Malam hari tiba. Hanatan bersama dengan kawannya berada diteras kost. Ada Candra, Elan, Gevo, Elza, Reval. Duduk dengan formasi melingkar, saling hadap satu sama lain.
"Malam dingin gini kayanya enak buat bakaran." Candra menggosok telapak tangan hingga terasa hangat lalu menempelkannya di kedua pipi.
"Iya yah, sekalian kemah kek cah SD." Mata Elza berbinar semangat.
"Balik gih sonoh ke SD" Gevo meneplak dahi Elza yang berada disamping kirinya.
"Nostalgia, goblok. Ngapain balik ke SD, gue udah dewasa" Elza mengusap dahi membenarkan anak rambut yang menjuntai berantakan.
"Loe aja masih tengil ingusan gini kok." Reval melempar kulit kuaci, bekas gigitannya.
"Ya udah bikin sekarang, gue udah laper." Elza mendengus pelan.
"Tuh kan masih bocah!" timpal Elan menyenggol lengan Elza.
"Iya, ngaku-ngaku udah dewasa," tambah Reval melempar kulit kuaci lagi.
"Heh udah ah, jadi masak gak nih." Elza menepuk perutnya yang terasa lapar.
"Jadi lah, jangan bacong," sahut Elan gemas.
"Bacong artinya apaan dah." Elza menggeleng tak paham.
"Banyak congor," jawab cepat Gevo.
"Gitu aja gak tau!" Elan menoyor kepala Elza.
"Oon," tambah Reval.
"Bego." ejek Candra.
"Tolol," imbuh Hanatan.
"Goblok, dipelihara!" cemooh Elan.
"Bahan-bahannya gimana?" Candra memotong candaan.
"Tenang ada kok, dikulkas gue lengkap." Hanatan mengangkat jempolnya.
"Loe belanja kapan?" tanya Chandra.
"Jauh-jauh hari, gue kan anaknya rajin," sahut Hanatan membusungkan dada bangga.
"Stoknya dimasak sekarang gak papa tuh?" ujar Candra memastikan.
"Santai aja, kita kan sohib!" Hanatan menaik turunkan kedua alis.
"Ati-ati, bentar lagi ada yang mau ngutang tuh," goda Gevo menggedik dagu pada Hanatan.
"Loe jangan ngutang kegue, gue lagi bokek," sanggah Reval.
"Apalagi gue cekak," imbuh Elan.
"Jangan ke gue, dompet gue belum lahiran," jawab asal Elza.
"Yang penting kan, gak ngaret." Hanatan bangun dari tempat duduknya."Gue, ambil tiker sama meja lipat dulu." Ia berlalu masuk kedalam pintu kost.
"Gue ikut bantu bawa deh." Candra membuntuti.
"Gue juga ikut." Elan bangkit, diikuti Reval, Gevo, Elza.
Mereka bernaung dibawah milyaran bintang berkelip manja diangkasa, begitu biru gelap. Bulan masih malu-malu menampakan diri, bersembunyi dikepulan lamuk malam. Bintang terlihat dominan bertaburan menghiasi.
Hanatan dkk makan malam bersama, seperti sedang camping saja, ada api unggun menyala berkobar. Percikan api bertebaran, partikel cahaya jingga itu terbang seperti kunang-kunang berkilauan.
Mereka sibuk menyiapkan bahan masakan.
Hanatan memegang pisau dapur untuk membersihkan sisik, membuang isi perut ikan juga mengiris daging sapi.
Candra menguleg rempah serta membuat sambal acar.
Gevo meletakan nasi juga merapihkan piring, gelas dimeja kayu yang bisa dilipat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Uncover twilight
Fiksi Remajamemang masih ada banyak hal yang mesti dipikirkan matang-matang sebelum bertindak ..lengah sedikit saja bisa tergelincir kedalam jurang bernama penyesalan . " sial gue gak pernah bisa kepikiran mau ngelakuin hal ini gue udah kejebak dilabirin gelap...
