Jangan lupa vote commentnya ya guys, follow dulu yuk sebelum baca
[On going ]
***
Kisah ini tentang seorang cowok anak pengusaha ternama namun mimiliki sifat playboy karana ia belum mau memiliki pasangan yang se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ada lagi yang mau ditanyain ke gue?" tanya Nio
"Kayaknya cukup," ujar Kayra sembari menggelengkan kepalanya. "Semua data yang lo kasih udah jelas, gue cuma penasaran aja sama lo. Pertama, kenapa lo milih tempat ini padahal keliatannya lo jarang mau hangout ketempat kayak gini. Kedua, lo sebenernya punya berapa cewe dan kenapa lo pacarin mereka semua?" lanjut Kayra.
Nio tersenyum mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh perempuan dihadapannya yang bukan lain partner misinya atau kerjanya sekarang.
"Hmm.." Nio berdeham sebelum menjawab pertanyaan Kayra.
"Gue jawab pertanyaan lo yang pertama, kata siapa gue ga pernah nongkrong di tempat kayak gini? gue sering di tempat ini, apalagi kalau mau lepasin penat dari cewek-cewek yang gue pacarin karna rata-rata mereka gak suka tempat kayak gini. untuk pertanyaan lo yang kedua, saat ini gue punya 5 pacar. Sebenernya gue gak ngangep mereka pacar. We just having fun, tapi mereka yang nganggep gue lebih mereka berebut buat dapetin hati gue dan harta gue untungnya mereka cuma tau gue orang berada bukan tau siapa gue sebenarnya. tapi gatau juga kalo misalkan mereka tau gue siapa tanpa sepengetahuan gue."
"Brengsek juga ya lo," ucap Kayra
Kayra tak menyangka dirinya dipertemukan oleh orang yang seperti ini bayangkan 5 cewe ia kencani padahal tak ada rasa sama sekali.
Seumur hidupnya Nio adalah cowo terparah yang baru ia temui paling bantar ia menemukan kasus ya paling satu cowo memiliki 2 orang cewe, tapi kalau di lihat dari tampangnya.
Nio memang memiliki wajah yang karismatik yang dapat menarik semua perhatian wanita dan juga hartanya yang melimpah buktinya lihat saja sekarang sekeliling cafe sedang mengarahkan pandangan tepat pada cowok yang berada di hadapannya sekarang yaitu Arsenio.
"Why? I'm just enjoying my teenager life, sebelum gue jadi dewasa."
"Serah lo, gue harap gue ga ketemu orang kayak lo sih," ucap Kayra sembari menaikkan kedua alisnya dan menggelengkan kepalanya tanda bahwa ia sudah tak habis fikir.
"Tapi lo sekarang ketemu sama gue."
"Ini situasi mendesak, kalo ga mendesak juga gue ga bakal mau terima tawaran lo gaada pelajaran yang bisa gue ambil dan kebetulan fee yang lo tawarin juga lumayan jadilah gue ambil job ini."
"Mendesak?" Nio penasaran apa yang membuat Kayra terpaksa mengambil tawaran ini.
"Yap, beasiswa gue di cabut jadi gue harus cari uang buat bayar kuliah gue, soalnya ga mungkin juga gue berhenti. gue udah mau mendekati semester akhir."
"Orangtua lo kemana? Mereka ga bayarin kuliah lo?"
"Awalanya bayarin, tapi semenjak bokap gue udah gaada, nyokap harus nanggung beban sendirian dan ekonomi kami turun, gue masih punya ade yang sekolah jadi gue gamau ibu gue lebih keres lagi, makannya gue ambil beasiswa eh taunya berjuang di juruan akuntansi ga semudah itu makannya nilai gue kadang turun naik sampe akhirnya beasiswa gue di cabut dan sekarang gue lagi mau cari kerja karna selagi gue bisa kerja dan ada waktu luang kenapa ga gue pakai buat cari kerja sampingan seengaknya bisa bantu walaupun sedikit."