Chapter 2 Part 2 - Hah!? Minggu depan?

121 62 66
                                        

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"

Why? There is any problem?" mamanya heran melihat muka Nio yang kebingungan, seperti ada sesuatu yang ditutupi.

"Uhm..hm, nothing aku cuma lagi mikir itu ada tugas yang belum diselesain." Nio mengeles kenyataan yang ada bahwa sebenarnya ia bingung ingin membawa siapa ke rumah. Sepertinya ia harus memutar otak dan mencari seseorang yang mau dijadikan partner sementaranya. setidaknya partner sementaranya ini harus lebih better dari pada cewe-cewe yang biasa ia kencani.

"Bener kamu?" Mama Nio memastikan kembali perkataan yang diucapkan oleh putranya.

"Iya." jawab Nio. Setelah menjawab Niopun langsung mengambil makanan yang disediakan diatas meja dan buru-buru untuk menyantapnya. Sembari terus berpikir keras, bagaimana caranya ia mendapatkan seseorang dalam waktu sehari dan sisa waktunya ia pakai untuk pasangannya mengenal dirinya dan keluarganya lebih jauh sebelum hari-h pertemuan, yang dimana pasti banyak pertanyaan yang akan diajukan oleh kedua orangtua Nio kepada pasangannya.

***

Disisi lain seorang anak perempuan sedang dilanda kebingungan dikarenakan dosen walinya tiba-tiba saja mengirimkan pesan yang membawa kabar buruk, dosen walinya mengatakan bahwa beasiswa yang ia terima terpaksa harus dicabut dikarenakan IP tiap semester anak perempuan tersebut tidak stabil dan ada beberapa nilai mata kuliah yang tidak memenuhi standar kententuan. Mendapat pesan tadi membuat anak tersebut sangat kebingungan. kemudian terdengar suara pintu di buka.

"Kamu kenapa Kayra?" tanya seseorang yang masuk kedalam kamar anak perempuan itu seraya memanggil namanya lembut dan memegang nampan yang di atasnya terdapat secangkir teh hangat.

"Eh ibu." senyum tulus terpancar dari muka anak perempuan itu yang bukan lain bernama Kayra. "Engga apa-apa bu." Lanjut Kayra

"Ini ibu bawain teh, diminum ya kayaknya kamu lelah banget abis pulang kuliah, Sudah makan belum?"

"Makasih bu, sudah kok tadi di luar sama teman."

Ibu Kayra seperti melihat gelagat yang aneh dari putrinya, seperti ada hal penting yang ia tutupi. akhirnya ibu Kayra memastikan kembali.

"Kamu gapapa kan? kamu kalau ada sesuatu yang berat cerita sama ibu"

"Aku gapapa bu, cuma iya mungkin cape habis pulang kuliah tadi tugasnya banyak."

"Yaudah ibu tinggalin kamu buat istirahat ya."

Kayrapun mengangguk dan diikuti ibu Kayra yang mengelus lembut rambut putrinya kemudian berjalan keluar. ia semakin tidak tega untuk menyatakan yang sebenarnya melihat ibunya yang sudah berkerja keras siang dan malam dengan pendapatan yang seadanya yang bahkan kurang untuk membayar biaya kuliah. bingung banyak pertanyaan sekali yang terlintas dikepala Kayra, bagaimana caranya ia mendapatkan uang sebanyak itu untuk biaya kuliahnya yang sedikit lagi usai.

Jika ia berhenti atau keluar bukankah itu hal yang cuma-cuma? Perjuangan ia selama ini tak ada hasilnya jika ia menyerah begitu saja. ibaratkan tinggal sedikit lagi mencapai garis finish tapi takdir menarikmu kembali kebelakang.

"Huh" Kayra menarik nafasnya dalam-dalam seraya mengepalkan tangan dan membenturkannya ke meja kayu ia tak mau dikalah kan dengan takdir begitu saja.

Dugg...Duggg..

Bunyi meja kayu terkena benturan oleh kepalan tangan Kayra bergema mengisi keheningan malam.

"Ayo Kayra berpikir-berpikir," gumam Kayra. ia terus memikirkan beberapa cara sampai pada akhirnya ia mendapat ide dan memutuskan untuk memanfaatkan sosial medianya, siapa tahu mutualnya mempunyai info mengenai lowongan kerja paruh waktu untuk mahasiswa seperti dirinya.

Ia mulai mengetik sepatah dua patah kata yang kemudian terangkainya sebuah kalimat. tinggal menekan tombol kirim semuapun beres serahkan semua pada Tuhan biarkan takdir yang ikut membantu juga walaupun takdir juga yang sudah membuatnya seperti namun bukan berarti tidak bisa di ubah dengan usaha, selalu ada yang dinamakan pelajaran hidup bukan? yang penting ia sudah berusaha untuk mencari cara.

Oke, send."

Sekarang Kayra hanya bisa menunggu keajaiban yang datang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sekarang Kayra hanya bisa menunggu keajaiban yang datang. sepertinya keputusannya sudah bulat tidak mau memberitahu ibunya. bisa-bisa ibunya bekerja lebih keras dan Kayra tidak mau hal itu sampai terjadi. selagi ia bisa membantu mengapa tidak.

 selagi ia bisa membantu mengapa tidak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.







***

📍JANGAN LUPA DI VOTE YAA📍

COMMENT JUGAA

Thankyou!

Vote

👇

Fake Girlfriend  [ On Going ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang