan di atas meja kepada suaminya.
"Hah!? Minggu depan? Hah cewe? mama denger dari siapa? ngaco" Nio kaget bukan kepalang mendengar perkataan yang dikeluarkan oleh kedua orangtuanya. Siapa coba yang tidak shock.
Baru pertama kali lagi dari sekian lamanya kumpul bersama kemudian ditodong pertanyaan seperti itu. Nio yang tadinya ingin menyendok makanan kepiringnya sampai mengurungkan kembali niatnya.
Memang benar Nio sudah memiliki beberapa pasangan, tapi yang jadi masalah ia tidak mungkin membawa cewe-cewe tersebut ke rumah apalagi untuk dikenalkan kepada orang tuanya. Masalahnya rasa sukapun tidak ada sama sekali. Kalau urusan begini sepertinya akan ada jenjang yang lebih serius. Berarti setidaknya ia harus membawa perempuan yang berkualitas.
Ia tidak mau jika suatu saat orangtuanya nyaman dan menyuruhnya untuk menikahinya, apalagi rata-rata cewe yang ia kencani hanya mengincar kekayaan milik Nio. bisa-bisa harta keluarga mereka bisa habis di pakai foya-foya.
Walaupun Nio senang berfoya-foya juga dan tau hartanya tidak akan habis. tetapi tetap saja seburuk-buruknya manusia ia tetap mencari pasangan yang lebih baik darinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.